Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Menetap Tanggal pertunangan


__ADS_3

siang telah berganti dengan malam. semua persiapan jamuan untuk makan malam telah siap dan sudah tertata rapi oleh pelayan yang diatur oleh Juru masak kepercayaan zelia.


Berbagai menu makanan juga macam-macam minuman tertera rapi di meja panjang nan besar,di hiasi dengan beberapa lilin,Bunga dan buahan menambah akan keindahan jamuan makan malam hari ini.malam ini adalah malam yang paling penting bagi keluarga Dirgantara,karna mereka mengadakan jamuan makan malam bersama calon besan,sekaligus menentukan tanggal pertunangan Daniel Dan Alina.


Malam ini Dania mengenakan Dres warna putih,dengan make up tipis di wajah nya.


"Kakak terlihat seger sekali malam ini"kata Rere dengan senyum yang bertemu dengan Dania di tangga.


"Terima kasih re"balas Dania dengan senyum


"ya ampun.tangan kakak kenapa diperban.dua-duanya lagi"relia memegang tangan Daniel dengan cemas dan panik.


"Nggak papa kok re,ini cuman luka kecil aja nanti juga akan sembuh"


"Cepat sembuh ya Kak,jangan sampai terluka lagi"


"Ia"


"Ya sudah,aku mau ke atas dulu,ada yang mau aku ambil"


"Mah,apakah semua nya sudah siap?"tanya Dania menghampiri zelia yang sedang berbicara dengan juru masaknya.


"Iya,semuanya sudah selesai"


"Maaf ya mah,aku nggak bisa bantu mama" dengan wajah sedih,Dania merasa bersalah karena ini baru pertama kalinya dia tidak membantu Zhelia dalam mengerjakan urusan dapur.


"Tidak papa sayang,tangan kamu kan lagi sakit,mama tidak mau merepotkan kamu"


"Maafnya Nyonya,para tamu sudah datang" villa seorang pelayan ia memberitahu azalia bahwa tuan Eric beserta istri dan calon menantu nya sudah datang.


"Ayo Dania,kita temui mereka"


"Ia Ma"


Di ruang tamu sudah ada Nathan Daniel Revan Relia yang menyambut kedatangan mereka dengan ramah dan sopan.


"Hai Dita....malam ini kau terlihat cantik sekali"puji Zhelia sambil memberi pelukan pada calon besan nya.


"Kau juga Zhelia,bahkan kau terlihat sempurna"


Zhelia beralih ke arah Alina yang tersenyum memandangi momen mama dan calon mertua nya sedang memuji satu sama lain.


"Kau sangat cantik sekali malam ini sayang"


"Terimakasih Tante,Tante juga cantik malam ini,bahkan bulan pun tidak berani menampil kan diri nya karna keindahan nya melebihi kecantikan Tante"semua yang ada disana tersenyum bahagia dengan pujian yang di lontarkan Alina pada Calon mertua nya.kecuali Daniel dan Dania mereka hanya diam,bahkan Daniel terus menatap kekasih nya yang terlihat sangat cantik walaupun hanya dengan riasan simple.


"Oh ya...Eric,kenal kan. ini anak kami Dania"seru Nathan merangkul bahu Dania dengan senyum.


"Bukan kah ini anak yang kalian angkat karna orang tua nya meninggal dalam kecelakaan"ucap Eric dengan langsung yang membuat mereka sekeluarga terhenyak.sedangkan Dania merasakan aura panas dan sakit di hati nya karna Eric mengucapkan jati diri nya.walaupun itu kenyataan nya,tapi tetap saja hati nya merasa sakit.


Aku tau kamu sedih mendengar ucapan dari om Eric Dania


"Dia sudah aku anggap seperti anak kandung ku sendiri Ric,dan dia juga bagian dari keluarga Dirgantara"imbuh Nathan dengan geram karna dia tidak suka Eric mengatai Dania seperti itu.


"Maaf Kan aku,aku benar benar tidak sengaja,Dania,maafkan om yah"


Dania hanya menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


"Mari.kita mulai jamuan makan malamnya"Iring Zhelia dengan menghentikan rasa canggung mereka.


Mereka sudah duduk di bangku masing-masing,serta menyantap makanan nya.


"Kapan kita akan melakukan pertunangan nya.karena aku rasa lebih cepat lebih baik"Zhelia memulai percakapan nya.


"Benar sekali Zhelia, untuk apa kita menunda hal yang baik seperti ini. bagaimana kita lakukan saja pertunangan nya satu minggu lagi, menurutku kita bisa menyiapkan nya dalam waktu seminggu"kata Dita mama nya Alina mengeluarkan pendapat nya.


"Bagus juga,kita tidak boleh menunda terlalu lama.benarkan Eric"sambung Nathan.


"Benar sekali Nathan.,lebih cepat lebih baik,aku sudah tidak sabar lagi menjadi besan mu"ucapan nya di iringi dengan tawa.


Tanggal pertunangan telah di tetap kan oleh kedua pihak keluarga,merasa tidak ada gunanya berkumpul bersama orang-orang yang bahagia di atas penderitaan nya,Dania pun memutuskan untuk pergi"Saya permisi dulu"


Sampai nya di luar,samping rumah,Dania menyeka air mata nya yang terus merembes di pipi.sekuat apapun dia menahan,tetap saja air yang bening seperti kristal itu,asin nya seperti garam yang seasin hidup nya terus jatuh.bahkan dia tidak bisa menghitung sudah beberapa kali dia menanggis hari ini.


Tidak ada rumah untuk berteduh,tidak ada punggung untuk bersandar,tidak ada tempat untuk mengadu,Dania sangat sedih sekali,jika saja orang tua nya masih hidup,dia pasti tidak akan mengalami masalah yang rumit seperti ini.dia merindukan orang tua nya,dia inggin sekali di peluk oleh orang tua nya,dia merasa kesepian.tidak ada yang mengerti diri nya,tidak ada yang tau apa yang dia rasa.


"Mama papa aku merindukan kalian.aku sangat rindu,kalian begitu lama meninggal kan aku,aku kesepian disini.aku butuh mama,aku butuh papa,aku butuh kalian untuk bersama ku memberi ku semangat.apa mama sama papa tau,aku mencintai Daniel,aku sangat mencintai nya tapi sekarang hubungan kami sudah rusak,kami tidak bisa bersama lagi.aku memaksa Daniel untuk menerima perjodohan itu,dan aku juga menyuruh Daniel untuk tidak mencintaiku lagi,apa aku benar Ma,pa,apa keputusan aku ini tidak salah.jawab aku ma,pa aku benar-benar bingung bahkan aku tidak memperdulikan perasaan ku yang hancur ini"Dania melihat ke atas langgit,Seolah dia sedang menceritakan kisah nya pada orang tua nya.konon,orang yang mati akan menjadi bintang di langgit.Dania berharap saja orang tua nya menjadi bintang dan mendengar semua cerita nya.


Gadis itupun terduduk sambil menanggis terisak-isak meratapi nasib nya yang malang.


.


.


.


Setelah puas menaggis,Dania menghapus air mata nya,dia hendak masuk kedalam.


"Tunggu"


"Ia,ada apa?"tanya Dania binggung,kenapa Alina ada disini,bukan nya tadi dia bersama keluarga lain nya.


"Tidak apa-apa,aku hanya ingin berkenalan denganmu, setelah aku menikah dengan Daniel nanti kita tidak akan merasa canggung,kenalkan aku Alina"mengulurkan tangannya dengan senyum.


"Aku Dania,(dengan ekspresi biasa)kalo gitu aku permisi dulu"


"Tunggu Dania!"


Aaaaaahhhhh


Dania berteriak kesakitan memegang tangannya yang terluka.karna tadi Alina memegang tangan nya yang terluka.


"Dania!!!"teriak Daniel kejauhan.pria itu mendekat dan langsung melihat tangan kekasih nya yang mengeluarkan darah di balik perban warna putih itu.


"Ayo ikut aku!"Daniel membawa Dania mengikuti nya karna dia merasa sangat cemas dengan luka Dania yang masih baru.


Tampa berpikir Daniel telah melukai hati seseorang.Alina menatap kepergian mereka sampai hilang dari pandangan nya.


Sekarang mereka berada di kamar Dania.


"Sini aku bersihkan luka mu"Daniel meraih tangan Dania.


"Tidak perlu"dengan ketus Dania menarik tangan nya dengan suara dingin tanpa melihat wajah kekasih nya.


"Aku bisa melakukan nya sendiri"sambung nya lagi

__ADS_1


"Jangan keras kepala Dania,biar aku yang melakukannya,kau diam saja"Daniel menatap dengan horor,dia kembali memegang tangan Dania,membuka pelan pelan perban nya dan menghapus darah nya dengan kapas putih yang telah di basahi dengan air.Daniel melakukan nya dengan hati-hati agar Dania tidak merasa kesakitan saat luka nya menyentuh kapas.Dania menatap kekasih nya dengan sedih,dia pun mengalihkan pandangan nya.


Daniel sudah mengantikan perban nya lalu Dania menarik tangan nya dengan cepat.


"Terimakasih,sebaik nya kau pergi saja dari sini, orang-orang pasti sedang mencari mu"


Dengan sikap dingin dan ketus nya Dania membuat Daniel jadi geram marah.


"Jagan seperti ini pada ku Dania,aku tidak suka"dengan mata yang melotot tajam.


"Aku tidak peduli.sebaik nya kau tinggalkan aku"


Daniel semakin geram dengan tingkah Dania yang membuat nya semakin kesal,perbuatan baik nya tidak ada guna nya di mata Dania.


Daniel menindih tubuh Dania di atas tempat tidur,dan mencium bibir Dania dengan paksa *******,menghis*p habis benda kenyal bewarna merah delima itu,Daniel memainkan lidah nya dengan lihai di dalam mulut Dania yang terbuka.Dania mengelengkan kepala nya ke kiri dan ke kanan untuk menghindari ciuman ganas Daniel.namun,sekeras apapun Dania menolak,sekuat itu pula Daniel memegang kedua pipi Dania agar Daniel tetap dapat mencium nya.


Dania hanya bisa diam.dia pasrah.melawan tidak bisa karna tangan nya sedang terluka jadi dia tidak bisa melakukan perlawanan,dia hanya bisa menanggis atas apa yang Daniel lakukan pada nya.


Daniel pun melepaskan ciuman nya,dia menatap Dania dengan tatapan bengis nya,tidak ada kilatan cinta di mata nya,melainkan kemarahan yang ia pancarkan.Hati Daniel terluka melihat Dania yang menanggis karna ulah nya,tapi itu adalah hukuman untuk Dania yang telah berani memancing kemarahan nya.


Adegan nya sama seperti ini yah



"Kau jangan lupa Dania,aku menerima pertunagan ini demi diri mu.dan aku bisa saja membatalkan nya kapan aku mau"


Daniel mengusap bibir Dania dengan lembut dan mencium dahi gadis itu,setelah itu Daniel pergi meninggalkan Dania yang mulai menanggis.


Dania memiringkan badan nya yang masih terbaring di tempat tidur"Aku bahkan hanya bisa berpura-pura membenci mu Daniel,aku inggin menjauhi mu,hanya itu yang bisa aku lakukan"Dania menanggis sejadi-jadinya menumpah kan segala kesedihan nya di kamar nya.


**Ini Author kasih visual nya yah biar tambah semangat baca nya sambil menghayal Babang Daniel sama neng Dania🤭


Daniel Putra Dirgantara**



Dania Thamara Albert



Jhonatan Dirgantara



Zhelia Ayunintias



Revananda putra Dirgantara



Relia Ayu Dirgantara



**itu lah visual keluarga konglomerat Dirgantara bagaimana menurut kalian,cocok kagak? cocokin aja lah yah

__ADS_1


Dan juga jangan Baperan Sama Babang Daniel yah,Babang Daniel punya Author Hihihi🤭


Jangan lupa like nya**


__ADS_2