
Hari yang di nantikan pun telah tiba.
Pertunangan Daniel da Alina akan di lakukan malam ini di kediaman Eric Micuel Wiraguna.
Semua tamu sudah banyak yang berdatangan.mulai dari tamu bisnis,kerabat jauh dan dekat,serta teman-teman sosialita Alina juga mama nya tak kalah tinggal.mereka berbondong-bondong menghadiri acara Besti mereka.karna keluarga Eric cukup terkenal di dunia Bisnis.
Sehingga apapun permasalahan dan kegiatan yang di keluarga mereka langsung di siarkan di stasiun Televisi.
Pesta yang mewah dan megah menjadi topik yang hangat bagi mereka yang datang.
"Selamat malam Besan ku!"seru Eric memeluk Nathan dengan pelukan hangat.begitu juga istri mereka juga melakukan hal sama.tampak wajah keempat manusia itu terlihat bahagia dan berseri.
"Oh ya,dimana calon menantu ku"
"Dia masih berdandan di kamar nya Zhel,udah dua jam dia di kamar dan tidak mau keluar,karna dia merasa penampilan nya kurang memuaskan"
"Itu hal yang biasa,nama nya juga perempuan.perlu membutuhkan waktu yang lama untuk mempercantik diri di hari istimewa nya.aku ingin melihat nya dulu"
"Baiklah,aku akan ikut bersama mu"
.
.
.
.
"Apa lo akan melakukan pertunangan ini Daniel?"bisik Bryan
"Gue belum ada rencana Bry,untuk itu gue harus melakukan ini dulu"
"Kenapa nggak Lo umum kan saja pada semua orang di atas panggung itu,dan batalkan pertunangan nya"menunjuk panggung yang ada di depan mereka
"Lo gila Bry. dengan ide konyol Lo itu,gue menghancurkan dua keluarga sekaligus.keluarga gue akan di permalukan,dan Nama Dirgantara selama nya akan buruk di dunia bisnis, orang-orang akan menganggap keluarga gue remeh,dengan mudah nya musuh-musuh kami akan menghancurkan keluarga gue jika gue sampai melakukan itu,jika tidak mementingkan keluarga udah dari dulu gue batalkan dan tidak akan memikirkan nyawa Dania,keluarga gue cukup terpengaruh di negara ini,dan gue nggak mau mempertaruhkan kan itu,juga gue nggak mau mempermalukan papa gue"
"Benar juga apa yang Lo katakan.sorry yah tadi gue nggak mikir dulu buat ngasih ide,karna gue Fokus nya gimana cara membantu Lo agar pertunangan ini batal"
"Santai aja"
Dania memasuki ruang tamu,dia bertabrakan dengan seorang pria yang begitu tinggi,memiliki postur tubuh yang cukup bagus sseta paras yang juga sangat tampan.entah siapa yang dulu salah menabrak siapa,tapi kejadian itu sudah terjadi.
Aaaahhh
"Maaf,saya tidak sengaja,apa kamu baik-baik saja?"tanya pria itu yang terlihat khawatir pada Dania yang sempat terhempas keras pada dada bidang nya.
"Tidak,tidak papa! aku juga minta maaf karna jalan nya terburu-buru"
"Syukurlah,jika kamu baik-baik saja"
"Ia"Dania pergi meningal kan pria tadi
.
.
.
.
.
Alina telah turun di dampingi oleh teman-temannya menuju tempat dimana ia akan memakaikan cincin pertunangan yang akan mengikat nya dengan Daniel. terlihat semua tamu sudah berkumpul mengelilingi pasangan yang hendak melakukan pertukaran cincin.
Alina mematap Daniel dengan penuh senyuman.
MC:Mari kita saksikan pertukaran cincin pada pasangan Daniel dan Alina.
Daniel mengambil salah satu cincin yang ada di nampan di pegang oleh Relia.dia mengarahkan cincin itu ke jari Alina.melihat itu,Dania menahan diri untuk tidak menanggis.bahwa dia sudah ikhlas memberikan orang yang dia cintai kepada wanita lain.jadi,dia tidak perlu menghadapkan Daniel kembali kepada nya.
Perlahan Daniel memasukan cincin itu ke jari Alina.walauoun hati nya menolak untuk tidak melakukan semua ini,tapi pikiran nya tidak bisa berhenti karna harus melakukan nya demi wanita yang di cintai.
Giliran Alina memasukan cincin itu ke jari Daniel dengan senyum bahagia.suara tepukan tangan terdengar riuh melihat momen ini sedang berlangsung
__ADS_1
Semoga kamu bahagia Daniel!
Bryan menepuk halus bahu Dania untuk memberi nya semangat dan tidak boleh berdedih.Bryan tau apa yang saat ini Dania rasakan.dia menghapus air mata nya dengan cepat karna tida ingin sahabat nya melihat nya.padahal Bryan sudah tau dari tadi tubuh wanita itu terus gemetar.
Acara pertukaran cincin sudah selesai.sekarang acara Ramah tamah untuk para tamu yang sudah menyempatkan diri untuk hadir.dua keluarga besar juga menikmati hidangan yag telah di sajikan di atas meja depan mereka duduk.
Daniel terus memperhatikan Dania yang sedari tadi hanya diam saja.bahkan wajah kekasih nya terlihat pucat.
Dania kenapa? apa dia lagi sakit?
"Sekarang tinggal menetapkan tanggal pernikahan nya.menurut mu gimana Nath,hari apa yang bagus"
"Sebaiknya kita bahas saja besok di kantor ku,kita cari waktu yang tepat untuk pernikahan anak anak kita"
"Baiklah,besok aku akan mengunjungi mu di kantor mu"
.
.
.
"Selamat yah Alin atas pertunangan nya,aku berharap kedepannya lancar lancar juga!"kata seorang pria yang baru saja mendekati Alina.
"Ia Jon, terimakasih atas doa nya.oh ya semua nya,kenalkan ini Johan teman baik ku,aku sudah menganggap nya seperti kakak ku sendiri"
Johan memperkenalkan diri nya pada semua orang dengan sopan dan menyalami semua orang yang bergabung di sana.
Johan menyodorkan tangan nya pada Dania yang masih merunduk melamun.saat nama nya di panggil Zhelia,dia pun menegakkan kepala nya dengan cepat,pandangan nya tepat pada manik mata Johan.
"Kau yang tadi itu kan?"Johan terkejut sekaligus senang karna ini yang kedua kali nya dia bertemu dengan wanita yang tak sengaja bertabrakan tadi dengan nya.
Mereka yang duduk di sana menatap Johan dan Dania bergantian.mereka penasaran,juga heran,maksud dari ucapan Johan.
"Kalian berdua sudah saling kenal?"saut Zhelia
"Nggak kok Tante,tadi aku dan dia nggak sengaja bertemu saat dia masuk dan kami bertabrakan.aku senang sekaligus tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan nya"dengan senyum Johan menceritakan kronologi nya saat bertemu dengan Dania.agak sedikit canggung karna semua orang memperhatikan nya.
"Oh....Tante kira kalian sudah saling kenal"
"Kenalkan aku Johan temannya Alina"
"Aku Dania" membalas dengan senyum
\*\*\*\*\*\*
Kediaman Dirgantara
Mereka semua sudah kembali dari selesainya acara pertunangan.
Daniel keluar dadi kamar mandi dengan mengusap rambutnya yang basah melalui handuk di tangannya. Dia berjalan mendekati tempat tidur dan melihat ada kotak berwarna hitam di atas tempat tidurnya.
"Punya siapa ini"Daniel membuka kotak itu,dia terkejut saat melihat benda yang ada di dalamnya.itu adalah benda berharga yang dia berikan kepada Dania, kalung beserta cincin. Daniel menggenggam kotak itu dengan penuh emosi.
Daniel mengetuk pintu kamar Dania dengan sangat keras sehingga pintu itu cepat terbuka. saat pintunya telah dibuka Daniel langsung mendorong tubuh Dania Kedinding dan menghimpitnya dengan ketat.
"Daniel! apa yang kau lakukan"Dania terkejut dan berusaha menjauhkan Daniel darinya
"Apa ini!"Daniel memperlihatkan kotak itu dihadapan Dania serta mengunci tatapan Dania dengan tajam.sebelah tangannya ia gunakan untuk mencengkeram bahu dan ia dengan kuat sehingga wanita itu tidak bisa bergerak sedikitpun dari belenggunya.
Dania hanya terdiam menatap kotak itu,karena dia tahu apa isinya.
"Kenapa kau diam.Ayo jawab..... kenapa kamu mengembalikan ini kepadaku! "bentak Daniel dengan keras.
"Sudah seharusnya aku kembalikan itu kepadamu sejak dulu Daniel.dan Aku tidak membutuhkan benda itu lagi dan aku tidak ada Hak untuk memiliki nya. Aku ingin menghapus kenangan yang pernah aku lalui bersamamu, dan aku tidak ingin menyimpan barang pemberian dari mu lagi"
Daniel menatap manik Dania dengan dalam. berusaha mencari kebohongan. tidak serius dengan ucapannya.
Dia sungguh kecewa dengan apa yang dilakukan Dania mengembalikan barang pemberian yang didasarkan Dengan cinta dan kasih sayang yang tulus. jika tidak ingin memilikinya lagi,apa salahnya dia menyimpan sebagai kenangan.
"Baiklah jika itu keinginanmu,Aku berharap suatu saat kau jangan pernah menyesal"
Daniel pergi dari kamar Dania dengan menahan sakit hati,kecewa,sedih semua nya bercampur aduk.
__ADS_1
Dania menangis terisak duduk di lantai. sebenarnya dia juga tidak ingin mengembalikan kalau peserta cincin itu. tapi dia harus melakukan nya demi perasaan nya untuk melupakan Daniel. dia berusaha membuang kenangan mereka jauh-jauh dari kehidupannya.dia tidak ingin menanam perasaan itu lagi di hati nya sampai kapan pun.
.
.
.
.
Pagi nya saat mereka makan bersama,Alina dan Johan juga bergabung pagi itu,karna Alina butuh bantuan untuk menemani nya ke rumah calon mertua nya.
"Tante senang sekali bisa melihat kamu pagi ini sayang"
"Ia Tante,aku sengaja datang kesini karna mama ku ingin bertemu dengan Tante,itu sebab nya aku mau menjemput calon mama mertua ku!"senyum sumringah Alina
"Kamu bisa aja Alina"senyum Zhelia
"Setelah ini kita pergi bersama"
"Ayo Nak Johan,silahkan di makan,jangan diliatin aja"
"Ia Tante"
Saat Johan mau mengambil mangkok yang berisi nasi,Dania juga memegang nya dan itu membuat tangan Johan menyentuh tangan Dania. karna mereka duduk nya berhadapan.mereka berdua menatap dengan lama membuat sepasang mata elang Memanas,serta tangan nya mengepal kuat sendok yang ia pegang.
"Ekhem"
Deheman Nathan membuat kedua nya tersadar dan saling melepas.
"Cie....ada yang lagi jatuh cinta nih"ejek Relia yang senyum-senyum melihat keromantisan mereka berdua.
"Diem lu anak kecil sok soan tau tentang cinta...."Revan menjitak kepala adik nya dengan keras,membuat Relia mengaduh dan kesal.
"iiiiisssss apaan sih main jitak aja"marah Relia mengusap kepala nya yang terasa panas.
"Mah,pah Daniel pergi dulu"pamit Daniel dengan dingin.
"Ia sayang, hati-hati"saut Zhelia
"Tumben makan nya tidak habis"
"Ia yah,biasa nya nggak gitu deh.Mungkin lagi buru-buru kali pa"sambung Zhelia menjawab ucapan suami nya.
.
.
.
.
Setelah meletakan berkas hasil dari rapat pagi tadi,Dania pun keluar.sebelum mencapai pintu,Dania di kagetkan dengan kedatangan Daniel yang terlihat dingin serta mata yang sangar menatap diri nya.
Perlahan dia memundurkan langkah nya untuk menjaga jarak pada Daniel,di lihat dari Sikap dan tatapan nya seperti nya dia sedang marah.saat melangkah,Daniel mencengkram lengan Dania,secepat kilat dia menempelkan bibir nya pada bibir Dania lalu menekan dengan kuat.menerima serangan yang mendadak membuat gadis itu terkejut berusaha melepaskan diri.
Ciuman Daniel yang buas,melahap habis bibir manis itu.menghisap,serta lidah nya menari-nari di dalam rongga Dania membuat wanita itu sulit bernapas dan terus meronta untuk di lepaskan.
"Mpphhh"
Dania terus memukul,mendorong jauh tubuh Daniel.saat ciuman nya terlepas Daniel memungut bibir itu lagi,tidak peduli apa yang terjadi pada Dania menolak ciuman nya,yang di ingin kan nya adalah,melampiaskan nafsu yang telah lama ia pendam.
Dania mendorong Daniel dengan kuat,dan memberi tamparan di pipi nya.
Plaakk
Tamparan itu membuat Daniel terdiam.
"Aku sudah memperingati mu untuk tidak mendekati ku lagi atau menyentuh ku! aku bukan kekasih mu lagi yang bisa kau cium.lua harus sadar Daniel,kita tidak ada hubungan apa-apa lagi,semua nya sudah putus"
"Ini yang terakhir kali nya aku memperingati mu Daniel,tolong jauhi aku,kau mengerti!"Dania pergi dari ruangan tersebut dengan rasa marah di hati nya.
Daniel juga marah dan kesal.dia pun memukul dinding yang ada di belakang nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa tingalkan jejak like nya