
Setelah pulang dari jalan-jalan tadi sekarang mereka berada di apartemen milik Daniel, bukannya pulang ke rumah Daniel malah membawa Dania ke apartemennya.
Selesai mandi Di Dania merasa gugup juga grogi, karena ini adalah kali pertamanya ia bersama seorang laki-laki berduaan di rumah, numpang mandi lagi,kalo tadi dia tidak terpeleset di tempat kumuh dia tidak akan sudi mandi malam ini,berdiri di depan cermin dengan sudah memakai baju mandi serta handuk yang melilit di kepalanya.
"Dania....apakah sudah selesai....cepatlah keluar..."jerit Daniel dari luar terdengar sampai ke dalam kamar mandi, membuat Dania terkejut dan semakin gugup,kakinya berat sekali untuk melangkah keluar.
"Ah iya sebentar"Daniel merapatkan baju atasannya tak lupa iya merilekskan dirinya sebelum keluar dari kamar mandi, mengambil nafas pelan-pelan dan di keluarkan.
Dania berjalan sangat pelan,menghampiri Daniel yang berdiri di sudut tempat tidur sambil memilih piyama, merasakan keberadaan Dania setelah datang di sampingnya, menatap wanita itu dari kepala sampai ujung kaki, Baru kali ini dia melihat penampilan Dania setelah mandi.
Daniel menatap air yang mengalir indah di pipi hingga turun ke leher menelusuri dada putih dan jatuh di balik baju mandinya, Daniel menelan ludahnya kasar akibat menghayati air yang tersembunyi di balik kain putih yang tebal itu.
"kenapa kamu tetap seperti itu"ujar Dania melihat tatapan Daniel yang terlihat berbeda dai tatapan biasa.
Dani tersadar dari lamunannya.
"Ah tidak.....ini, pakailah piyama ini,ternyata masih ada juga barang Mama yang tinggal disini"Daniel mengulurkan piyama polos berwarna pink peach, Dania pun meraihnya.
"Aku keluar dulu,kau gantilah bajumu"Daniel melangkah dan menggarukkan kepalanya yang tak gatal,dirinya akan semakin tegang kalau berlama-lama di sana,dia tidak tahan melihat penampilan Dania yang sudah siap memangil nafsu birahinya, sebelum semua itu terjadi lebih baik dia pergi.
Dania sudah memakai piyama yang diberikan Daniel kepadanya tadi, saat dia hendak membuka pintu kamar Daniel pun masuk dan membuat mereka terkejut.
"Kak mau ke mana"tanya Daniel
"Aku mau tidur di kamar bawah"
"Tidak perlu,kau tidur saja di sini bersamaku"Daniel mengunci pintu kamar dengan senyum jahilnya, Dia mendekati Dania yang terus mundur ke belakang serta menatap Daniel dengan kewaspadaan nya.
__ADS_1
"Apa.....kau jangan gila Daneil,aku tidak mau tidur bersamamu,kita belum ada hubungan pernikahan"Dania sangat gugup,sementara Daniel terus mendekatinya sampai ke tepi tempat tidur,dia takut sekali,apalagi tidak ada orang lain selain mereka berdua di ruangan ini.
"kenapa harus menunggu ada hubungan pernikahan, tanpa itu kita juga bisa tidak bersama,lagi pula kita saling mencintai dan sudah berjanji sehidup semati, nanti,kita juga akan menikah,benar kan"Daniel mengedipkan matanya sambil tersenyum penuh maksud, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Dania sambil menggerakkan terus alisnya ke atas ke bawah dengan menggoda.
"Daniel,jangan macam-macam denganku,Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan apapun padaku"Dania berbicara dengan tegas sambil mengangkat jari telunjuknya memperingati Daniel jangan berbuat macam-macam padanya,mata nya juga melotot tajam,tingkah Daniel benar-benar membuatnya takut, kakinya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi karena sudah bertubrukan dengan tempat tidur.
"Ayolah Dania....kau jangan takut,aku tidak akan menyakitimu"Daniel mengurung Dania dalam dekapannya yang erat,Dania meronta-ronta berusaha untuk lepas dari dekapan yang tidak ia sukai, jantungnya berdegup sangat kencang karena tingkah Daniel yang membuatnya sangat cemas.
keseimbangan tidak bisa ditahan lagi karena rontaan Dania yang sangat kuat,apalagi posisi mereka agak miring ke tempat tidur, Daniel menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas ranjang yang luas dan hangat, mereka terdiam membisu menatap satu sama lain,tubuh mereka juga saling terhimpit,Dania tidak bisa bergerak karna tubuh nya serasa terhimpit oleh gajah besar,bergerak saja susah.
Daniel berniat mencium Dania,sedangkan wanita itu memejamkan mata nya dengan keras,Daniel memperhatikan seluruh lekuk-lekuk wajah Dania yang terlihat kaku dan takut,pria itu tersenyum karna kekasih nya sangat polos sekali,di dekati seperti ini saja nyali nya sudah menciut,sudah saling lama mengenal masih saja malu-malu,Daniel semakin percaya jika Dania belum pernah menjalin hubungan dengan pria lain sebelum nya,benar benar wanita yang hebat,bisa menjaga diri dari apapun,sekilas dia merasa berdosa sekali karna telah melakukan hal-hal yang tidak baik kepada nya,mau gimana lagi dia sangat mencintai gadis itu,sehingga diri nya tidak bisa di kendali,dia sudah tidak sabar ingin menikahi nya dan bercinta dengan nya.
Hampir setiap malam nya Daniel menghayal melakukan hal hal yang romantis bersama Dania,makan bersama,jalan jalan bersama,bercinta bersama,bahkan dia juga menghayal sangat jauh sekali memiliki banyak anak dan hidup bahagia dengan keluarga kecil nya.
"Puuuuffff.....hahahah......"Daniel tertawa lepas mengguling guling kan badan nya di kasur sambil memegang perut nya yang sakit karna tertawa. Dania membuka matanya lebar-lebar melihat ke arah Daniel dengan tatapan kesal juga marah dalam hati.
"Dasar nyebelin......kamu membuatku kesal,rasakan ini,rasakan.....ih ih ih"
Buk
Buk
Buk
Buk
"Aw...Aw...Dania hentikan,sakit....."Daniel meringis kesakitan padahal rasa nya tidak sesakit itu.
__ADS_1
"Ini adalah pelajaran untuk mu,karna kau telah berani mengangu ku,kau selalu membuat aku kesal dan marah Daniel"Dania terus memukul Daniel dengan sekuat tenaganya, saat ini dia benar-benar marah sekali, ingin sekali dia melempar pria ini dari atas gedung apartemennya.
Daniel merebut bantal yang di pegang Dania untuk memukul nya,dia melempar bantal itu dan menindih tubuh Dania.
"Bagun...awas kau, jangan berada di atas ku!"mendorong dada besar itu agar menyingkir dari atas nya,Dania merasa sesak sekali karna Daniel begitu menghimpit badan nya, ternyata sia sia saja,karena tubuh Daniel lebih besar dari pada kekuatan nya yang kecil.
"Tenanglah,Aku tidak akan melakukan apapun padamu.Aku tidak akan melakukannya sebelum mendapat izin darimu, karena aku adalah pria sejati,aku tidak pernah akan memaksakan kehendak ku,walaupun aku menginginkannya, Aku sangat mencintaimu...dan aku tidak akan berani menyakitimu, Aku tidak akan membuatmu sedih karena telah dinodai, aku masih punya moral dan etika, Aku tidak akan melakukannya sebelum kamu memberiku izin,percayalah padaku.... kau bisa memegang janjiku"
Perasaan lega,bangga,juga terharu.semua nya menjadi satu,Dania tidak menyangka kalo Daniel akan mengatakan itu,dia tidak seperti pria lainnya yang di mana selalu memaksa wanitanya untuk melakukan hubungan badan. demi mendapatkan apa yang mereka inginkan,mereka merayu dengan harta yang berlimpah kemewahan yang megah serta pasilitas yang Fantastis untuk menjebak supaya wanitanya terperangkap Dalam rayuan buayanya itu.
karena lama merantau di negeri orang,bergelumunan dengan para wanita-wanita seksi,negara yang bebas melakukan apapun Tampa undang undang yang melarang melakukan apa yang mereka ingin kan,Dania mengira kalo Daniel memang seperti pria-pria yang ada di tv (bercinta dengan banyak nya wanita di hotel maupun di Club)serta gosip-gosip yang pernah ia dengar kan melalui teman-teman nya,banyak nya wanita yang terjerat oleh harta dan ketampanan mereka,sebab itu lah Dania menjauhi kaum lelaki dan tidak ingin mendekati nya.
Nyata tidak seperti itu,dia bahkan sangat beruntung di cintai oleh pria yang sangat menghargai keputusan nya dan menjaga martabat keluarga serta kehormatan nya. begitu banyak gagak hitam di dunia ini,masih ada juga gagak yang putih.dia tidak melakukan keinginannya dengan paksa, jarang sekali menemukan orang seperti Daniel, jika orang lain di posisinya pasti mereka tidak akan melewati kesempatan emas ini.
Kata-kata baik terdengar dari mulut kekasih nya membuat hati wanita itu menghangat. dia semakin mencintai pria yang ada di atasnya saat ini, cinta yang besar membuatnya sangat takut kehilangan dan berpisah, dia berharap jika Daniel lah laki-laki yang akan menjadi imamnya sampai akhir hayatnya, menjaganya dikala waktu sakit, membimbingnya di kala waktu sulit, bersiap pasang badan di kala waktu dia membutuhkan, Dania benar-benar menginginkan pria yang seperti itu menjaga mencintai, bertanggung jawab dan menyayanginya sepenuh hati, semoga keputusannya tidak salah dalam menjadikan Daniel tambatan hatinya.
tangannya menangkap kedua pipi Daniel dan menempelkan bibir mereka, Daniel hanya diam menerima sajian dari Dania yang lebih dahulu menciumi nya, bahkan dia juga ******* bibir dan bergantian,rasa cinta dan hasrat menuntun Dania untuk melakukan nya, menggigit kecil bibir Daniel agar mulutnya dibuka supaya Dania lebih leluasa mengekspos segala yang ada di dalamnya, Daniel hanya diam dia ingin mengetes seberapa kuatnya dia memancingnya, Daniel melihat mata Dania yang terpejam,sudut mata nya mengeluarkan air bening,Daniel tidak tau kenapa Dania menangis saat mereka sedang berciuman,seharusnya dia bahagia menikmati ini,Apakah ada sesuatu yang menganjal di hati nya.
Dania berhasil membuka mulut Daniel dan lidah nya bernari-nari di dalam rongga nya karna Daniel sudah lengah.
Daniel terkejut dengan reaksi Dania yang berbeda dari biasa nya.biasa nya dia hanya diam menikmati ciuman yang Daniel berikan,tapi sekarang malah dia yang jadi pemandu nya saat ini dan membuat Daniel terkesan.
Dari manakah Dania belajar mencium seperti ini.tidak ada yang di tunggu,Daniel membalas ciuman Dania dengan ciuman panas nya.menghis*ap habis sudut bibir kekasih nya sampai dahaga nya terasa basah,tangan Daniel bergerak menghapus air mata sang kekasih yang terus saja mengalir deras.
"Aku mencintaimu Dania,kau adalah milik ku,dan aku adalah milik mu"
Setelah mengatakan itu,Daniel kembali memungut bibir yang telah menjadi candu bagi nya.
__ADS_1
Jangan lupa like setelah baca yah guys.....