
"Lepaskan aku,biarkan aku jatuh kebawah"
"Aku tidak akan melepaskan tangan mu,aku tidak akan membiarkan mu jatuh ke bawah.pegag tangan ku erat-erat Dania"
Daniel beruntung bisa dapat meraih tangan Dania saat dia jatuh ke bawah.Daniel benar benar panik saat melihat Dania menjatuhkan diri.
Dania berusaha melepaskan tangannya dari tangan Daniel,namun pegagan Daniel lebih kuat dari cegahan nya. sementara di bawah sana banyak orang yang menyaksikan kejadian ini,mereka berteriak histeris melihat Dania yang bergantung di atas atap gedung rumah sakit.
"Apa yang wanita itu lakukan,itu sangat berbahaya sekali"
"Ia benar,itu sangat berbahaya"
"Berdoa saja pria itu bisa menyelamatkan nya"
komentar komentar ibu-ibu yang melihat adegan yang berbahaya itu.
Daniel merasakan tangan Dania mulai terlepas dari genggaman nya, sebab air peluh yang membuat licin tangan nya beserta Dania yang berusaha melepaskan diri,membuat Daniel tidak sanggup bertahan.
"Baiklah,aku akan menuruti keinginan mu"Ahir nya Daniel yang mengalah dari perdebatan ini.dia mengesampingkan ego nya demi keselamatan Dania,mungkin dia harus berkorban demi hidup orang yang dia cintai.
"Benarkah,apa yang kau katakan"seru Dania menatap mata Daniel dengan penuh harapan.
"Ia,aku akan menuruti perkataan mu jika kau mau memegang tangan ku"
Dengan cepat Dania memegang tangan Daniel dan naik ke atas.
Sampai di atas Daniel memeluk Dania dengan perasaan yang lega,Daniel memeluk tubuh itu dengan erat,seolah dia tidak ingin kehilangan Dania,dia belum siap jika Dania meninggalkan nya dengan cepat.dia terpaksa mengikuti kemauan Dania,mengiyakan perintah nya asalkan dia selamat,tidak masalah dia mengalah kali ini,nanti dia akan mencari cara lain untuk merubah pikiran Dania.
"Benar apa yang kau katakan tadi Daniel,kau tidak akan bohong kan?"Dania kembali mengulang perkataan nya untuk memastikan bahwa Daniel serius dengan omongan nya.
"Ia"Daneil menjawab dengan suara berat dan tercekat.
Saat ini aku terpaksa menuruti keinginan mu Dania, karena aku tidak mau melihatmu terluka, dengan aku pura-pura menerima perjodohan itu kamu akan hidup tenang dan tidak perlu melukai dirimu lagi. aku akan mencari cara untuk kita bisa bersama lagi, aku janji sama kamu,aku akan membuat cinta kita kembali bersatu.
.
__ADS_1
.
.
Mereka sudah pulang dari Rumah sakit. sekarang mereka sudah kembali ke rumah,Nathan dan Zhelia sudah menunggu di ruangan keluarga.
"Itu mereka sudah pulang pah"Zhelia menghampiri anaknya dengan beribu rasa khawatir yang menghantui nya sejak kepergian mereka dari rumah.
"Mama sangat mengkhawatirkan kalian yang tidak pulang-pulang ke rumah semalaman"
"Mama tidak perlu khawatir,kan sekarang kami sudah ada di rumah. tadi aku menjemput Dania di rumah temannya"Daniel berbohong, karena dia tidak mau Mama nya tau jika semalam mereka ada di Apartemen nya.orang tua nya pasti akan bertanya-tanya kenapa mereka bermalam di satu atap.dengan mengelak pikiran yang tidak baik,Daniel terpaksa berbohong.
"Bagaimana Daniel,apa kamu sudah setuju bertunangan dengan Alina"Tanya Nathan sambil menikmati kopi buatan istri nya.
Daniel menatap Dania sambil berkata"Ia,aku setuju"
Mendengar hal itu Nathan dan Zhelia jadi senang,mereka merasa lega karna Daniel menerima perjodohan yang telah pihak keluarga sepakati.tapi tidak dengan Dania,wanita itu menunduk sedih mendengar jawaban Daniel,walaupun dia yang memaksa Daniel melakukan itu,mendengar jawaban langsung dari mulut Daniel membuat nya merasa tergampar dengan benda tajam.
Mungkin harus seperti ini Daniel.
"Semua yang kamu lakukan itu bagus sayang"Saut Nathan mendukung keputusan nya.
"Dania,kamu bantu mama masak yah"
Dania hanya tersenyum.
"Ya ampun Dania,kedua tangan kamu kenapa di perban.apa yang terjadi"Zhelia langsung shock melihat tangan Dania yang di naluri lain putih itu.
"Ada apa sayang"Nathan berdiri dari duduk nya lalu menghampiri istri nya yang terlihat panik.
"Ini pa,coba lihat tangan Dania,kedua di perban"memperlihat kan pada suami nya.
"Ini kenapa Dania,apa yang terjadi,apa kamu terluka"
"Em....pa,ma Dania baik baik aja kok,ini cuma luka kecil l,nanti juga akan sembuh kok"
__ADS_1
"Luka nya kenapa"sela Nathan
"Papa,mama saat pulang tadi Dania mengalami sedikit kecelakaan,mama sama papa tidak perlu khawatir"saut Daniel yang melerai kedua orang tua nya karna terlalu banyak memojokkan Dania dengan pertanyaan.
"Ya sudah,sekarang kamu istirahat di kamar,tidak perlu membantu mama"mengelus bahu Dania dengan manja.
"Tapi ma aku,......."
"Daniel,antar Dania ke kamar nya"
Daniel merangkul bahu Dania untuk menuntunnya naik ke atas.
Sesampai nya di kamar Daniel membuka pintu untuk Dania.
"Kamu istirahat yah,supaya kamu cepat sembuh"lirih Daniel dengan mengusap puncak kepala Dania dengan lembut,Daniel hendak memeluk Dania,tapi wanita itu menjauh.karna dia tidak ingin berada di pelukan Daniel,secepat kilat Daniel mendarat kankecupan singkat di dahi kekasih nya,Daniel menatap Dania yang tertunduk sedih.
"Sayang,aku ingin bicara pada mu"
"Pergilah dari sini"Dania langsung menutup pintu nya dengan keras hingga membuat Daniel terkejut.
Daniel tampak kesal dan meningal kan kamar Dania.
**Bersambung.......
like
like
like
like
like
like
__ADS_1
👍⬇️**