
"Udah sampai ya kita"Dania menjawab ucapan Daniel setelah mereka berdua berhenti.
"Boleh aku buka sekarang?"Dania hendak melepaskan penutup matanya karena sudah tidak sabar ingin melihat kejutan untuknya yang telah disiapkan oleh Daniel.
"Tunggu! biar aku yang membukanya"cegah Daniel dengan cepat karena dia tidak ingin Dania membukanya, Daniel berdiri di belakang Dania dan memegang ikatan kain merahnya.
"Dalam hitungan ketiga,kamu boleh membuka mata mu,setuju?"
"Baiklah"Dania benar-benar sudah tidak sabar melihat kejutan yang akan ia lihat.
Satu.....
Dua......
Ti....gaaa.....
Dania membuka matanya perlahan, dia terdiam melihat pemandangan di sekelilingnya terlihat gelap, tidak ada sesuatu yang indah wanita itu mulai cemberut.
"Daniel,apa ini,apa yang ingin kau tunjukkan padaku!"dia bertanya karena kebingungan sementara Daniel pria itu malah tersenyum lebar ke arahnya.
"Tunggu sebentar"setelah mengatakan itu Daniel merongoh ponsel dalam saku celananya dan menelpon seseorang.
"lakukan sekarang"
Setelah memberi perintah melalui telepon. sekejap mata tempat itu dinyalakan oleh lampu perkotaan yang berangsur-angsur menjadi sebuah kata I love you,
Dania terkesima, bibirnya melengkung menjadi sebuah senyuman,kenapa bisa ada lampu yang menyala seperti itu,bagaimana caranya Daniel membuat semua ini menjadi sangat indah, juju, Dania sangat menyukainya, belum pernah ia melihat seperti ini seumur hidupnya Dania tidak bisa berkata apa-apa karena mulutnya sudah dibungkam oleh rasa Haru dan bahagia.
Semua ini pasti membutuhkan biaya yang sangat besar.Daniel tidak memperdulikan isi dompetnya berkurang untuk menyiapkan segalanya, yang terpenting baginya adalah bagaimana cara membahagiakan Dania akan dia lakukan,bahkan sampai kering pun isi dompet dia akan sanggup, yang terpenting adalah melihat sebuah senyuman dari wajah wanita yang ia cintai.
"I love you "bisik Daniel di telinga Dania yang membuat wanita itu terkejut.
__ADS_1
"Terima kasih Daniel,ini semua sangat indah"Dania menghambur di pelukan Daniel memeluknya dengan erat,dia sangat bahagia sekali karna Daniel sangat romantis, semakin sulit untuknya melupakan Daniel karena setiap harinya pria itu terus menumbuhi benih-benih cinta dalam hatinya.
"Kamu menyukai kejutan dariku"
"iya aku sangat suka.....terima kasih banyak"
"Aku punya satu kejutan lagi untuk mu"Daniel melepaskan pelukan nya dan menatap Dania dengan penuh cinta.
"Apa itu?"girang Dania yang sudah tak sabar melihat kejutan kedua.
Daniel mengeluarkan sebuah kotak beludru warna hitam,dia mengambil kotak tersebut dan mengambil benda yang ada di dalam nya.
Sebuah kalung cantik berhuruf "D" bersinar saat Dania menatap nya.
"Aku pasang kan yah"
Dania mengangguk,setelah dapat ijin Daniel berdiri di belakang Dania dan memasangkan kalung berbuah "D" itu.
"Terima kasih Daniel,aku sangat menyukai pemberian darimu ini, aku akan menjaga dan merawatnya sebagaimana aku menjaga cinta kita berdua"dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam,Dania sangat terharu sekali sampai matanya berkaca-kaca.
Cup
Mengecup sekilas bibir Daniel Dan tersenyum.
Daniel ikut bahagia melihat wanita yang ia cintai bahagia di samping nya,dia berjanji pada diri sendiri akan membahagiakan Dania walaupun harus mengorbankan nyawa nya sekalipun,membelai kepala Dania dengan sayang dan memberikan ciuman manis di dahi nya.
"Terimakasih sayang,kamu sudah bersiap menjaga pemberian dari ku dan menjaga cinta kita,agar cinta kita bersemi dan abadi selama nya"
"Ia Daniel,aku berjanji akan menjaga semua yang kau berikan pada ku"
"Kamu tau nggak maksud dari huruf "D" ini"Daniel menyentuh kalung yang sudah terpasang cantik di leher Dania.
__ADS_1
"Tahu! ini awal nama huruf aku Dania"
"Jawabanmu salah"tugas Daniel dengan cepat
"Lalu apa"memicingkan mata nya, dia merasa jawabannya itu benar,masuk akal kan huruf D itu adalah awal nama hurufnya, Lalu kenapa jawabannya salah,dasar aneh.
"Huruf D itu adalah nama aku,Daniel"
"Huruf awal aku juga D, Dania juga kan?"jawab nya yang tak mau kalah.
"tapi aku yang memberikannya padamu jadi harus nama aku"Daniel mencubit pipi Dania karna gemes melihat wanita itu keras kepala juga.
Dania menepis tangan Daniel Karna merasa sakit di pipi nya.
"Kan aku yang pake,semua orang yang melihat akan mengira kalo ini nama aku,bukan nama kamu"
perdebatan kecil terjadi lagi di antara mereka berdua,hal sepele pun di jadi besar besaran,sudah pacaran masih saja bertengkar dan slalu meributkan hal yang tidak perlu,mereka yang tak mau ngalah Ahir nya merusak suasana romantis yang telah mereka lakukan tadi,
"Hahaha..... aku hanya menggodamu saja, kalung itu adalah lambang cinta Kita, namaku namamu telah bergabung di dalam huruf itu. kalung itu adalah simbol dari cinta kita, dia akan mempersatukan dua perasaan yang saling mencintai yaitu aku dan kamu, Aku ingin cinta kita semakin hari semakin tumbuh menjadi gunung yang sangat besar, supaya kita tidak bisa dipisahkan"
Daniel membalikkan tubuh Dania menghadap ke depan,dia pun memeluk pinggang Dania dari belakang,meletakkan dagunya di bahu Dania juga memeluk dengan erat.Dania menyandarkan tubuhnya dengan nyaman pada dada Daniel bidang itu, juga mengusap tangan Daniel yang berada di atas pinggangnya dan tersenyum melihat ke arah perkotaan yang terlihat indah dengan lampu nya.
lampu yang bertulis kata I love you tadi sudah hilang, lampunya sekarang sudah kembali normal seperti biasa, tapi tetap indah dipandang.
"I love you Dania"
"I love you too Daniel"
Kalung yang di berikan oleh Daniel
__ADS_1