
Di ruang pertemuan pribadi,Mereka berempat,Nathan Zhelia Daniel dan Kayros.Daniel menceritakan kepada mereka apa yang siang tadi dia dengar dari istri nya.Nathan tampak marah sekali,lagi-lagi Carlos membuat masalah yang membuat nya semakin ingin menghajar pria jahat itu.
"Kali ini,tidak akan aku biarkan Carlos membuat masalah atau menyakiti Dania.Daniel,besok pagi kamu harus menjemput Dania di sana.papa khawatir sekali jika Carlos berbuat macam kepada nya"Nathan gelisah bukan karna dia takut pada Carlos,melainkan khawatir jika Dania di apa apain.
"Ia pa,besok pagi aku akan kesana menjemput Dania"
"Nanti aku akan menelpon tuan Cristian,untuk memastikan keadaan Dania di sana,sebaik nya kalian kembali lah ke kamar,beristirahat"
Daniel dan Kayros pamit pergi dari sana.hanya tinggal mereka berdua kembali mendiskusikan masalah yang menyangkut nyawa Dania.
"Apakah kehadiran Dania meresahkan bagi Carlos?"tanya Zhelia yang selama ini penasaran.
"Tentu,sayang.Carlos ingin menjadi pemimpin satu-satunya CA Company,begitupun dengan harta tuan Albert,dia ingin menjadi penguasa,karna dia tau Dania adalah pewaris satu-satunya yang akan meneruskan CA Company di masa depan.tuan Albert tidak pernah menunjuk Carlos sebagai prisiden di CA Company,cuma dia sendirilah yang mengangkat diri nya dengan membuat surat palsu.bodoh nya para investor yang bekerja dengan tuan Albert percaya begitu saja dengan ada nya cap jempol tuan Albert tertempel sebagai mengutuskan Carlos sebagai pengurus baru"
"Dari mana kamu tau mas,kok aku baru tau sekarang yah. jangan jangan kamu merahasiakan ini dari ku"Zhelia menatap suami nya dengan tatapan tajam danencuriga kan.
Nathan berdehem sambil membenahi duduk nya, siap siap kena amukan istri nya.
"Ia sayang,maaf.aku tidak memberi tau kamu tentang itu,bukan maksud aku menyembunyikan ini dari mu,tapi aku takut kamu memberi tu kepada Dania,karna aku dan tuan Albert telah sepakat untuk mengatakan di waktu yang tepat"Nathan merapatkan duduk nya memegang pingang sang istri,berusaha merayu agar dia tidak terperangkap dalam sangkar harimau putih yang sedang mengamuk.
Dengan kesal nya Zhelia menlepaskan tangan Nathan dari pinggang nya,kemudian mengeser duduk nya hingga berjarak.
"Sudah lebih dari dua puluh tahun kita menikah,apa kamu belum bisa percaya sama aku! sehingga rahasia besar ini kamu' sembunyikan dari ku ,mas.kamu anggap aku ini apa buat kamu"
Terlihat jelas api kemarahan di wajah sang istri membuat Nathan merasa bersalah karna telah menyembunyikan rahasia ini pada istri nya.melihat kekecewaan yang begitu besar,Nathan menyesal.sebaik nya dia menceritakan ini sejak lama,tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur,waktu yang telah berlalu tidak bisa di ulang kembali.
"Sayang...maafkan aku yah...aku benar-benar minta maaf,kamu segala nya bagi ku,kamu hidup ku,kamu cinta ku,kamu ibu dari anak-anakku,siapa bilang aku tidak mempercayai mu,justru aku lebih percaya sama kamu di Banding diri ku sendiri,aku hanya tidak ingin menambah beban pikiran mu saja apalagi menyangkut kehidupan anak-anak kita"Nathan berusaha menenangkan istri nya denga kata kata yang lembut,agar hati istri nya kembali tenang dan tidak marah-marah lagi.bahaya kalo istri nya sampai ngambek beneran,bakal tidur terpisah mereka selama seminggu lebih,Nathan tidak ingin itu terjadi.
***
Lewat pukul 12 malam,Daniel belum juga bisa tidur.dia teringat akan istri nya yang sedang bermalam di rumah Opa.Daniel menatap tempat tidur di sebelah nya dengan hampa.dia mencoba menelpon tapi tidak di angkat,biasa nya jam segini Dania sudah tidur.dia menutup leptop nya lalu menyelimuti tubuh nya dan berusaha untuk tidur,tetap saja mata nya tidak bisa di pejamkan.hal seperti ini yang membuat diri nya sangat prustasi,mana si adek kecil pengen nya minta di manja manjain,menyesal tadi dia mengijinkan Dania tidur di rumah Opa nya,sekarang dia yang tersiksa.
Jam Dua Daniel masih terjaga,dia belum bisa menutup mata untuk tidur,malam ini adalah malam paling terpanjang bagi nya selama menikah.
Buruk sekali.
***
pagi-pagi sekali Daniel sudah siap dengan stelan kerja nya dan turun ke bawah.dia menyempatkan diri dulu untuk membuat kopi sebelum berangkat,karna dia merasa sangat ngantuk sekali akibat semalam kurang tidur.
Zhelia yang baru keluar dari dapur melihat putra sulung nya sedang mengaduk kopi dalam gelas.
__ADS_1
"Daniel,kenapa nggak bilang sama mama kalo kamu mau kopi,mama bisa menyiapkan untuk kamu"
"Nggak papa Ma,ini sudah selesai kok"perlahan dia menyerup kopi yang sedikit pahit itu.
"Pagi-pagi sekali,mau kemana?"tanya Zhelia penasaran.biasa nya jam delapan baru anak nya turun untuk sarapan.apalagi kalo pagi susah di bangunin.
"Aku mau jemput Dania,setelah itu kekantor,semalam aku nggak bisa tidur sampai pagi,makanya sekarang ngantuk nya datang"
"Mama ambilkan sarapan dulu buat kamu yah"
Setelah selesai sarapan Daniel pamit pergi pada sang mama.
"Ma,aku pergi dulu"
"Hati-hati yah,di jalan"
"Ia Ma..."
***
"Tlilit..."Daniel mengangkat pangilan dari Bryan.
"Lo cepat datang ke kantor yah,jam delapan kita mulai miting nya"
"Jam delapan? itu pagi sekali Bry,bukan nya mulai jam sembilan"Daniel terkejut mendengar jadwal miting di percepatkan.
"Mana ada jam sembilan,jam delapan yah...kamu aja yang lupa,udah ah nggak usah banyak cerewet Lo,cepat datang kekantor"
"Gue mau jemput Dania nih,gue udah di jalan menuju rumah Opa Albert"
"Bukan nya kemarin Lo jemput istri Lo yah, pagi-pagi begini Lo jemput lagi"Suara Bryan terdengar heran,dia masih ingat kemarin kata Daniel yang ingin menjemput istri nya di rumah tuan Albert.
"Kemarin nggak jadi,dia nginap disana"
"Nanti aja jemput Dania,sekarang Lo datang dulu kekantor,awas sampai telat,gue pecat Lo jadi Direktur"
"Apa lo bilang....mau mecat gue,Lo yang gue pecat ntar...halo,halo...dasar tuh anak,nggak ada sopan santun nya...berani bangat matiin telpon sedangkan gue belum selesai ngomong"kesal Daniel pada Bryan,dia pun memutar arah mobil nya menuju kantor,setelah miting nanti saja dia menjemput istri nya.
Sebelum itu Daniel sudah mengirim pesan singkat pada Dania,kalo siang nanti dia akan menjemput.
***
__ADS_1
Miting berjalan dengan lancar yang di tangani langsung oleh Daniel.selebih nya dia serahkan kepada Bryan,sedangkan dia bergerak menuju kediaman Albert.
Sesampai nya disana Daniel tidak di perbolehkan masuk kedalam.dia di hadang puluhan Bodyguard berbadan besar milik Carlos.mereka tidak segan memukul Daniel yang hendak melawan mereka.
"Sebaik nya anda pergi saja dari sini tuan Daniel,karna anda tidak di perbolehkan bertemu dengan Nona Dania"seru salah seorang Bodyguard denga nada bengis nya.
"Jangan pernah menghalangi jalan ku pria jelek,minggir.atau kalian semua aku habiskan"dengan nada menantang Daniel siap untuk melawan.
Terjadilah perkelahian yang membuat Daniel terkapar.wajah nya di penuhi darahdan lembam.
Carlos muncul di balkon atas rumah nya bersama Iwan.
"Pengawal ku sudah bilang,jangan masuk kedalam.tapi kau nekat juga itu akibat yang kau dapatkan karna berani melawan"
"Dasar biadab.penjahat kau..."pekik Daniel dengan kencang.
"Haha.....kau benar sekali,saya memang jahat.kalo tidak,saya tidak akan pernah mencapai di posisi ini"Carlos menikmati keadaan Daniel yang terluka,dia merasa sangat senang.
"Bocah yang akuh dan sombong.itu yang pantas kau dapatkan"
"By....."teriak Dania muncul di belakang Carlos.Dania menangis melihat keadaan suami nya yang penuh dengan luka.
"Dania...."
Daniel kembli bangkit untuk melawan para berseragam hitam itu.percuma,keadaan nya yang lemah mudah untuk di kalahkan.
"Om,aku mohon.lepaskan Suami ku...biarkan dia pergi...aku mohon Om"tangis Dania memohon kepada Carlos untuk di lepaskan suami nya,dia tidak tahan melihat suami nya terluka seperti itu.
Carlos menatap Dania dengan tatapan sangat"Bawa dia kedalam"
Dua Bodyguard yang mengejar Dania tadi,sekarang membawa nya masuk kedalam.
"Jangan sakiti suami ku Om....By.....By......"Daniel menitika air mata mendengar teriakan istri nya.tangan nya mengepal kuat.tapi sayang,dia sudah tidak kuat untuk melawan.
"Bawa dia keluar dari sini"ujar Carlos pada anak buah nya,lalu dia pergi masuk kedalam di ikuti oleh Iwan.
"Siap kan segala nya Iwan,saya akan membawa Dania kesana"
"Baik Tuan"tegas Iwan mematuhi perintah Carlos.
Daniel di letakan di luar gerbang,tepat di sebelah mobil nya,keadaan nya sungguh memperhatin kan.
__ADS_1