Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Penghalang bagi Daniel


__ADS_3

"Suas kamu melakukan semua ini sama mama kamu! dia mengabaikan kesehatannya demi memikirkanmu siang dan malam. kamu senang kan melihat rumahmu terbaring di sana! Ini semua gara-gara kamu, karena dia memikirkan anaknya yang telah durhaka kepadanya"bentak Nathan menggenggam kuat kerah kemeja Daniel. dia tidak bisa memhendapikan emosinya.sudah cukup sabar dia melihat istrinya melamun siang dan malam,mengabaikan kesehatan nya demi memikirkan putra nya yang telah berubah.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan Daniel,kenapa kau seperti ini!"Daniel hanya diam tidak membalas serangan dari papanya


"sudah cukup Nathan jangan lukai putramu sendiri"kairos dan Revan berusaha menlerai Nathan untuk menyudahi pertengkaran ini.


"Sudah Pa, jangan bikin keributan.Mama lagi sakit"


"Tidak Fan,kakak mu ini harus dikasih pelajaran supaya dia sadar dengan kelakuannya"


"Sayang...."lirih Zhelia telah sadar membuat mereka semua merasa lega dan senang


"Sayang..."Nathan menghampiri istri nya mengecup kening dan tangan istri nya dengan lembut.Nathan terharu melihat istri nya baik-baik saja,tak lupa air mata kebahagiaan mengalir di pipi nya.


"Kau baik-baik saja kan sayang?"


"Ia"


"Daniel....."panggil Zhelia dengan lemah. Daniel mendekat dan berjongkok di sisi ranjang sambil memeluk tangan mamanya dia menumpahkan segala tangisannya di tangan itu.


"Maafkan Daniel mah,maafkan Daniel. Daniel telah membuat kesalahan dan membuat Mama sakit seperti ini"


"Sayang....putraku, bangunlah"


Daniel mengangkat wajahnya lalu memeluk zelia dengan penuh penyesalan.sehafus nya dia tidak melakukan hal yang bodoh yang menyebabkan mama nya sakit. dengan keegoisannya dia telah membuat orang yang sangat ia sayang,orang yang telah melahirkannya ke dunia ini terbaring di rumah sakit. Daniel berdosa karena telah mengacuhkan perintah dari mama nya,dia tidak pantas untuk di maaf kan karna dia telah menyakiti hati seorang ibu.Zhelia membalas pelukan putranya dengan hati yang bahagia,dia sangat senang karena anaknya sudah kembali ke sisinya.


"maafkan aku mah seharusnya aku tidak menolak perintah Mama untuk menyuruh ku pulang ke rumah. kalau saja aku menurut memesan ini pasti sudah baik-baik saja sekarang, karena sikap keras kepalaku Mama yang menanggung akibatnya"Daniel memeluk mama nya dengan erat,dia merindukan pelukan wanita yang telah beri nya kehidupan.


"Sudahlah semuanya sudah terjadi, lain kali kau jangan menolak permintaan Mama lagi dan pulang lah kerumah"


"Ia Ma"


*****


Nathan duduk di samping Daniel di koridor rumah sakit. lama keduanya membisu bergelut dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya Nathan mengeluarkan suaranya.


"Maafkan papa nak Papa terlalu mencemaskan mamamu. Papa sangat sedih melihat dirinya melamun siang dan malam memikirkan mu, saat mendengar Mama sakit Papa sangat khawatir dan sulit mengendalikan perasaan papa, seharusnya Papa tidak mangkasari kamu seperti tadi, Papa menyesal dan Papa minta maaf"Nathan menggenggam tangan putranya


"Aku mengerti Pa,Papa sangat mencintai mama,itu sebabnya papa bisa melakukan apapun yang menyangkut dengan mama"Daniel tersenyum dan berbalik menggenggam tangan Nathan sementara itu senyumannya pun kembali hilang.


"Papa senang akhirnya kamu mengerti arti dari cinta. karena cinta bisa membuat kita melakukan apapun yang tidak kita duga, Papa yakin Alina pasti sangat bahagia mendapatkanmu"


Daniel tersenyum kecut.


"Katakanlah nak,apa masalahmu,Papa tahu kamu sedang dalam situasi yang sulit, Papa bisa melihat dari mata dan wajahmu,jangan menutupi masalahmu hanya dengan diam, dan jangan melupakannya hanya dengan berminuman.anggap saja papa ini teman curhat mu dan papa akan membantumu"Nathan mengelus bahu Daniel dengan memberi semangat.

__ADS_1


Mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi dan untuk mengatakan yang sebenarnya tentang dia mencintai Dania dan tidak ingin menikah dengan Alina.


"Pa,sebenar nya aku..."


"Papa....Dokter Irma memanggil,dia inggin bertemu dengan papa"Dania datang di saat waktu yang tidak tepat dan membuat Daniel menghentikan ucapannya.


"Kita lanjutkan lagi nanti,papa ingin bertemu Dokter dulu"selepas kepergian Nathan dengan kasar Daniel mendorong Dania cat tembok menindih tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan,lepaskan aku!"Dania berusaha melepaskan diri namun da9n yang menguncinya dengan kuat bahkan wajah mereka sangat dekat.


"Aku yang seharusnya bertanya,apa yang kau lakukan? apakah sengaja menghentikan aku untuk mengatakan yang sebenarnya pada papa?"dengan penekanan dan tatapan tajam


"Aku tidak akan membiarkanmu mengatakan yang sebenarnya"


"Tapi kenapa!!!"suara Daniel mulai meninggi


"Apa sekarang kau takut menghadapi cintamu!! apa kau tidak memiliki keberanian untuk memperjuangkan perasaanmu?"


"Semuanya sudah terlambat, tidak ada yang bisa diperjuangkan lagi, kita sudah mengikat hubungan dengan orang lain,Kau harus mengerti itu"


"Tidak ada kata terlambat bagiku!! hubungan itu bisa diputuskan segera!!"


"Kau sungguh pria yang egois!! apa kau tidak memikirkan mama yang sedang sakit? keadaan Mama semakin memburuk mendengar semua ini"Dania bersikap tegas untuk meyakinkan Daniel tidak mengatakannya pada semua orang. dia tidak ingin menambah masalah di keluarganya lagi.


"Sekarang kau menyingkirlah dari tubuhku!"tubuh dan terhubung ke belakang akibat dorongan dunia yang keras


"Aggrrhhhhh"


Buukk Buukk Buukk


Daniel meninju tembok di depannya mengakibatkan tangannya memerah.rdia meluapkan seluruh emosi nya yang ada.asa sakit tidak dirasakan lagi oleh seorang Daniel putra Dirgantara.


di sudut lain Alina mengepalkan jemarinya menahan amarah melihat Daniel dan Daniel"lihat saja Dania, aku akan membuat rencana untuk memisahkanmu dari Daniel dan dari semua nya dengan segera.mereka akan membencimu dan mencampakkan seperti barang bekas"


.


.


.


.


"Kemana sih Johan,kenapa dia belum datang juga!!"menunggu dengan gelisah duduk seorang diri di cafe.tumben hari ini cafenya sangat ramai dari hari biasa nya.


"Mbak,Ini pesanan minumannya"

__ADS_1


"Oh iya terima kasih"Dania tersenyum dengan ramah tenggorokannya terasa kering menunggu Johan yang sangat lama datangnya,sudah setengah jam menunggu pria yang di tunggu juga belum datang.


"Apa dia terjebak dalam kemacetan? aku coba hubungi saja dia"Dania menyesap minuman nya melalui sedotan yang telah di sediakan dalam gelas nya


Tutt Tuty Tuty


Tidak ada jawaban ponselnya tidak aktif. Dania merasakan pusing di kepalanya terasa berat dan sakit.


"kenapa dengan kepalaku? rasanya pusing sekali"pandangannya semakin buram akhirnya dia pun tertidur di meja.


Dari kejauhan Alina bersama orang suruhan nya datang menghampiri meja yang diduduki Dania saat ini.Alina tersenyum puas melihat keadaan Dania tidak berdaya.


"Sekarang kau tau kan siapa yang paling hebat disini.sampai kapan pun kau tidak akan bisa menandingi ku,Dania!"dengan senyum iblis nya


"Cepat angkat dia!!"suruh Alina pada anak buahnya. pria itu melepas jaketnya lalu menutupi kepala Dania agar yang mengenal nya tidak akan tau kalo mereka sedang menculik Dania.


*****


Nathan membawa istri nya pulang ke rumah untuk dirawat di rumah saja. di rumah perlengkapan dan peralatan juga sama lengkap nya di rumah sakit,lagian Zhelia tidak ingin berlama tinggal di rumah sakit dia lebih tenang tinggal di rumah nya saja.karna rumah adalah tempat paling ternyaman.


Nathan memindahkan istri nya dari kursi roda ke tempat tidur dengan mengendong nya dan meletakan dengan pelan.


"Mas,Daniel dimana?"Tanya Zhelia yang masih memikirkan anak nya. Zhelia kembali cemas kalo Daniel tidak menepati janji nya untuk tinggal di rumah,jika sampai itu terjadi lebih baik dia mati saja dia menyayangi Daniel melebihi diri nya sendiri.


"Dia pergi,kata nya tadi ada urusan yang harus di selesaikan mati dia juga akan pulang,sekarang kamu istirahat aja jangan terlalu memikirkan putra kita dia itu bukan anak kecil lagi,dia sudah besar dan sebentar lagi dia akan menikah" terang Nathan menasehati Istri nya agar tidak terlalu mencemas kan anak mereka,Nathan tau Daniel tidak akan pernah mengecewakan diri nya dengan janji nya kepada mama nya karna Daniel orang yang bersifat teguh pada janji nya.


"Mas....."


"Ia sayang"


"Aku melihat dari wajah Daniel sepertinya dia tidak bahagia dengan pernikahan ini"dia menatap mata suaminya dengan dalam


"Maksud mu apa sayang"


"Apa mas tidak melihat di balik mata polosnya saat dia memandang.ada sesuatu yang ingin dia sampaikan kepada kita tapi,dia tampak ragu untuk mengungkapkannya.aku sangat tahu dengan sikap Daniel,jika dia sudah menyisihkan diri berarti ada sesuatu masalah yang telah mengganggu pikirannya.apa mas masih ingat waktu dia kecil sering di siksa oleh Hani,dia selalu mengurung diri di dalam kamar setelah pulang dari sekolah,bahkan aku menyapa nya saja dia hanya diam dan takut.hati ku mendadak tidak tenang begitupun juga hari ini,aku selalu merasa sesak di dada tapi aku tidak tau apa penyebab dada ku terasa sesak padahal aku tidak memiliki sesak nafas atau penyakit lain nya"


Nathan terdiam memikirkan ucapan istri nya barusan.dia juga ingat siang tadi saat Daniel menemui nya di ruangan nya Daniel tampak inggin menyampaikan sesuatu tapi keburu tidak jadi karna ada telpon dari Revan membawa kabar kalo mama nya masuk ke rumah sakit.dia juga mencium bau Alkohol dan asap rokok,itu sudah jelas menandakan bahwa Daniel memang ada masalah.


"Memang akhir-akhir ini Daniel terlihat berubah. dia menjauhkan dirinya dari kita dan menjadi pribadi yang pendiam"


"aku melihat ada begitu banyak beban di hidup putraku, bahkan aku belum pernah mendengar dia mencintai Alina. apakah keputusan kita adalah keputusan yang terbaik untuknya"


Nathan hanya diam,entah apa yang di pikirkan nya saat ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah guys setelah membaca terimakasih.....


__ADS_2