Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Kesal dengan Bodyguard sendiri


__ADS_3

"Kau sudah menghabisi tiga teman ku! sekarang,akan aku menghabisi nyawa Calon istri mu"


Mendengar hal itu membuat Daniel sangat marah dan menembak tangan nya,pisau itu jatuh kebawah.


*Dueerrrrr


Ahhhh*


"Katakan!!....siapa yang menyuruh mu menculik calon istri ku!!"Daniel menekan ujung pistol nya pada dahi pria yang kayak nya seumuran dengan nya.


"CEPAT KATAKAN!!!!......."


"Tuan Eric,di,dia...... membayar kami untuk membunuh calon istri mu"


Eric Michel Wiraguna


Mendengar nama pria tua itu darah Daniel mendidih dan panas.mata nya mamancarkan aura kemarahan.berani-beraninya dia menganggu keluarga nya,belum kapok dengan apa yang terjadi pada nya dan juga pada putri nya.seperti nya pria itu perlu pelajaran yang lebih berat lagi.


"Junjie,urus dia"


"Baik tuan muda"


Daniel menghampiri Dania dan memeluk nya dengan kuat.melepaskan ikatan tangan nya dan menatap wajah calon istri yang sudah basah dengan air mata.Daniel merasa sedih karna gagal lagi untuk menjaga sang kekasih dengan baik.


Mereka pergi menaiki motor dengan Dania yang bonceng di belakang,untung saja gaun nya tidak terlalu kembang,masih bisa menaiki motor gede milik junjie.


***


Daniel duduk di samping Dania setelah mebeli hansaplas dan obat luka dari sebuah tokoh.


Daniel mengobati luka Dania yang ada di dahi akibat benturan dalam mobil melakukan perlawanan diri,para penjahat itu tak segan-segan untuk memukul Dania,untung saja mereka belum sempat melecehkan dia.


"Lain kali jangan terlalu percaya pada orang yang tidak kita kenal.jika dia memang teman kamu inggin menemui mu pasti dia yang akan mendatangi mu,bukan kamu yang mendatangi nya.aku tidak ingin musuh ku memampaatkan mu untuk menguntungkan mereka,karna kamu bukan kelemahan ku melainkan kekuatan ku,apa kamu mengerti"


"Ia,aku mengerti.lain kali aku akan berhati-hati"


Sebuah mobil sport warna merah Candy berhenti di depan mereka,Daniel tau mobil itu milik siapa.


Junjie keluar dari mobil tersebut lalu menghampiri tuan dan Nona nya.


"Tuan,apa kita bisa pulang sekarang? tuan Nathan menanyakan bagaimana kabar Nona Dania"


Daniel menatap Bodyguard nya dengan tatapan heran.menyenderkan bahunya di kursi,yang di tatap juga menampilkan ekspresi heran.


"Setau saya,saya nggak ngabari kamu saya ada disini,kenapa kamu bisa tau kami ada disini?"pertanyaan Daniel membuat junjie membelalakan mata nya.jelas saja,memang benar pria itu tidak memberi tau keberadaan nya dimana,menyuruh untuk di jemput juga nggak ada,junjie mendatangi lokasi mereka karna GPS yang dia letakan di motor nya.


"Kenapa kamu diam,ayo jawab"


"Maaf tuan muda,saya meletakan GPS di motor saya jadi saya tau kemana tuan pergi"menundukan kepala nya meminta maaf.

__ADS_1


"Apa!!! Daniel terkejut GPS......"Daniel tidak habis pikir dia di buntuti oleh bodyguard nya sendiri.dia sangat kesal sekali,pantasan saja tadi dia datang dengan cepat.


"Kenapa kamu harus meletakan GPS segala di motor kamu,kurang kerjaan saja.sayang,ayo kita pulang.jangan ngikutin lagi"Daniel memperingati junjie dengan keras dan pergi lagi dengan mengendarai motor.


Entah kenapa malam ini dia lebih senang megendarai moto dari pada mobil keren milik nya.


***


Pukul sembilan malam mereka sampai di depan rumah.Daniel turun dari motor lalu membantu Dania untuk turun.sampai di dalam seluruh keluarga menghampiri mereka


"Dania,kamu nggak papa kan sayang...."Zhelia memeluk Dania karna merasa lega bahwa putri nya selamat dan baik-baik saja.


"Ia ma,Dania baik-baik saja,Daniel datang di waktu yang tepat"


"Apa kamu tau Dalang di balik penculikan Dania Daniel?"


"Ia pa,yang melakukan nya Eric Micuel Wiraguna.dia membayar orang untuk membunuh Dania"


Mereka terkejut.lagi-lagi keluarga Wiraguna membuat masalah kepada mereka,tidak jera-jera nya dengan apa yang telah terjadi pada nya.


"Eric,rupa nya kamu belum puas bermain dengan ku,baiklah.lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada mu"


"Junjie ikuti aku"


Junjie mengangguk kepala nya pertanda ia.setelah pamit dari sang papa,Daniel pergi ke ruangan dimana tempat itu menjadi ruangan kerja nya.


***


"Tidak bisa tuan muda,saya sudah di utuskan untuk mengawali tuan muda dan itu tidak bisa di patahkan"


"Kenapa tidak bisa? kamu adalah Pengawal ku! jadi,kamu harus mengikuti apa kata ku.karna keselamatan Dania lebih penting dari nyawa ku,aku ingin kamu menjaga nya,jangan sampai kejadian ini terulang lagi kepada nya"


"Lalu bagaimana dengan anda tuan muda,saya juga tidak bisa mengabaikan keselamatan anda begitu saja! karna nyawa anda juga sangat penting"


"Begini saja,kamu harus mengawali Dania setiap kali dia ingin berpergian,jangan pernah tinggalkan dia,apa kamu bisa?"


"Baik tuan muda,saya bisa.saya akan menjaga Nona Dania dan mengawali kamanapun ia pergi"


"Bagus,kau Bodyguard yang penurut.oh ya ini kunci motor mu,terimakasih"


"Sama-sama tuan muda"


"Apa kau sengaja memasang GPS di motor mu supaya kau bisa tau aku ada di mana?"


"Bukan begitu tuan muda,anda telah salah paham.saya sudah lama memasang GPS di motor saya hanya untuk berjaga-jaga saja"


"Benarkah begitu!!"


"Ia tuan muda"

__ADS_1


"Kalo begitu lepaskan saja GPS di motor mu itu,terlalu lebay sekali"Daniel pun pergi dari ruangan nya.


"Kenapa dia yang sewot kalo ada GPS di motor ku.dasar tuan muda,bikin saya kesal aja sama sikap nya.mau lepas atau tidak itu terserah dan bukan urusan nya.hahh....gini nih kalo orang udah bucin sama kekasih nya"Guman Kesal junjie


****


Keesokan nya di meja makan,para pelayan menghidangkan sarapan pagi yang di bantu oleh Dania.karna tangung jawab di rumah ini mulai di turun-temurun kan oleh nyonya besar di istana ini, yaitu Zhelia.dia ingin Dania melakukan kewajiban nya setelah menjadi nyonya di rumah ini nanti.


Sarapan pagi ini makanan ringan tapi bergizi tinggi,ada roti,susu,jahe hangat dicampur madu asli,telor setengah matang pakek sayuran.itu adalah sarapan paforit pagi mereka.


"Nona"


"Ada apa Uti"


"Boleh Uti bertanya nggak"dengan nyengir


"Mau tanya apa"Dania tengah sibuk mengatur meja makan.


"Nona sudah tau belum siapa pria yang kita lihat kemarin"


Dania Replek memutar kepala nya dan tertawa kecil kepada pelayanan nya.


"Kamu masih memikirkan orang itu Uti?


"Ya jelas dong Nona,sejak dari kemarin Sampai sekarang Uti tuh masih terbayang-bayang terus dengan wajah ganteng jodoh Uti itu hhiiihiii"


"Nama nya Wang junjie,dia Bodyguard nya Daniel,dan dia anak dari paman Kayros yang baru saja pulang dari China"


"Wah....udah ganteng,pintar jago bela diri lagi,memang pria idaman Uti bangat"


Dania mengeleng kepala melihat tingkah pelayan setia nya yang lagi di mbuk cinta.


Pagi ini seluruh keluarga sarapan bersama di meja makan.


"Pa,aku memberi tugas kepada Junjie buat jagain Dania di kala aku sedang bekerja.dia juga akan menjadi pengawal Dania bila aku tidak sempat menemani nya keluar rumah"


"Bagus itu Daniel.papa setuju sama kamu,sekarang sangat tidak aman bagi keluarga kita keluar sendirian.dengan ada nya Junjie mengawal Dania,dua akan baik-baik saja.papa juga mencemaskan Revan dan Relia,papa takut mereka akan menjadi target selanjutnya"


"Ia,mama juga setuju sama kamu Daniel,belakangan ini ada banyak sekali bahaya yang mengincar kalian"


"Tapi,apa perlu aku di kawal juga?"sela Dania di pertengahan obrolan ibu bapak anak itu.


"Tentu saja! aku tidak ingin kamu di culik lagi.junjie akan mengantar mu kemanapun kamu pergi"


"Tapi Daniel!"


"Ikuti perintah ku,dan jangan banyak melawan"tegas Daniel yang tidak ingin ambil resiko.


"Ikuti saja Dania,ini demi kepentingan mu juga"

__ADS_1


Dania mengiyakan percakapan Nathan,tidak ada guna nya dia menolak karna Daniel akan memaksa keinginan nya.


BERSAMBUNG


__ADS_2