
10,15 Menit Di Restoran
Saat ini mereka sedang mengadakan Meeting di luar kantor mencari suasana baru dan menyejukkan.
Kalibini Daniel mendapat kan klien pertama nya seorang wanita muda cantik sangat tinggi bisa di katakan kecantikan nya sempurna mulai dari ujung kaki sampai pangkal rambut.
"Selamat siang pak Daniel maaf saya datang terlambat karna ada kemacetan di jalan"seru wanita itu dengan senyum dan mengulurkan tangan nya.
"Selamat siang juga...tidak masalah saya bisa mengerti karna di jalan tadi saya juga mengalami kemacetan sedikit"timbal Daniel menjabat tangan wanita itu dengan senyum yang ramah.
Dania yang melihat menjengah kan mata nya karna muak melihat senyum Daniel yang selalu mengoda wanita.
"Oh ya....kenalkan ini sekretaris saya,Dania"
Mereka berjabat tangan
"Silahkan duduk"
"Sebelum nya saya minta maaf pak Daniel,Bos saya tidak bisa hadir di karnakan ada urusan pribadi yang mendadak dan itu sangat urgat sekali.
Saya ini sekretaris nya bapak tidak perlu merasa kawatir semua keputusan sudah di serah kan kepada saya,semua yang kita bicarakan tentang bisnis akan saya sampai kan nanti kepada bos saya"dengan senyum
"Tidak masalah tadi Pak Johan sudah menelpon saya.bagaimana apa bisa kita mulai"
"Bisa pak"
"Baiklah sekretaris saya yang akan menjelaskan nya dulu"
.
.
.
.
.
.
.
Ahir nya pertemuan mereka selesai dengan sangat baik.begitu juga dengan kontrak kerja sama nya setelah menandatangan mereka berjabat tangan lagi.
"Terimakasih pak Daniel kami sangat menyukai prentasi kalian saya akan menyerahkan surat ini untuk di tanda tangani oleh bos saya,dan besok surat nya akan kami kirim kan ke kantor anda kalo gitu saya permisi dulu sampai jumpa"
"Ia terimakasih juga"balas Daniel
Daniel menatap indah dengan senyum ada perasaan senang dan bangga.
__ADS_1
"Terimakasih Dania karna kamu kita mendapatkan kontrak ini.aku sangat senang untuk yang pertama kali nya aku melakukan pekerjaan ku sendiri.
Sebagai bentuk rasa terimakasih ku kepada ku kita akan jalan-jalan merayakan kemenangan kita"memegang bahu Dania dan menepuk nya pelan.
"Tidak usah Daniel,itu sangat kekanakan"
"Tidak bisa.ini meeting pertama ku dan pekerjaan pertama ku jadi patut di rayakan.dan kamu tidak boleh menolak harus ikut kemana aku pergi"
Dengan terpaksa dan pasrah Dania harus mengikuti perintah atasan nya.menolak juga bukan hal yang bagus karna Daniel tidak suka penolakan dia akan mwewujud kan semua keinginan nya.
"Kita akan kemana"pertanyaan Dania setelah memasang sabuk pengaman nya.
"Ikuti saja kemana mobil ini akan membawa kita"tersenyum mengangkat satu alis nya
Ahir nya mereka sampai di pasar tradisional di dekat pantai.berderet-deret padagang kaki lima menjaul barang mereka yang agak jauh dari pasir pantai seperti baju,topi makanan dan banyak yang lain nya lagi semua nya ada disana.
"Ayo Dania kita cari makan dulu"
Pasar nya cukup ramai oleh pengunjung lokal maupun luar(Indonesia) apa lagi di waktu yang cerah seperti ini banyak sekali orang yang berlibur atau mengunjungi pantai tersebut.
Mereka menghampiri pedagang bakso yang berada di tepi jalan.mereka mengambil tempat duduk di luar tempat nya di bawah batang kelapa yang tinggi sambil melihat pemandangan laut yang indah, serta memperhatikan orang-orang yang berjalan di pasar.
"Kamu suka nggak tempat ini"
"Suka....tempat nya ramai dan menyenangkan"ujar Dania melihat ke arah laut.
Pesanan bakso mereka datang dengan air kelapa muda jus air putih serta gorengan cemilan khas orang Indonesia.
"Daniel i-ini beneran Bakso?"dengan mata yang melotot
"Ia....kamu nggak pernah yah liat bakso sebesar ini"
"Nggak....aku baru liat porsi bakso sebesar ini,yang sering aku makan bakso nya kecil-kecil"
"Ini nama nya bakso beranak jumbo....masak kamu nggak tau sih ini nama nya bakso apa,aku aja yang lama tinggal di luar negri tau ini nama nya bakso beranak jumbo aku nggak pernah melupakan makanan negara ku
Coba deh kamu belah bakso nya di dalam nya tuh ada bakso yang kecil usus-usus cabe rawit juga tomat"
"Oh....jadi ini yang nama nya bakso beranak"kata Dania membelah bakso nya
"Baiklah...sekarang kita habiskan semua bakso ini jangan sampai ada yang tersisa,Ika salah satu dari kita yang tidak sanggup menghabiskan bakso nya maka dia akan dapat hukuman.bagaimana?" dengan senyum jahil.
"OK....siap takut...aku juga suka pedas..."
Daniel tersenyum karna Dania sangat menantang,dia belum tau seberapa pedas cabe bakso beranak ini.
Mereka mulai menyantap bakso mereka masing-masing.memasukan potongan bakso ke dalam mulut dengan sangat semangat.
Bakso beranak ini membuat mereka ketagihan semakin enak semakin pedas dan nikmat saat di telan.rasa nya sangat enak sekali tidak peduli dengan rasa pedas yang membakar lidah air mata yang sudah mengalir di pipi,hidung juga mengeluarkan cairan nya bibir yang merah dan dowwer.
__ADS_1
"Wah.....wiihhh....aiiissss"Racau Dania yang merasakan cabe rawit yang super duper pedas yang belum pernah ia rasakan.untung saja hari ini sedikit mendung yang membuat mereka tidak merasakan panas dan pedas bersamaan.
Dia sudah menghabiskan tiga gelas air putih,sedang kan Daniel baru satu gelas.
"Hahahah....hahahah..."Tawa Dania sambil nangis melihat Daniel yang sudah kepedasan membuat air mata nya mengalir.
"Kalo kamu tidak sanggup berhenti saja Daniel"seru Dania menghapus ingus encer nya pakai tissu dia masih mentertawakan Daniel cabe rawit ini benar-benar bikin mereka hot.
Daniel senang melihat Dania yang tersenyum seperti ini, walaupun senang di atas penderitaan nya dia tidak peduli.asalkan dia bisa melihat tawa gadis yang ia cintai Tampa paksa.
"Tidak....aku...akuhm.tidak akan berhenti"
"Sungguh perayaan yang sangat aneh.kenapa kamu bisa merayakan kemenangan dengan makan bakso sepedas ini ah....iiiss...huhhh....aku tidak habis pikir"
Dania menatap nanar bakso nya yang sudah di tusuk garpu dengan perasaan campur aduk dia benar-benar tidak sanggup lagi,mat nya mata nya sudah basah dan kepala sedikit pusing.
Dengan rela ia mengalah menjatuhkan garpu nya dalam mangkok yang masih berisi bakso
tidak papa dia harus mengalami kekalahan dari pada harus menghabiskan bakso pedas ini yang ada nanti dia tidur di kamar mandi karna sakit perut.
"Kau nyerah?"
Dania mengangguk dengan lemah lalu menghabiskan air di samping nya
"Yes...aku yang menang"Daniel mengangkat kedua tangan nya ke atas dengan girang.
"Baiklah sekarang apa hukuman untuk ku"
"Hmm....hukuman nya adalah (melihat sekeliling) kau harus bernyanyi di sana"Daniel menunjuk keramaian yang mana ada seseorang yang bermain gitar.
"Apah....aku harus bernyanyi"menunjukkan diri nya sendiri
"Ia...karna itu konsekwensinya yang harus kamu terima"mengangkat satu alis nya.
.
.
.
.
.
.
.
.**Tolong budayakan like nya yah teman teman author sangat berharap sekali like and comen dari kalian supaya author lebih semangat..terimakasih....
__ADS_1
Setelah di baca jangan pelit like nya guys......hiiihiiiii**