Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Kedatangan Bryan dan Farrel


__ADS_3

"Kau teman yang buruk"


"Kau teman yang buruk"


Ucapan mereka yang serentak membuat Bryan tertegum menatap kedua teman nya itu.


"Kompak sekali kalian berdua,memang sudah di takdirkan untuk bersama"


"Bryan,jaga bicara mu! aku dan Daniel tidak punya hubungan apa-apa lagi.jadi,aku mohon tolong jangan bahas ini lagi di depan ku"Dania memperingati Bryan dengan tegas dan tatapan serius.


"Apa kamu tidak mencintai dia lagi?"


"Tidak"


"Benar,kamu tidak memiliki perasaan lagi dengan dia?


"Tidak"


"Lalu,kenapa kamu ingin menjelaskan saat Daniel salah paham pada mu,biarkan saja dia marah dan tau kalo kita ada hubungan khusus"


Dania hanya diam,tidak menjawab pertanyaan Bryan yang membuat nya harus menjawab apa.pertanyaan Bryan memang ada benar juga.kenapa dia harus menjelaskan kepada Daniel jika dia tidak peduli lagi dengan mantan kekasih nya.biarjan saja Daniel menyangkal kalo dia memang ada hubungan lain pada Bryan,agar Daniel semakin yakin untuk menjauhinya.tapi semua itu sudah terlambat karna perasaan cintanya membawa kemari.


"Kenapa malah diam!"Bryan mangangkat satu alis ya untuk menunggu jawaban.


"A-aku,aku....aku pergi dulu.tidak da lagi yang harus di perjelas kan"Dania membawa tubuh nya dengan cepat dari ruangan Daniel,serta kabur dari pertanyaan Bryan.


"Keliatan bangat dia mencintai kamu"


"Nanti malam, datang lah ke rumah ku,orang tua ku mengundang mu untuk makan malam"


\*\*\*\*\*\*


"Menyebalkan,kenapa Bryan harus mengeluarkan pertanyaan itu,aku kan nggak bisa menjawab nya.lagi pula kenapa dia harus menjadi teman nya Daniel juga,menyebalkan ngeselin....."


"Maaf buk Dania,kalo Ibuk mau marah jangan melupakan sesuatu buk"tegur seorang OB perempuan kepada Dania yang sedang berada di dapur perusahaan.


"Memang nya kenapa"menatap dengan heran


"Air nya tumpah buk"tunjuk OB itu pada Gelas yang sudah full oleh air.


Dania terkejut juga melihat air yang mengalir deras keluar dari gelas nya.bahkan dia juga tidak merasakan tangan nya yang basah oleh air.


"Ya ampun"


Apa yang aku pikirkan.ini pasti karna aku ngoceh tentang Bryan. hari pertama bertemu sudah membuat ku kena masalah


"Ibuk marah sama siapa,sampai sampai Ibuk lupa dengan apa yang Ibuk lakukan"


"Ah.....tidak papa"senyum Dania sambil mengelap air yang tumpah.


"Sini buk,biar saya yang bersih kan"OB itu menawarkan diri nya untuk membersihkan air yang tumpah.


"Tidak perlu,lagian ini kecerobohan saya sendiri"


"Tidak papa buk,ini sudah menjadi tugas nya saya,saya di gaji untuk melakukan pekerjaan ini"si OB bersikeras merebut kain lap di tangan Dania.


"Baiklah,kamu baik sekali"


Alina keluar dari lif menuju di mana ruangan Daniel terletak.dia bersama seorang satpam yang sedang membawa barang-barang nya.dia pun menghentikan langkah nya karna melihat Dania yang sedang mengobrol dengan alah satu karyawan kantor.


"Dania!Alina mengisyaratkan tangan nya agar Dania segera mendatangi nya


"Ada apa?"


"Apa Daniel ada di ruangan nya"dengan nada cuek dan malas menatap muka Dania.

__ADS_1


"Pak Daniel ada di ruangan nya bersama tamu nya"


"Siapa tamu nya?"


"Teman nya,yang baru saja datang dari London"


"Baiklah, aku ingin menemui nya.tunggu sebentar,tolong kau bawakan barang-barang ku itu ke ruangan calon suami ku! pak,kasih barang nya ke dia"


"Tidak perlu buk,biar saya saja yang membawa nya"kata Satpam yang tidak tega melihat Dania membawa dua dus berat ini,pak satpam itu juga tau siapa Dania di kantor ini dan hubungan nya bersama Direktur satpam itu juga tau.


"Tidak papa pak.lagian sudah dekat kok"sela Alina


"Sini pak,biar saya yang bawa"Dania mengambil alih barang itu ke tangan nya


"Maaf yah buk"


"Ia pak nggak papa"


"Ini tip buat bapak"Alina memberi uang lima puluh ribu dan satpam itu pun pergi


"Hay sayang......"Alina langsung masuk dengan girang dan langsung memeluk Daniel yang duduk di sofa bersama Bryan.


"Apa yang kau lakukan? apa ku tidak lihat ada tamu ku disini? lepaskan"Alina melepaskan pelukan nya dengan wajah yang cemberut.


"Apa dia teman mu! hay...kenalkan aku Alina tunangan nya Daniel"


"Masih calon,belum resmi tunangan"sela Bryan dengan mata melotot


"Ia aku tau,sebentar lagi kami akan bertunangan lalu menikah"


Bermimpi


Lirih Daniel yang kesal dalam hati nya.


"Daniel menceritakan aku kepada mu!"tanya nya dengan senang.karna tidak menyangka Daniel akan menceritakan diri nya kepada teman nya sebelum dia mengenal Bryan.


"Ia"senyum Bryan melihat ke arah Daniel.namun pria itu malah berdecak sebel.


"Dari mana kamu tau kalo Bryan adalah teman ku?"


"Dania yang bilang pada ku"


"Dania"


Nama yang di sebutkan pun masuk dengan membawa dua kardus besar di tangan nya.Membuat Daniel dan Bryan heran melihat nya.Dania meletakan barang itu di lantai sebelah Alina duduk.


"Dania,apa yang kau bawa itu!"


"Itu barang ku Daniel.hadiah dari kakak ipar ku yang baru pulang dari Singapur"


"Banyak sekali hadiah nya,berikan saja pada karyawan lain nya.aku tidak membutuhkan hadiah sebanyak ini"


"Baiklah.Dania, tolong bawakan barang itu keluar dan bagi kan ke teman-teman mu.orang seperti mereka pasti senang mendapatkan hadiah gratis"


Dania hendak mengambil kardus itu lagi.


"Tidak perlu,biar nanti aku yang akan membagikan nya.Dania,kau keluar lah"


Saut Daniel dengan cepat.dia tidak ingin Dania mengangkat barang berat itu lagi.bahkan tadi dia mengepalkan tangan nya menahan amarah atas apa yang di lakukan Alina pada kekasih nya.


"Baiklah,aku permisi"


*******


Malam nya Bryan sudah sampai di depan rumah Daniel bersama adik nya Farrel.sebelum berangkat tadi,Farrel bersikeras ingin ikut kakak nya makan malam di rumah Daniel sekalian bertemu dengan Dania.awal nya Bryan menolak dengan mentah karna dia tidak ingin adik nya ikut bersama nya.karna paksaan orang tua nya dia harus membiarkan Farrel ikut,adik nya pun jadi senang.

__ADS_1


Bryan menekan bell yang ada di samping nya.pintu di buka,ternyata Daniel yang menyambut mereka terlebih dulu.


"Hay Bro Lo sudah sampai"mereka berpelukan sambil tangan yang mengengam erat ala-ala sahabat.


"Bukankah ini si Farrel yah,adik teman nya Dania.oh ya ampun.....jadi kamu itu adik nya Bryan yah"Daniel yang mulai memahami semua nya.


"Ia kak,aku adek nya kak Bryan"dengan senyum


"Kenapa tidak bilang dari awal"


"Hehe....aku rasa itu tidak perlu kak"senyum cengesan mengatur kepala nya yang tak gatal.


"Dia memaksa orang tua gue untuk ikut kesini"Bryan melihat ke arah adik nya.


"Tidak papa,gue juga punya adik perempuan,yuk masuk kedalam"


Apa maksud kak Daniel bicara seperti itu.


Mereka bertiga telah sampai di ruang makan yang luas.dengan berdekorasi ala moderen serta meja yang panjang berdiri di tengah ruangan sehingga muat menampung tiga puluh orang sekaligus.


Maklum lah orang sultan.


"Pa,Ma kenalkan ini teman ku yang di London dulu yang sering aku ceritakan kepada kalian,nama nya Bryan dan ini adik nya Farrel"


"Selamat malam om,Tante"Bryan dan Farrel menyalami Nathan dan Zhelia dengan sopan.


"Kami sangat senang Ahir nya kamu mengunjungi kami,dan menghadiri jamuan makan malam di rumah kami"tutur Nathan yang senang dengan kehadiran Bryan dan Farrel.


"Makasih om.justru aku yang merasa terhormat karna di undang untuk makan malam di keluarga Dirgantara"senyum Bryan


"Tidak usah sungkan nak,anggap aja rumah sendiri,kamu kan teman nya Daniel jadi Tante juga akan memperlakukan kamu seperti anak Tante juga"


"Terimakasih banyak Tante,aku beruntung sekali bisa mengenal Tante sama om,kalian sangat baik I love you so much...."puji manis Bryan mendapatkan pelukan dari Orang tua Daniel.


Mereka telah duduk di meja makan menikmati hidangan yang telah tersedia dengan rapi.kecuali Refan yang tidak bergabung dengan mereka.sejak sore tadi dia sudah keluar bersama teman-teman nya.


"Jadi,kamu itu juga teman Dania waktu sekolah dulu"


"Ia om,kami sudah berteman sejak lama,saat aku ikut orang tua ku ke luar negri,sejak itulah kami tidak pernah saling bertemu lagi,sudah sekian tahun baru hari ini kami bisa bertemu kembali,dan ku juga tidak menyangka,kalo Daniel dan Dania saling berteman sejak kecil dan tinggal satu rumah"


"Benar sekali,Daniel pindah ke London pas umur 12 tahun.dia tinggal bersama grandma dan Grandpa nya di sana,bahkan kami tidak bisa melihat masa-masa pertumbuhan nya"saut Zhelia yang merasa sedikit mewek.


"Oh ya Bryan,apakah kau sudah mulai bekerja?"


"Sebenar nya om.aku belum bekerja tetap.karna selama ini aku membantu perusahaan kakak ku yang sedang mengalami masalah yang serius.sekarang perusahaan nya sudah kembali membaik jadi itu sebab nya aku kembali kesini lagi"


"Apa orang tua mu juga ada disini?"


"Ia om.seminggu yang lalu mereka sudah balik ke Indonesia mengurus bisnis mereka yang ada disini,kami juga akan menetap disini seterusnya"


Tatapan Farel da Relia bertemu di sela-sela mereka makan.entah siapa yang dulu mulai,tatapan itu semakin tajam mereka keluarkan.hingga ucapan Nathan mengangetkan mereka.


"Kalian berdua satu sekolah kan"


"Ia om,aku Relia juga Revan kami satu sekolah,cuma beda kls aja"


"Dengar Re,mulai sekarang kamu harus berteman dengan Farrel,seperti nya dia ini anak yang cukup pintar juga baik,dia juga akan bisa membantu mu"


"Aku nggak mau berteman sama cowok,aku nggak mau pa"tolak Relia dengan tegas.


"Memang nya,apa salah nya kamu berteman sama Farrel sayang,lagian kamu juga tidak punya teman kan.belajar lah bersikap baik pada nya"saut Zhelia yang menasehati putri nya.


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah

__ADS_1


__ADS_2