Daniel & Dania

Daniel & Dania
Daniel marah


__ADS_3

17,05 Menit


Sudah sore,tapi aura panas masih menjalar di muka bumi.hari ini panas nya sangat terik walaupun sudah sore mendatang membuat dahaga terasa kering dan perih.


Setelah mengganti pakaian ala rumahan,Dania saat ini berada di dapur dia membuka kulkas dan mengambil sesuatu yang terisi dalam mangkok kecil.


Dania menatap dengan penuh senyuman.sekaligus bernafsu melihat benda kenyal di dalam mangkok tersebut.serekah menutup lemari pendingin dia meletakkan di meja,mengambil piring dan meletakkan benda itu di atas piring dengan cantik.


Agar agar pauwder,benda itu lah dia ambil dari kulkas setelah mendingin Jan nya selama empat puluh lima menit.agar agar nya telah jadi dengan warna yang cantik dan menggugah selera.


Kebahagiaan Dania sangat antusias dengan hasil karya nya berjalan dengan sangat baik.mengambil sendok dan mulai menyuapi kedalam mulut nya.manis enak juga dingin itu yang di rasakan di mulut nya.


"Apa yang sedang kau lakukan"


Dania menolah ke samping mendengar suara yang Familiar bagi nya.


Daniel menatap Dania dengan bingung.saat memasuki dapur tadi dia melihat Dania yang sedang Senyum-senyum sambil mengunyah sesuatu.


"Apa itu"tunjuk Daniel dalam piring yang berisi agar-agar


"Oh,ini agar agar"menjawab dengan santai sambil memasukkan kembali agar agar ke mulut nya.


"Untuk apa kamu membuat agar agar"


"Cuaca sangat panas sekali walaupun sudah sore,jadi aku membuat nya"


"Kau yang membuat kan nya"mata Daniel membulat dengan besar menunjuk ke agar agar,dia tidak menyangka Dania bisa membuat cemilan seperti itu.


"Ia,aku yang membuat nya"dengan nada yang menyakinkan


"Aku ingin mencoba nya,bolehkah?"selera Daniel mulai tergoda ingin mencicipi agar agar buatan kekasih nya,seperti nya enak.


"Silahkan"Dania mempersilahkan Daniel mencicipi makanan buatan nya dengan senang hati.


"Akub mau nya di suapi kamu,Ada...."Daniel membuka mulut nya besar besar di depan Dania untuk di suapi agar agar nya.tapu Dania hanya diam merunduk malu dengan pipi nya yang merah merona saat Daniel minta di suapi.


"Ayo Nia...aku pengen nya di suapi kamu Ada...."Daniel merengek manja sekali,tersulut senyum di bibir wanita itu karna tidak tahan melihat tingkah pacar nya yang seperti anak kecil.


"Manja bangat sih,baiklah"


"Pakai sendok yang sama ya"


Dania mengambil agar di dalam piring pakai sendok dia tadi dan memasukan agar itu ke mulut Daniel,dengan sigap tangan nya memegang tangan Dania saat dia di suap.


"Mmmm.....rasa nya manis sekali,seperti orang yang membuat nya"senyum Daniel menggombal.


"Agar nya juga dingin dan lembut saat bersentuhan mulut kau pandai sekali membuat cemilan yang pas bangat dengan cuaca.ini untuk ku semua nya ya, terimakasih"


Setelah mengucapkan kata itu,Daniel pergi membawa piring yang berisi agar-agar itu keluar.


"Eh Daniel!....kau mau kemana, kembali kan punya ku!!!.....DANIEL....."teriak Dania mengejar Daniel.


Eanak saja dia membawa kabur makanan nya,sudah susah membuat malah dia yang mengambil semua nya,dia baru makan sedikit.


Sampai di ruang tengah Dania masih merebutkan piring yang ada di tangan Daniel.


"Kembalikan Danel,itu punya ku....bukan punya mu"Dania terus merebut.


"Apa sih Dania,aku hanya minta,kau bisa kan bikin lagi....biarkan yang ini jadi milik ku,kau jangan pelit sama aku,aku ini pacar kamu"tukas Daniel menjelaskan kalo dia tidak ingin mengembalikan agar-agar yang sudah Dania bikin rasa nya enak sekali sehingga Daniel ingin memakannya sendiri dan membawa kabur semua agar-agar nya.

__ADS_1


"Pacar,siapa pacar mu"menjawab dengan santai padahal diri nya tersipu malu dengan ucapan Daniel.


"Kamu lah pacar aku,emang siapa lagi,kita kan sudah resmi pacaran saat kamu menyatakan perasaan mu.benar kan..."ucapan Daniel semakin membuat dia merona,Daniel mendekat kan wajah nya ke wajah Dania,pria itu senang sekali mengoda wanita yang ia cintai apa lagi membuat Dania salah tingkah.


"Ihh.... nyebelin banget sih kamu"kesal Dania


"Nyebelin tapi sayang kan"Menyentuh dagu Dania dengan senang.


"Nggak,sini balikin punya ku..." Dania kembali menjinjing kan kaki nya agar bisa meraih piring yang di angkat tinggi oleh Daniel.di kesempatan an kesempitan Daniel memegang pinggang Dania supaya mereka nempel.


"Kakak....apa yang kalian lakukan?"


Suara teguran membuat mereka berhenti dan kaget.terutama Dania yang sangat terkejut akan kepulangan dua adik nya,Dania mendorong tubuh Daniel yang sedang memeluk diri nya.untung saja dengan keseimbangan Daniel masih bisa menahan serangan dari Dania,kalo tidak dia pasti sudah terjungkal balik di empat anak tangga menuju lantai.


"Ka-kalian sudah pulang"suara nya gugup,dia cemas sekali saat kembaran itu melihat nya bersama Daniel dengan sangat dekat bahkan dekat sekali.


"Ia,kami sudah pulang,lalu apa yang kalian lakukan sampai ribut seperti itu"tanya Relia


Relia memang tipe cewek yang pendiam.tapi dia akan menjadi cerewet bila berada di rumah nya.bahka sekarang ini dia yang berlebih bicara dari pada sang kakak kembar nya Refan.


"Em...itu,tadi Daniel mengambil kue nya kaka,jadi kakak ingin merebut nya kembali"terang nya setelah dapat jawaban dari Relia,untung saja dia berpikir cepat dengan otak pintar nya itu.


Sedang kan Daniel hanya tersenyum menyaksikan betapa gugup nya Dania saat di tanyai oleh adik perempuan kecil nya.bahakan dia tidak ingin membantu mencari jawaban untuk Dania.


Refan dan Relia menatap kelakukan kedua kakak mereka dengan bingung,menggeleng kepala setelah melihat isi dari piring tersebut.


"Kayak anak kecil aja, agar-agar di rebutin"kata Regan dengan tidak peduli urusan kakak nya,dia pun ke dapur dulu mengambil air dingin di kulkas.


"Rumah kok sepi sih,mama mana"tanya Relia lagi


"Oh ia,kakak lupa memberi tau kalian(Dania menghampiri Relia di kursi)mama sama papa sore tadi berangkat ke Bali meresmikan proyek papa yang ada di sana"


"Bali,kok mama nggak bilang sama Rere kalo mau pergi"kaget Relia saat mengetahui orang tua nya sudah berangkat ke pulau Bali.


"Keadaan nya mendesak re.sudah,kalian ke atas dulu mandi gih,bau tau"dengan becanda dan menutup hidung serta mengipas tangan nya


"Ia ia kakak ku yang wangi-wangi"seru Relia dengan senyum.dia sudah menganggap Dania sebagai kakak kandung nya sendiri,bahkan dia lebih nenyanggi Dania dari pada Daniel,bagi Relia Dania itu perempuan yang sangat baik jujur dan penyayang.


Pasangan yang baru resmi saja jadian hari ini,mereka sudah sampai di mana pertemuan singkat para CEO CEO besar beserta orang orang penting yang berpengaruh di dunia bisnis.


Mereka masuk ke dalam dengan Dania memegang tangan Daniel.sampai di aula lokasi sudah banyak yang datang sebelum mereka.Danua menatap dekorasi yang menurut nya sangat cantik.


Tukang dekor memang pesulap handal dalam mengubah ruangan yang polos menjadi seindah ini,bahkan dia terkagum kagum sampai ia tersenyum sendiri.


"Kenapa kau tersenyum"


"Tempat nya indah sekali"Dania melempar senyum nya ke arah Daniel


"Kau suka"


"ia"


"Dekorasi kita lebih bagus dari pada ini nanti nya"membalas senyum wanita yang ada di sebelah nya dan membuat wanita itu jadi malu-malu kucing.mendengar kalimat tadi membuat hati Dania berdesis.


Dia berharap dia dan Daniel sampai ke pelaminan Tampa ada hambatan yang membuat mereka berpisah,karna sekarang Dania sudah memiliki perasaan sepenuh nya terhadap Daniel,dia merasa nyaman dan tenang bila berada disisi pria yang dulu nya berseratus sahabat sekarang menjadi kekasih nya.


Acara inti sudah di langsungkan.sekarang acara ramah tamah untuk para tamu yang hadir menikmati makanan yang telah di siapkan.di kesempatan acara ini banyak sekali para pembisnis bisa berkenalan berbincang-bincang pada pembisnis lain nya.


Dania berdiri seorang diri dengan menikmati segelas minuman biasa di tangan nya sambil menatap orang orang yang lalu lintang di lokasi.serta menikmati hiburan musik yang telah di sediakan.

__ADS_1


"Hay...boleh bergabung"


Dania menatap orang asing di depan nya dan berdiri dengan sopan.


"Boleh"dengan sedikit senyum.dia tidak tau siapa pria ini,kenapa dia menghampiri diri nya.pria itu memikiki wajah yang tak kalah tampan juga terbilang masih muda,senyum nya sangat manis.


"Anda sendirian"menatap dengan penuh maksud


"Tidak"jawab Dania dengan senyum terpaksa,ingin sekali dia pergi tapi dimana Daniel,dia merasa tidak nyaman bersama orang baru.


"Oh ya,kenalkan nama saya Rian Nicole Suharja"mengulurkan tangan nya dan senyum


"Saya Dania"menjabat tangan pria itu,pria itu mengangkat tangan Dania mencium punggung tangan nya dengan lembut.


"Seperti ini lah perkenalan jaman sekarang"Suara Rian terdengar aneh bagi Dania,seperti nya pria ini ada maksud lain.


"Lepaskan tangan mu,dari milik ku...."Daniel menghentakkan tangan pria itu dengan kasar, menatap pria itu dengan mata elang nya yang siap mencakar mangsanya.


"Berani sekali kamu menyentuh tangan kekasih ku,tangan mu itu tidak pantas untuk menyentuh nya"dengan penuh penekanan,suara Daniel terdengar begitu gencar dan marah.emosi nya memburu saat ada orang yang berani menyentuh milik nya.


"Daniel,jaga bicara mu,banyak orang disini,malu"Bisik Dania memegang lengan kekasih nya.


"Diam......jangan ikut campur.kenapa kau tidak menolak saat dia mencium tangan mu,apa kau diri ku di sentuh sembarangan orang"Daniel semakin geram karna Dania menegur bicara dengan pria yang ada di hadapan nya saat ini.dia tidak habis pikir kenapa Dania tidak menolak saat pria berengsek ini menganggu nya.


"DANIELLL...."Dania menatap horor pada Daniel untuk menghentikan omongan ngaur nya,jika tidak di larang,dia akan membuat kekacauan yang akan jadi tontonan banyak orang.


"Aku minta maaf atas perkataan nya Rian,dia memang lagi emosi,mohon di maklumi saja,kami permisi"Dania menarik tangan Daniel menjauh dari kerumunan orang,agar tidak jadi pertengkaran yang membuat mereka malu.


Dania sudah tau bagaimana Sipat Daniel kalo sudah marah,dia tidak akan memperdulikan orang sekitar nya,sebab itu dia membawa Daniel jauh dari pesta.sekarang mereka sudah berada di halaman samping gedung tepat nya di taman.


"Lepasin kenapa..."Daniel melepas tangan nya dengan kesal.


"Kamu itu kenapa sih...."


"Apa......"Daniel menyolot kan mata nya saat Dania membela pria tadi bukan diri nya.


"Kamu mau membela pria itu dari pada aku?...silahkan,bela saja dia sana....hirau kan saja aku,terus kenapa kamu bilang kalo aku lagi emosi harap maklumi saja,itu apa maksud kamu"kemarahan Daniel malah berbalik pada Dania.


"Aku tau aku lagi emosi,bahkan sangat emosi sekali sampe-sampe aku ingin memukul wajah pria berengsek itu sampai habis.karna aku tidak mau ada orang lain yang dekat dengan mu atau menggoda mu"


"Aku dan dia tidak melakukan hal yang aneh aneh,kami hanya berkenalan itu saja,nggak lebih kok"Dania melakukan pembelaan diri


"Berkenalan dengan sebuah ciuman di tangan,hah......kamu pikir itu perkenalan biasa apa.dari cara dia melihat mu saja aku sudah tau kalo dia ada niat buruk sama kamu,dan aku tidak suka ada orang yang mendekati kamu atau menyakiti kamu,aku akan menjaga mu dari pria pria yang berani menggoda mu"


Hah......lalu bagaimana cara nya aku berlindung dari pria seperti mu,bahkan kamu lebih melakukan hal itu kepada ku


Dania menatap dengan kesal,Daniel tidak menyadari bahwa yang terus menggoda dan merayu nya adalah diri nya sendiri bahkan sebelum menjalin hubungan.


"Kamu itu terlalu cemburu Daniel,sikap kamu terlalu kekanakan,aku tidak mau kau membuat keributan hanya karna masalah kecil seperti ini.dan aku tidak membela dia"


"Lalu kenapa kau membiarkan tangan mu di cium oleh nya,apa kau tidak menghargai aku sebagai kekasih mu"Daniel yang tak mau kalah,dia merasa bahwa duri nya itu benar,bahkan dia tidak tenang sebelum memberi pelajaran pada pria berengs*k itu.


"Kamu bahkan melakukan hal yang lebih kepada ku"kata kata yang seharusnya tersimpan dalam hati Ahir nya keluar dengan sendiri nya.


"Kenapa kamu menyalahkan aku Dania....siapa kekasih mu sebenarnya ,dia atau aku...."Daniel menunjuk pada diri nya,dia sangat kesal sekali sikap Dania terhadap nya bahkan dia iba hati,dia meninggalkan Dania seorang diri.


**Bersambung.


Maaf yah Author lama up.jangan lupa like nya setelah di baca yah teman teman**

__ADS_1


__ADS_2