
Seorang pelayan muda yang bernama Uti bergegas memanggil Nona Dania atas perintah dari sang nyonya besar,pucuk di cinta ulam pun tiba,Tampa mencari Uti langsung bertemu Dania saat wanita itu hendak turun tangga.
"Eh,kebetulan bertemu Nona disini"
"Kenapa emang nya"jawab Dania dengan dahi berkerut.
"Nyonya Zhelia memanggil Nona,dia ada di ruangan kerja tuan besar"Uti berbisik ke telinga Dania,wanita itu terkejut kenapa mendadak Zhelia memanggil nya di ruangan kerja papa,apakah ada sesuatu yang ingin di sampaikan.kenapa harus di ruangan Nathan,apa ada hal yang penting.
Dia bahkan tidak protes saat Uti berbisik di telinga nya,padahal pelayan itu bisa bicara biasa-biasa saja toh nggak ada juga yang dengar,hanya mereka berdua disini.
"Baiklah,aku akan kesana"
Dania mengetuk pintu kayu jati itu dengan pelan,dia masuk setelah di buka oleh pelayan.Dania jadi Gerogi,jantung nya berdegup dengan kencang saat dia melihat mama dan papa nya tengah menatapnya.
"Ayo,duduk dulu Dania"Perintah Zhelia yang langsung di turuti.
Dania menatap orang tua nya secara bergantian,apakah dia telah melakukan kesalahan sehingga di panggil kesini,Dia bahkan tidak berani bertanya.
"Apa kamu tau kenapa kamu di panggil kesini?"Nathan membuka suara nya
"Tidak"jawab Dania dengan elegan kepala.
"Tadi,papa dapat telpon dari rumah kamu.kata nya Opa mu sedang sakit,dia terus menyebut nama kamu,seperti nya tuan Cristian ingin bertemu dengan mu Dania"Nathan menatap Dania yang hanya diam saja.
"Dania,papa bertanya! Apa kamu mau bertemu dengan kakek mu"
"Tidak...aku tidak mau bertemu dengan nya.apa yang sudah dia lakukan terhadap orang tua ku,aku tidak bisa terima dan aku tidak mau memaafkan kesalahannya"seru Dania yang mulai menanggis.dia belum siap bertemu sang kakek.melihat wajah Opa nya kenangan lama teringat kembali saat dia menyaksikan kedua orang tua nya menanggis.tidak mudah bagi Dania memaafkan kesalahan Opa nya di masa lalu.
"Nak,tidak boleh begitu! dia itu kakek mu.maafkan lah dia"Zhelia menyentuh pundak putri nya yang saat ini sedang rapuh.dia tau betul bagaimana rasa nya penghianatan yang orang lain berikan kepada kita,bahkan orang itu keluarga kita sendiri.
"Nggak ma,pa.aku tidak bisa,dan aku tidak mau bertemu dengan nya"dengan hati yang keras dan dendam,Dania meninggalkan ruangan Nathan dengan berlari.dia bahkan tidak menyadari suami nya di depan pintu ruangan Nathan.
__ADS_1
Daniel terkejut melihat istri nya sedang menangis berlari menuju atas.isi kepala nya bertanya-tanya siapakah yang telah berani membuat istri nya menaggis.
"Pa,Ma!...kenapa istri ku...kenapa dia menanggis.bisakah kalian menjelaskan nya kepada ku?"dengan nada maksa Daniel bertanya pada orang tua nya.dia tidak bisa mengontrol emosi nya jika menyangkut tentang istri nya.
"Papa hanya mengatakan jika tuan Cristian saat ini sedang sakit,dia ingin bertemu dengan Dania,papa hanya bilang apakah dia mau bertemu dengan Opa nya atau tidak itu saja"
"Jangan paksa kalo dia tidak mau pa,Dania masih marah kepada keluarga nya,seharusnya kita tidak memaksa dia saat ini.mengingat perbuatan tuan Cristian terhadap orang tua nya itu membuat Istri ku marah sekali"Daniel meminta kepada orang tua nya jangan terlalu ikut campur dalam urusan keluarga istri nya.bukan nya Daniel marah Dania menanggis karna permintaan papa nya,tapi dia tidak ingin melihat istri nya terbebani,banyak pikiran.bahkan selama ini dia diam saja,tidak mau membahas tentang keluarga nya di depan istri nya.karna Daniel tau Dania itu wanita yang mudah rapuh dan menanggis.
"Papa tidak memaksa Daniel,papa hanya memberi tau"Nathan membalas ucapan putra nya sedikit tegas.dia tidak bermaksud membuat Dania menangis seperti tadi,niat nya sangat baik memberi kabar kalo Opa nya sedang sakit itu saja.
***
Zhelia melihat Dania duduk melamun di balkon kamar.melihat anak sekaligus menantu nya seperti itu membuat hati keibuan Zhelia ikut menangis.dia pun mendekat,berusaha untuk bicara.
"Waktu aku muda dulu seperti kamu,aku juga pernah di sakiti oleh keluarga dan itu adalah Ibu kandung ku sendiri.dia juga melakukan kesalahan yang tidak bisa ku maafkan sampai aku tidak ingin bertemu dengan nya.tapi,setelah di pikir-pikir dia itu ibu ku,dia yang telah melahirkan ku ke dunia ini.dia yang mempertaruhkan nyawa nya demi memberi ku kehidupan di Dunia ini.jika karna bukan dia,mungkin aku tidak dapat melihat Dunia yang indah ini.aku berusaha melupakan kesalahan nya dan mencoba untuk memaaf,karna dendam itu tidak ada guna nya.
semua manusia di muka bumi ini memiliki kekurangan dan kehilapan.kebaikan datang nya dari Tuhan keburukan datang nya dari kita,jadi,tidak ada manusia yang sempurna yang tak lepas dari kesalahan di dalam hidup.begitupun tuan Cristian,kesalahan yang dia lakukan di masa lalu mungkin sekarang dia sudah menyadari nya,dia pasti menyesal karna telah mengusir orang tua mu dari rumah nya.Mama yakin dia pasti sudah meminta maaf kepada orang tua mu.kita harus memaafkan kesalahan orang tua kita sebelum mereka tiada Dania,jangan sampai kamu menyesal nanti nya karna tidak memaafkan di waktu dia masih hidup.bagaimanapun juga dia itu kakek kamu,dialah satu-satunya keluarga yang masih kamu punya saat ini, jangan sampai kamu menjadi orang yang jahat karna tidak mau maafkan nya.
"Mama...."
"Ada hikmah di balik semua ini sayang.jika kakek mu tidak mengusir kalian dari rumah nya mungkin kita tidak akan bisa bertemu,dan kamu tidak akan pernah menjadi anak mama,ia kan?"
Dania meng-angukan kepala nya.beruntung sekali dia di besarkan oleh wanita baik seperti Zhelia,orang yang tidak pernah menuntut akan jasa nya selama ini telah merawat nya.
***
"Daniel,antarkan istri mu kerumah nya,dia ingin bertemu dengan kakek nya"
"Benar apa yang mama katakan"Daniel berdiri dari duduk nya.sedari tadi dia bersama sang papa tengah menunggu sang mama berbicara empat mata pada istri nya.
Mereka yakin Dania pasti akan mendengarkan ucapan Zhelia.
__ADS_1
"Benar sayang,kamu ingin menemui Opa?"Daniel bertanya pada istri nya,apakah dia benar benar ingin bertemu atau hanya ucapan mama nya saja.
"Ia By,aku mau lihat Opa,dia lagi sakit sekarang"
"Baiklah,kalo kamu mau,kita akan pergi sekarang.tunggu aku ke kamar dulu ambil kunci mobil"Daniel berlari menuju lantai tiga di kamr mereka.
"Terimakasih Nak,kamu sudah mau menemui kakek mu"ujar Nathan yang terlihat senang dengan keputusan Dania yang sudah tepat.dia ingin menyatukan seorang kakek yang selama ini merindukan cucu nya,karna itu adalah tugas Nathan.mempersatukan kembali hubungan mereka agar membaik.
"Kenapa papa harus berterima kasih..."
"Tidak apa-apa Dania,karna selama ini tuan Cristian sangat merindukan mu"
Dania menatap Nathan dengan heran,terlihat dari aura wajah nya ada sesuatu yang papa nya ketahui.
"Ayo sayang kita pergi"Daniel kembali lengkap dengan baju yang sudah ia ganti.
"Kamu pergi dulu Ma Pa"
"Kalian hati-hati di jalan"
"Baik Ma"
BERSAMBUNG
**Hay kakak ku yang manis-manis,gimana kabar kalian semua,saya berharap sangat baik yah.Saya Do'a kan semoga kakak2 semua selalu sehat.
Masih ikuti alur cerita nya nggak nih... atau sudah bosan dan pergi.
Terus ikuti kisah nya yah,karna beberapa episode lagi insallah cerita nya bakal End.mohon dukungan dari kalian semua yang singah di lapak EBYzana.satu dukungan sangat bermakna bagi author apalagi banyak,yuk dukung author dalam berkarya agar lebih semangat menciftakan karya-karya yang bagus,cara nya like komen gif hadiah star.
Terimakasih**......___••___
__ADS_1