
Dania mengerjakan bulu mata nya karna terbangun.dia memijat kepala nya yang masih terasa berat.perlahan menduduki nya melihat tempat yang sangat asing sekali.dia terkejut melihat diri nya sudah polos,tidak memakai pakaian sedikit pun.
"A-apa yang terjadi dengan ku!!"Dania ayok melihat diri nya seorang diri di kamar dengan baju nya yang sudah terlepas.seingat nya dia tidak seperti ini.
"Ya Tuhan,apa yang terjadi dengan ku,apa yang aku lakukan disini!! kenapa aku bisa ada di sini!! siapa yang membawa ku!! hiks.....huuu...."dia menaggis karna tiba-tiba keadaan nya sudah seperti ini. Dania mengingat saat di kafe sedang menunggu Johan,dia merasa pusing di kepala setelah itu tidak ingat apa-apa lagi.
"A-apa aku di cilik dan......"tangis nya pecah memikirkan hal-hal yang buruk terjadi pada nya.Dania tampak kacau,wajah nya sudah di penuhi air mata yang mengalir deras,tangan nya memeluk selimut dengan tubuh bergemetar.
"Tidak,ini tidak mungkin,aku tidak mungkin di perkosa huuuu......Mama...."
Deringan ponsel membuat Dania mengalihkan perhatian nya pada tas yang ada di meja sebelah tempat tidur.tangan nya gemetar mengangkat pangilan yang ternyata dari Bryan. meredakan tangisan nya dan berusaha untuk tenang.baru lah ia bicara,karna dia tidak inggin Bryan tau kondisi nya sekarang ini.
"Hallo Bryan"
"Dania kamu dimana"suara Bryan terdengar aneh
"Ada apa Bry? kenapa suara kamu tegang gitu?"
"Gawat Nia,Daniel sekarang ada di rumah sakit,cepatlah kamu datang kesini aku mohon!!"
"A-apa.....ka-kamu jangan becanda Bry,dia baik-baik saja kan,dia sakit apa? apa yang terjadi dengan nya?"
"Aku tidak bisa menjelaskan semua nya di telpon,kau datang saja dulu disini nanti akan aku ceritakan semua nya,tolong cepatlah"
Tuuttt
Sambungan telepon diputuskan dan ya semakin panik apa yang terjadi saat ini. belum selesai masalah yang ia hadapi, sekarang masalah baru datang dengan Daniel yang masuk ke rumah sakit. dengan terburu Dania memungut pakaiannya yang berserakan di lantai dan kembali mengenakan nya.
di pinggir jalan dan Nia menyetop taksi da masuk. melihat jam di tangannya sudah pukul 09.00 malam. Dia sangat gelisah berulang kali Dia menyuruh sang supir untuk mempercepat jalan nya.
"Yah...lowbet lagi hp-nya"Dania kesal pada hp-nya yang telah mati
"Bagaimana aku mau menghubungi Bryan kalau ponsel ku kehabisan baterai"
"Pak,tolong lebih cepat lagi!!"
"Ia Neng"
Akhirnya sampai juga di depan rumah sakit.setelah membayar ongkos taksinya Dania berlari masuk ke dalam menemukan Bryan berdiri mematung di tempat.
__ADS_1
"Bryan!!"
"Dania,untung lah kamu cepat datang"
"Di mana Daniel? apa yang terjadi dengannya? dia sakit apa!! katakan padaku Bryan!! Daniel baik-baik aja kan?"Dania memegang kemeja Bryan sambil menaggis menunggu jawaban dari sahabat nya.
"Dia.....dia minum Nia"lirih Bryan dengan pelan.Dania melepaskan tangan nya dari baju nya
"Nona Dania!!"Dokter keluar dari ruangan tempat Daniel di periksa.
"Gimana Dok,apa dia baik-baik saja!!"
Dokter Alex menghela nafas.terlihat dari wajah nya berat sekali menyampaikan apa yang terjadi.
"Dengan sangat menyesal sekali saya harus mengatakan bahwa keadaan Tuan muda Daniel tidak baik-baik saja,dia mengalami gangguan jantung akibat terlalu mengkonsumsi Alkohol terlalu banyak.tekanan detak jantung nya menurun,itu sebab nya dia menjadi lemah.kami akan melakukan operasi penyedotan cairan Alkohol karna itu sangat berbahaya bagi lambung nya"
Tubuh Dania melemah setelah mendengar apa yang di sampaikan Dokter Alex kepada nya.terduduk di lantai,menumpahkan kesedihan derita yang di alami Daniel.
"Kenapa kau seperti ini Daniel......hiks...huu...apa yang terjadi dengan mu!! aku sudah melarang mu untuk tidak melakukan nya lagi,tapi kenapa kau masih saja meminum nya hiks......"
"Kamu yang kuat Nia,kamu tidak boleh seperti ini.yang terjadi hanyalah kehendak yang maha kuasa.dan Daniel telah salah mengambil langkah nya"Bryan ikut sedih melihat kedua sahabatnya sama-sama menderita.yang satu nya terbaring lemah tidak sadarkan diri,yang satu nya lagi lemah tidak berdaya.
"Bryan, Dania"Nathan baru sampai bersama Refan. saat sedang bersantai di ruamh Bryan memberi kabar kalo Daniel masuk ke rumah sakit.Zhelia yang mengetahui putra nya dalam bahaya dia bersikeras untuk ikut tapi di larang oleh suami nya karna kondisi nya belum kembali pulih.dengan segala bujukan dari Nathan Zhelia mengalah walaupun dia sangat ingin menemui anak nya.
"Papa!!"Dania menghambur ke pelukan Nathan,mengeluarkan segala tangisan isakan yang ia rasakan.
"Tenang lah,papa ada disini"
"Bagaimana keadaan kakak ku!!"tanya Refan yang juga ikut cemas
"Kamu yang tenang Fan,kita doa kan kakak mu baik-baik saja"
"Bryan,kamu teman yang paling dekat dengan nya.kamu pasti tau apa yang terjadi pada Daniel,kenapa dia sampai seperti ini"
Bryan bingung harus jawab apa pada Papa Daniel. disisi lain dia sudah berjanji dengan teman nya untuk tidak mengatakan yang sebenar nya karna Daniel ingin diri nya yang mengatakan pada semua orang.
"Om,saya juga tidak tau apa yang terjadi!! sebaik nya om tanya langsung saja pada Daniel setelah dia sadar nanti"
Maafkan saya Om saya tidak bermaksud untuk berbohong.keadaan nya sangat tidak tepat kali om tau yang sebenar nya.
__ADS_1
Dua jam telah berlalu operasi berjalan dengan lancar.hanya saja Daniel kehilangan banyak darah dan Refan mendonorkan darah nya pada kakak nya.Daniel di pindahkan di ruangan VVIP.
"Sayang,kamu pulang bersama Refan yah?"
"Nggak pa,aku mau disini jagain Daniel,papa sama Refan aja yang pulang"
"Tapi Dania,kamu terlihat lemah,istirahat lah di rumah besok kamu kesini lagi menemui Daniel"
"Mama lebih membutuhkan papa di rumah,biarkan aku yang jagain Daniel disini,papa pulang saja Mama pasti khawatir"perkataan Dania ada benar nya juga di rumah istrinya pasti gelisah menunggu kabar Daniel.
"Benar Om,sebaiknya Om pulang saja kasihan tante Zhelia sendirian di rumah.biar aku yang menemani Dania di sini untuk jagain Daniel"
"Baiklah,om percayakan ini pada mu!! tolong jaga Dania"
"Baik Om"
Berat rasa nya Nathan pergi dari rumah sakit milik nya.dia inggin sekali menunggu putra nya sadar tapi dia juga tidak bisa meninggalkan istri yang sakit di rumah,saat ini Zhelia sangat membutuhkan diri nya.
****
Sebuah amplop kuning dilempar tepat di depan pria yang lagi duduk santai sambil menghisap rokok nya.
Pria itu membuang puntung rokok nya yang telah habis dalam asbak rokok.mengambil amplop itu lalu di buka.
"Ok,bayaran nya sangat cocok,lain kali jika membutuhkan bantuan hubungi saja gua"pria itu berkata dengan penuh percaya diri.di bibir nya menampilkan senyum jahat.
"Tenang saja!! aku akan menghubungi mu bila aku membutuhkan bantuan dari mu"
"Semua nya sudah bereskan?"
"Masih belum,pekerjaan mu selanjut nya mengirim poto-poto itu ke alamat yang telah aku beritau,hanya menunggu aba dari ku saja"
"Itu sih gampang"pria itu tersenyum
"Inggat,ini adalah rahasia jadi kau tidak boleh memberi tau siapa pun apa yang telah kita lakukan"Alina mengacungkan jari nya sembari mengingat kan nya.
"Gua tau,nggak usah lu ingatkan lagi"
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah guys