
Panggilan video Call Tersambung.
"Hallo,pa...maksud papa ngapain ngirim aku sama Dania ke bandara! apa yang papa rencanakan sebenar nya,kalo ini urusan pekerjaan kenapa nggak bilang langsung saja sama aku! tiba-tiba saja Junjie datang kesini dengan membawa barang-barang kami,apa papa mau mengusir ku dari rumah"Daniel terlihat gusar,sedikit pun dia tidak memberi waktu untuk Nathan menjelaskan maksud dan tujuan nya.dia benar-benar ingin marah sekali saat ini,kalo ada papa nya disini sekarang,pasti dia sudah memojokkan Nathan ke dinding.
Sikap mereka sebelas dua belas.
sedangkan Zhelia dan suami nya sudah tertawa melihat aksi Daniel yang begitu menghibur mereka dengan wajah kesal nya.mereka mengatawai Daniel yang telah salah paham kepada mereka.
"Kok kalian malah ketawa.apa benar kalian mau mengusir aku sama Dania,sehingga kamu tidak di bolehin pulang"
Kesal yang pertama masih ada,sekarang di tambah lagi dengan orang tua nya yang tertawa Tampa sebab,apakah ada yang lucu,sama sekali tidak bagi Daniel.
"Ma,jelaskan"tutur Nathan pada istri nya,karna dia sudah sakit perut akibat tertawa nya terlalu pecah.
"Kami tidak mengusir kalian dari rumah Daniel,kami mengirim Junjie dan Uti hanya untuk mengantarkan barang-barang keperluan kalian selama bulan madu"
"Hanny moon?"ulang Daniel
"Ia,Hanny moon...anggap saja ini kado pernikahan kalian dari mama dan papa.kami ingin kamu dan Dania menghabiskan waktu bersama,pulang nanti kami ingin mendengar kabar kalo kalian sudah memberi kami cucu, bersenang-senang lah kalian.yah..."
"Nggak secepat itu juga kali ma,tekdung nya"
"Pokok nya kalian bersenang-senang aja, oke!"Zhelia semangat sekali memberi dukungan buat anak-anak nya berliburan.dia ingin anak anak nya merasakan kebahagiaan menjadi pengantin baru,walaupun dulu dia tidak sempat berbulan madu bersama suami nya,dia tidak ingin hal itu sampai di alami anak anak nya.
"Tapi Pekerjaan ku bagaimana,tidak mungkin aku pergi begitu lama meninggalkan perusahaan"celetuk Daniel yang masih ingat sama tangung jawab nya dalam memimpin perusahaan besar.jika kursi Direktur kosong dengan waktu yang lama tidak bisa di pungkiri masalah besar akan terjadi.dan akan ada banyak orang yang munapik mengambil keuntungan di dalam kesempitan.
"Kalo itu kamu tidak usah di pikirkan,Daniel...kamu itu memperkerjakan orang,bukan bekerja dengan orang.papa akan menyuruh Bryan mengatasi semua nya,yang harus kamu fokuskan sekarang adalah berliburan lah bersama istri mu.sekalian ada pertemuan penting di sana, rekan-rekan papa ingin mengenal CEO baru Tara Gruop jadi kamu harus datang"
"Baiklah pa,terimakasih atas kejutan nya untuk kami"saut Daniel yang sangat senang mendapat hadiah dari orang tua nya.beruntung sekali dia di lahir kan oleh orang tua yang perhatian dan mengerti keadaan nya.
"Dimana Dania,mama ingin bicara dengan nya"ujar Zhelia yang dari tadi tidak melihat wujud anak perempuan nya itu.
"Ini dia,istri ku"saut Daniel merangkul istri nya lalu mengarahkan kamera nya.
"Hay MA"
"Bersenang-senang lah di sana yah nak,mama akan menunggu kepulangan kalian dengan kabar kamu sudah hamil"
"Ia Ma"senyum Dania cengegesan
__ADS_1
"Tenang aja Ma,setelah pulang dari Hannymoon nanti,aku pastikan Dania akan hamil,mungkin sekarang lagi di proses di perut nya dengan tembakan tadi malam"
Malu? tentu sangat lah malu bagi seorang Dania mendengar ucapan Daniel yang begitu fulgar di telinga nya,apalagi di dekat mereka sekarang ada dua mahkluk yang sedang menahan tawa agar tidak terlepas.dengan wajah merah begini mau tarok di mana coba,dia malu sekali dengan orang tua nya yang terus senyum-senyum.
Emang mulut nya nggak bisa di jaga
Dania membatin sangat kesal.
***
Di dalam mobil Daniel begitu heran melihat sikap istri nya yang acuh tak acuh bila di tanya dan di sentuh.Daniel tidak tau apakah dia telah melakukan kesalahan yang membuat bidadari nya ini mogok bicara.
"Kamu kenapa sih sayang"Daniel kembali bingung mendapat penolakan lagi dari Dania.
Istri nya hanya diam membuang muka,perang dingin di mulai.
"Aku tanya ini loh sayang,kamu kenapa sih,diam.di pegang juga marah"
"Mungkin Nona lagi puasa ngomong tuan"kata Uti yang coba memberi tau Daniel penyebab Dania diam.
"Nggak ada puasa ngomong,yang ada puasa makan,kamu ngerti!"sela Daniel dengan kesal.
Perlu di paksa,rupa nya
"Junjie, berhenti!"
Junjie menghentikan mobil nya
"Ia tuan muda"
"Putar balik,kita nggak jadi pergi"
"Jangan!!"sela Dania
"Kenapa jangan,putar balik saja,kita nggak jadi pergi"kekeh Daniel dengan menggoda istri nya agar dia berhenti dari diam nya itu dan bicara dengan nya.Daniel paling nggak suka melihat orang di sekitar nya bersikap dingin seperti itu.
"Aku kesal sama kamu By,ucapan kamu sama Mama tadi bikin aku malu banget.apa lagi ada Junjie sama Uti tadi,kamu nggak mikirin perasaan aku"ucap Dania lepas,dia tidak peduli lagi ada orang lain selain mereka berdua di dalam mobil.
"Oh....jadi karna itu kamu marah(Daniel merangkul Dania kepelukan nya, mendaratkan kecupan singkat di dahi nya) aku minta maaf yah jika kata-kata ku tadi buat kamu malu,soal nya mama sama papa ngomongin itu terus,padahal baru sehari menikah udah minta cucu jadi aku ia iakan saja,lagi pula memang benar kan benih ku ini sudah tertanam disini"menyentuh perut Dania.Bisik Daniel di ujung kalimat nya yang membuat mereka tersenyum.
__ADS_1
"Kita jadi pergi?"
"Ia"Dania meng-anguk
"Tapi janji dulu,jangan gitu lagi di depan orang tua kita"Dania menatap lekat netra suami nya dengan pandangan yang serius.
"Ia, bidadari ku...aku janji"Daniel menempelkan bibir mereka hanya sebentar.
Melihat fenomenal itu,Uti jadi kasmaran sendiri melihat adegan romatis taun muda Dan Nona muda nya.sedangkan Bodyguard ganteng kesayangan Daniel hanya membuang muka, pura-pura tidak menyadari kejadian itu.
"Ih.... romantis bangat...Uti pengen juga di cium sama babang ganteng Uti"
Uti membatin senang melihat ke arah Junjie.
***
Mereka sudah sampai di Bandara seokarno Hatta menuju kota Singapura,walaupun liburan nya cuma dekat,di negeri tetangga.tidak masalah,asalkan mereka dapat liburan dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan dan merasa lelah.jauh dari kota maka jauh dari masalah.wisata disana tak kalah indah nya di negeri-negeri lain.
"Nona,selamat bersenang-senang yah,disana...jangan lupain Uti nanti kali sudah sampai,doain nanti Uti bakal Hannymoon bersama babang ganteng Uti"seru kocak Uti mengobrol dengan Dania yang pesawat nya mau berangkat.
"Ia Uti,nanti aku doain yah"
Dania sosok wanita yang sangat baik, sopan dan ramah.semua orang yang mengenal nya tidak pernah merasa disakiti atau pun di benci.semua pelayan di rumah Dirgantara menyukai Dania,dia sosok manusia yang berhati lapang,pandai bergaul,tidak memilih kasta dalam berteman,menghargai siapapun itu.
Suara Operator di bandara telah berbunyi.bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera berangkat.Mendengar hal itu,Junjie menunduk kepala nya setelah mereka mengobrol berdua.
"Selamat jalan tuan muda,nikmati lah Hannymoon anda dengan bahagia"
"Tentu..."balas Daniel dengan senyum lebar nya.
"Ayo sayang,kita pergi sekarang"Daniel membawa koper istri nya dan juga milik nya.
"Hati-hati yah,Nona"
"Ia Uti"
Uti melambaikan tangan nya,Dania membalas lambaian nya.saking senang nya Uti,wanita itu tak sengaja memegang lengan Junjie yang sedang berdiri di sebelah nya.
"Ekhem...."
__ADS_1
Uti terkejut,dia melepaskan tangan nya bersikap salah tingkah"Hehe....maaf,mas junjie ganteng"