Daniel & Dania

Daniel & Dania
kemarahan yang. membunuh


__ADS_3

"Gimana Dan kamu ikut nggak ketemu sama Farel"Keyla melihat Dania mengigit bibir bawah nya seraya berpikir


"Atau mungkin pekerjaan mu masih banyak"


"Nggak kok aku bisa pergi sama kamu, pekerjaan ku sudah beres semua.ntar yah aku ambil tas dulu"


Dania meraih tas jinjing nya beserta ponsel nya di meja.


"Ya ampun...aku sampai lupa tadi aku telponan sama Dia,aku benar-benar lupa tadi dia mau bilang apa yah"melihat ponsel nya sudah mati


"Dania...kamu dah siap"


"Ia ayo kita pergi"


Mereka melangkah keluar dengan senyum


"Dania kamu mau kemana"


"Papa,aku mau keluar bentar pa ketemu sama teman"


"Kamu pulang nya kapan papa mau nitip sesuatu sama mama kamu"


"Mungkin malam pa pulang nya,papa mau nitip apa"


"Nggak jadi papa kirim sama orang lain aja,ya udah kamu boleh pergi"


"Ia pah aku pergi dulu"


"Hati hati sayang"


Sampai di Basement kantor mereka masuk ke mobil milih Dania sendiri karna tadi Keyla pergi naik Taxi.

__ADS_1


"Orang tua kamu baik juga yah walaupun kamu bukan anak kandung nya tapi rasa sayang nya itu sangat besar,kamu beruntung sekali mendapatkan keluarga seperti mereka"


"Ia Key,aku juga sangat senang karna aku di kelilingi oleh orang yang sayang dan peduli sama aku"


*********


Aaagggrrhhh


Daniel melempar ponsel nya sampai hancur juga selimut yang sudah berserakan di lantai beserta bantal nya.


"Tuan muda,tua kenapa"tanya seorang pelayan yang membawa makanan untuk nya


"PERGI DARI SINI........"bentak Daniel dengan keras


"Tapi saya membawa makanan untuk tuan muda"


"Aku bilang pergi ya pergi!! apa kamu tidak punya telinga"emosi nya semakin meninggi karna pelayan berani membantah perkataan nya.


"AGgrrhhh....sialan...siapa lagi sih tuh Farel,ada hubungan apa dia sama Dania.tidak,aku tidak akan membiarkan Dania jatuh ke tangan orang lain.tidak akan aku biarkan"mengepal kuat tangan nya sampa urat nya terlihat.


Dia tidak akan rela jika Dania di miliki oleh orang selain diri nya.dia tidak bisa melepaskan Dania begitu saja dari genggaman nya.sejak remaja atau bisa di bilang sejak kecil Daniel mulai menyukai Dania sampai saat ini Dania adalah cinta pertama nya dia lah satu satu nya perempuan di hati nya.


Bahkan perasaan nya tidak berubah sedikit pun bahkan bertambah semakin besar bila dia dekat dengan Dania.dia akan memperjuangkan cinta nya dan mempertahankan Dania disisi nya tidak akan pernah membuat kan wanita itu bergeser atau menyukai pria lain.


Ibarat kata tak akan biar kan burung terlepas dari genggaman nya dengan mudah.


Daniel akan terus memikat Dania dengan kekuasaan yang dimiliki.sampai wanita itu benar-benar sudah memiliki perasaan dan mencintai nya dengan tulus.


Dia terduduk di ranjang untuk menenangkan otak dan pikiran nya yang di kuasai oleh emosi dan amarah.napas yang memburu mata yang merah menunduk kebawa dengan tatapan membunuh.


"Daniel!!!!.....ya ampun nak,kamu kenapa? kenapa kamar kamu berantakan gini apa kepala kamu sakit...katakan sayang katakan sama mama"seru Zhelia melihat anak nya yang terdiam dan kamar nya seperti kapal pecah.

__ADS_1


Daniel masih diam tidak menjawab pertanyaan mama nya.dia masih sibuk dengan emosi yang ber kalut dalam diri nya


"Daniel!!!!....kamu kenapa,jawab mama nak...jangan bikin Mama takut begini"Zhelia menatap anak sulung nya dengan cemas entah apa yang terjadi sehingga dia marah sekali.paati ada sesuatu yang membuat anak nya jadi seperti ini.


"Daniel...."


Sekali lagi Zhelia memangil anak nya dengan tegas


"Aku tidak papa ma,mama keluar saja Daniel mau istirahat"Daniel berusaha meredam kan emosi nya


"Katakan sama mama dulu,apa yang membuat kamu jadi marah seperti ini mama Tanu kamu Daniel,kamu tidak bisa menyembunyikan apa pun dari mama,mama tau.... kamu sedih dan punya masalah dengan seseorang ayo cerita sama mama supaya beban kamu berkurang"


"Tidak papa ma,hanya masalah pribadi saja ini soal tentang teman ku yang ada di luar negri dulu aku nggak papa kok ma mama nggak usah khawatir aku baik baik saja"senyum Daniel


Tidak mungkin dia menceritakan soal Dania dekat dengan orang lain karna belum saat nya orang tua nya mengetahui maksud dan tujuan nya.menungu waktu yang tepat pasti Daniel akan memberi tau orang tua nya.


Sebelum memberi tau mama sama papa nya tentang dia mencintai Dania dia harus memastikan dulu perasaan Dania terhadap nya.


"Ya udah mah...Daniel mau mandi dulu yah,gerah mah" saut Daniel berlalu ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Sang mama.


Zhelia menatap anak kesayangan nya dengan sedih.seirang ibu bisa merasakan apa yang anak mereka rasakan.cuma para ibu tidak tau titik permasalahan dan penyebab nya. itu lah yang di rasa nya saat ini menghela napas berat lalu membereskan tempat tidur dan pergi.


Daniel menguyur tubuh nya dengan air dingin.tangan nya kembali mengepal merasakan kembali emosi dan amarah nya.


Mengingat percakapan Dania dan teman nya tadi membuat Daniel semakin kuat mengepal tangan nya rasa haus memukul pria itu semakin tinggi.ingin sekali menghajar pria itu sampai mamp*s agar tidak bisa bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai.


ini dulu yah nanti kita sambung lagi


**like like like like like like like like


jangan lupa like nya guys**.....

__ADS_1


__ADS_2