
**Up nih........
Maaf yah kemarin Author nggak sempat up karna kemarin itu Author lelah bangat,Author sibuk dari pagi sampai sore karna ada kegiatan jadi nggak sempat buat up
Happy Reading****
______________________________
Daniel mendekati Dania dengan hati yang sangat gembira karna bisa membawa Dania ke Apartemen nya dan tidak pergi lagi,Daniel heran melihat tingkah serta raut wajah Dania yang terlihat cemas dan takut.
"Sayang, kamu kenapa"
Dania mengeser diri nya saat Daniel duduk di sisi ranjang yang berhadapan dengan nya.
"Aku tau,kamu pasti heran kan kenapa kamu bisa ada di sini"Daniel ingin memegang pipi Dania,tapi wanita itu menjauhkan wajah nya.
"Karna semalam aku menelpon mu tapi teman mu yang menjawab,jadi aku memerlukan sedikit bantuan nya agar bisa menemui mu"
Dania terus menatap Daniel dengan nafas yang memburu,saat ini dia tidak ingin membahas masalah tentang diri nya sampai kesini walaupun dia penasaran,tapi bukan itu yang membuat nya merasa takut dan cemas,karna ada sebab lain juga.
Dania masih merasa kesal juga kecewa atas apa yang ia dengar kemarin yang membuat hati kecil nya teriris-iris mendengarkan perjodohan Daniel dengan orang lain.rasa nya sangat dia sangat berat menghadapi kenyataan yang pahit ini
"Hey....sayang,kamu kenapa?"
"Jangan menyentuh ku!....."jerit Dania dengan keras sehingga Daniel menghentikan tangan nya yang hendak meraih wanita itu.
Bergegas Dania turun dari tempat tidur untuk menjauh,sayang nya tangan nya sudah lebih dulu di pegang Daniel.
"Kamu kenapa Dania, kenapa kamu marah sama ku? apa salah ku?"
Dania memalingkan wajah nya daro pandangan Daniel,dia menahan tangis nya agar tidak menjatuhkan air mata nya.
"Lihat aku Dania, lihat ke arah ku! tatap lah mata ku! "sambung Daniel dengan menguncang bahu Dania agar wanita itu menjawab pertanyaan nya dengan segera.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja, bicara lah Dania,apa kesalahan ku sehingga membuat mu menjauhi dan menghindari ku!"
"Apa yang harus aku katakan Daniel? apa yang harus aku katakan?"Dania memulai merasakan emosi nya.
Apa aku harus bilang sama mama dan papa kali aku tidak menyetujui perjodohan mu,apakah aku harus mengatakan itu kepada mereka"tak bisa di tahan lagi rupa nya,air mata nya mengalir begitu saja,hati dan oikuran nya tidak bisa di ajak kompromi,dia tidak ingin menangis tapi air mata nya malah keluar,dia ingin tegas tapi malah tidak bisa,cinta nya kepada Daniel membuat diri nya begitu lemah dan rapuh sehingga tidak bisa menghadapi nya.
"Hiks....hiks.....Aku tau....aku tau cinta kita tidak akan pernah bisa bersatu,dan kita tidak akan bisa bersama.tapi kenapa,aku masih mengharapkan mu untuk menjadi milik mu,aku juga tau pada Ahir nya kita akan berpisah, seharusnya kita tidak saling mencintai Daniel,seharus nya kita tidak menjalin hubungan.senua ini adalah salah,kita telah melakukan kesalahan.cinta kita kita hanya ilusi yang tidak pernah menjadi kenyataan.seharus nya aku tidak mencintai mu,seharus nya juga aku tidak terjebak dalam cinta ini.
Sekarang apa yang harus ku lakukan Daniel,apa yang harus aku lakukan!.....hu....hiks...hiks....lebih baik kita lupankan,dari awal kita memang sudah salah.cinta kita juga salah,sekarang kau adalah milik orang lain,dan aku tidak ada lagi hak atas diri mu"
"Cukup Dania....cukup.jangan bicara lagi"Daniel marah,dia merasakan ubun ubun nya sangat panas saat Dania bicara hal yang buruk tentang cinta mereka,mata nya terasa panas dan memerah,serta tubuh nya sudah menegang dan tangan nya mengepal kuat.
"Apa yang kau katakan itu tidak benarkan Sayang.semua itu bohong kan.sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan diri ku di miliki orang lain selain diri mu,hanya kau yang aku cinta dan hanya kau yang aku sayang.aku tidak menginginkan perjodohan itu,aku tidak menyukai nya.aku tidak akan menikahi nya walaupun Mama yang meminta nya,karna aku hanya mencintaimu,dan aku hanya akan menikah dengan mu"Daniel menekan kan seluruh kalimat nya pada Dania agar wanita itu mengerti kalo dia tidak pernah mengharap kan sedikit pun dari perjodohan itu.
"Tidak Daniel,kita tidak boleh berjalan terlalu jauh lagi,hubungan kita sudah berakhir,kita tidak boleh saling mencintai lagi,
Mama sama papa sudah menemukan jodoh yang tepat buat kamu,dan aku mencoba untuk ikhlas.sekarang lepaskan aku biar kan aku pergi"dengan derayan air mata,Dania mengeluarkan kata-kata itu,dia terpaksa menyakiti hati Daniel dengan ucapan nya,sebenar nya dia juga tidak inggin Daniel menjauhi nya tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur, perjodohan sudah di tetapkan dia tidak inggin melarang keinginan mama Zhelia untuk menikah kan Daniel dengan Alina yang merupakan anak dari sahabat suami nya.kebahagiaan Zhelia adalah kebahagiaan nya,Dania akan melakukan apapun untuk membuat ibu angkat nya tersenyum.karna kebahagiaan Zhelia lebih penting dari kebahagiaan nya.
"Tidak Dania,aku tidak akan melepaskan mu,dan membiarkan mu pergi dari ku lagi"
"Tidak Dania!!! jangan paksa aku"
Dania melepaskan diri dari pegangan Daniel dan berkari ke arah pintu.
"Jangan pergi Dania"
Sayang nya pintu kamar itu sudah di kunci oleh Daniel setelah pria itu masuk,karna Daniel tau betul pikiran Dania kalo lagi marah,kesal pasti dia akan mencari cara untuk lepas.
"Buka pintu nya Daniel"dengan berteriak
"Jangan harap kamu bisa keluar dari sini"
Melihat Daniel yang mendekati nya, Dania mengambil pisau di dalam tempat buahan di atas meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"Jangan mendekat..."Dania mengarahkan pisau itu pada Daniel membuat pria itu terkejut dan menghentikan langkahnya.
"Jangan bodoh Dania,letakkan pisau itu ke tempatnya sekarang"dengan nada perintah.
"kau ha-harus berjanji dulu denganku"suara tangis dan isakan
"Turuti perintahku Dania....letakkan pisau itu sekarang!!!"dengan nada yang keras dari sebelumnya, Daniel sangat panik bila terjadi sesuatu pada kekasihnya saat memegang pisau itu.
"Kau harus berjanji dulu denganku,baru aku meletakkan pisau ini"teriak Dania sambil air matanya mengalir dengan deras dengan menodong pisau di tangannya.
"Apa yang kau inginkan"
"Lakukan pertunangan nya"
Doorrrrr
Daniel sungguh terkejut mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Dania kepadanya.
"Permintaan macam apa itu Dania,Aku tidak akan melakukannya,Aku tidak akan menuruti perkataanmu"
"Aku...aku akan melukai diriku jika kau tidak menuruti keinginanku"Dania mengarahkan mata pisau ke pergelangan tangannya untuk mengancam Daniel supaya dia menerima perjodohan itu.
Daniel terkejut saat Dania mendekatkan pisau itu ke tangannya, Daniel merasa takut jika sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada Dania saat memegang pisau itu.
"Aku tidak akan pernah menuruti keinginan mu untuk menikahi orang lain"
"Jadi ini yang kamu inginkan,baiklah"Dania berlari ke arah kamar mandi dengan pisau masih berada di tangannya.
Daniel mengejar Dania,Dia sangat panik karena pisau masih dia pegang. Daniel sangat takut jika Dania melakukan hal yang bodoh yang akan membahayakan nyawa nya. saat hendak masuk,pintu kamar mandi pun tidak bisa dibuka karena terkunci dari dalam,Daniel semakin cemas dia harus menyelamat kan kekasih nya dia tidak ingin kehilangan Orang yang dia cintai seperti ini,dia masih ingin hidup berlama-lama dengan Dania menikmati masa tua sampai ajal menjemput,bukan seperti ini yang Daniel inginkan.
"Dania buka pintunya,Dania......kamu jangan melakukan hal yang bodoh, buka pintunya sekarang.Dania....."Daniel berteriak kencang sambil mengejar pintu tersebut.
**Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like+comen+vote+5 star
setelah baca yah....jangan pelit sama Author heheeh**