Daniel & Dania

Daniel & Dania
Ketegangan


__ADS_3

"Om akan membantu kamu untuk memilih"Carlos menekan tombol yang ada Di gengaman nya.terlihat di video,Cristian jatuh Oleh tali yang membawa Nya.


Dania berteriak melihat sang Opa terjatuh.


Pandangan mereka mengarah Ke arah luar,Cristian Masih bergantung,Dia Belum jatuh kebawah.


"Opaa...."Dania ingin menghampiri Cristian,tapi kedua Bahu Nya Di tekan Oleh Bodyguard Carlos sehingga Dania tidak bisa bergerak,hanya bisa menagisi keadaan sang Opa yang tergantung.


"Aku Mohon Om,tolong lepaskan Opa! jangan sakiti Dia!"Dania memohon Di sertakan tangisan yang semakin terisak.dia tidak ingin kehilangan keluarga lagi setelah kehilangan kedua orang tua Nya,hanya Opa Cristian lah keluarga yang Dia punya saat Ini.


"Maka cepatlah Kau tanda tangan Di Surat itu! nyawa Opa mu akan terselamatkan.kesempatan tidak akan pernah datang dua Kali Dania,Kau pahami itu..."sekali lagi Carlos memberi kesempatan untuk Dania berpikir.


"Jangan Dania!....jangan lakukan itu....jangan percaya pada iblis itu...Dia hanya mengancam mu saja"Seru Cristian mencegah Dania supaya Dia tidak mewujudkan keinginan Anak Nya yang jahat itu.


"Ta..tapi,nyawa Opa Dalam bahaya..."


"Jangan pedulikan Opa mu Yang sudah Tua ini"


Dania tampak bingung,apa yang Harus Dia lakukan.


Carlos sudah tidak bisa bersabar Lagi,Dia ingin Dania menanda tangani Surat warisan itu secepat nya,kalo tidak Dia tidak bisa menguasai seluruh kekayaan Albert.


"Kau tidak mengenali ku Dania,aku tidak pernah main-main dengan tindakan ku,aku bisa saja memaksa mu,lalu melempar kakek tua itu ke bawah.tapi dengan baik hati Aku memberi mu kesempatan untuk menyelamatkan Opa tersayang mu Itu dengan pilihan"Carlos menekankan setiap kalimat Nya tepat di hadapan Dania.


"Dia bukan hanya Opa Ku saja,Dia juga ayah Om,kenapa Om tega memperlalukan kami seperti Ini hanya demi harta,kami Ini keluarga Om sendiri"


"Kalian memang keluarga Ku! tapi Aku lebih membutuhkan uang.tali darah memang saudara,tapi uang bukan saudara,Jadi Aku lebih membutuhkan uang dari pada kalian"


Sakit sekali hati Dania mendengar kata kata pedas itu.menyesal karna Dia punya seorang paman yang buruk sekali sikap nya.tidak peduli apapun yang terjadi pada keluarga nya.tega menyandra keluarga hanya demi mendapatkan uang.kenapa tuhan menciftakan manusia yang buruk seperti paman Nya Ini.


Dania bersumpah,Dia tidak akan mengangap pria Ini sebagai keluarga nya Lagi,dia akan membenci pria Ini karna dia lah penyebab utama kehancuran keluarga nya.


"Jika kami tidak percaya.Ambil Ini,Dan tanda tangan"Carlos meletakan remot kontrol tali pengikat Opa Nya Di hadapan Dania.


Wanita itu menatap Brenda kecil bewarna hitam itu dengan seribu diam.dan sekarang Dia sudah bisa memilih pilihan yang menurut hati Nya benar.Dengan tangan gemetar Dania meraih pulpen.


"Jangan Dania....."cegahan Cristian hanya angin berlalu Di telingga Dania,Dia tidak bisa berpikir lain lagi.yang Dia inginkan sekarang adalah keselamatan Opa nya,bagi Dania keluarga lebih berarti Dari apapun,Dan tidak bisa Di beli dengan harta.


Setelah tanda tangan itu selesai,sekretaris Carlos mengambil Surat itu Dan pergi.


Dania terkejut saat pistol mendarat Di Dahi nya dengan Indah.


"Carlos...janga lakukan itu! lepaskan Dania...lepaskan cucu Ku! Carlos..."Cristian menangis melihat Anak nya ingin menembak cucu satu-satu Nya.


"Lebih baik aku membunuh mu saja.karna Aku tidak ingin mengambil resiko jika kedepan Nya Kau menghalangi Jalan ku untuk mengendalikan CA Company.karna Aku Sangat yakin suami mu Itu tidak akan tinggal diam"


Dania menatap Carlos dengan Manik mata yang Merah Dan berapi-api,sudah Di beri hati sekarang Dia mau jantung.


Jika kematian Nya datang hari Ini,Dia pasrah.dia tidak akan menghalangi Jalan Carlos yang menjadi pelantara mengambil nyawa nya,karna itu sudah janji Nya terhadap sang pencifta.dan sekarang Dia memejamkan mata nya sambil berkata Dalam hati.


"By,Aku mencintamu....Aku harap,Di kehidupan selanjut nya Kita bisa bertemu kembali"


Dooorrrr

__ADS_1


Dooorrrr


Dia tembakan sekaligus tepat mengenai sasaran nya.suasana tampak Hening.Dania membuka mata setelah mendengar ada yang ambruk Di hadapan nya.dia terkejut melihat sang Om tergeletak Di lantai dengan Anak peluru mengenait tangan Dan dada.


Siapa pemilik peluru itu?


"Sayang...."


Dania menoleh saat mendengar suara yang Sangat Dia kenal.dia kembali menangis melihat sang suami ahir nya datang untuk menyelamatkan diri Nya.


Melihat itu,Daniel berlari memeluk istri nya yang ketakutan saat Carlos menodongkan pistol Ke Dahi nya.


Mereka sama- Sama memeluk dengan erat,Daniel menghadiahi puncuk kepala sang istri dengan kecupan yang banyak.dia merasa lega istri nya bisa di selamatkan dengan cepat,kalo saja dia terlambat sedikit,dia bisa kehilangan istri nya sekarang.


"Tenang sayang,Aku ada sini"


"Kenapa Lama sekali,Aku takut,By..."


"Maafkan Aku sayang,Aku datang terlambat


Semua musuh Telah Di amankan Oleh pengawal Dirgantara yang hebat milik Nathan.junjie sebagai ketua atau kapten Dia mengajak Anak buah nya menyekap para musuh Di suatu ruangan yang tidak akan bisa lepas dengan mudah.Cristian juga sudah Di amankan.


Carlos Masih kuat untuk mengambil senjata Nya,dia ingin membidik Daniel dari belakang,malah kaki Nya yang terkena peluru tembakan milik Nathan.Carlos semakin menjerit kesakitan.


"Seharus nya dua tembakan sudah membuat mu Sadar,ternyata tidak.kau malah menginginkan lebih.orang seperti mu hanya pantas untuk Mati"


"Aku...akan...mem...ba las-"sebelum ucapan nya selesai,darah lebih Dulu keluar Dari mulut Carlos Dan meningal.


"Itu adalah hukuman yang pantas Kau dapatkan,karna selama Ini Kau Telah banyak berbuat Salah,semoga Amal ibadah mu di terima Di sisi Allah"


***


Di lihat keadaan istri nya Masih syok.kejadian tadi membuat mental istri nya sedikit terguncang,apalagi nyawa nya sempat melayang jika tidak Di Selamat kan.


"Mau kemana?"Dania memegang tangan Daniel saat pria itu beranjak.


"Mau kebawah Dulu"


"Jangan pergi By,Aku Masih takut..."


Melihat wajah istri nya yang takut Dan sedih,Daniel tidak tega meninggalkan nya sendirian.dada nya terasa terhenyah saat melihat keadaan istri nya.belum pernah Dia melihat Dania setakut Dan secemas Ini.


"Baiklah,Aku tidak akan kemana-mana,Aku akan disini menemani kamu"Dengan suara yang lembut,Daniel ikut berbaring membawa Dania kepelukan nya.dia menepuk pelan Bahu istri nya untuk memberi ketenangan.dia juga mengusap-ngusap lembut rambut juga pipi milik istri nya.


Dania mengeratkan pelukan nya,inilah tempat paling ternyaman yaitu tubuh suami Nya.dia merasa Aman Di pelukan sang suami yang selalu melindungi nya Dari bahaya.


"Saat Om Carlos ingin menembak Ku,Dan kamu belum juga datang menyelamatkan Ku,waktu itu aku sudah pasrah untuk mati walaupun Aku Sangat takut.aku terus memanggil nama mu untuk menyelamatkan ku dengan cepat.aku hampir saja Mati terbunuh,Aku Sangat takut By,Aku takut tidak bisa melihat mu lagi"


"Tidak akan ada yang bisa memisah Kita kecuali tuhan.tidak akan terjadi apa-apa pada mu selama aku masih ada.selama aku hidup,Aku akan terus melindungi mu Dari apapun yang membahayakan.kamu adalah cinta Ku,aku hidup hanya untuk mu"Daniel mengeratkan pelukan nya.kali Ini Dia bersumpah akan lebih berhati-hati Lagi Dalam melindungi istri nya.dia tidak akan lengah Lagi setelah apa yang terjadi hari Ini.


"*Terimakasih yah tuhan...engkau Masih memberi kami kesempatan untuk bersama kembali.engkau tidak mengambil orang yang Aku cintai dengan cepat,Aku berjanji,akan menjaga Dania lebih baik Lagi"


Daniel berguman Dalam* hati,Dia Sangat bersyukur ternyata Allah Masih menyayangi Dia dan Dania sehingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan yang selanjut nya.

__ADS_1


"Aku akan menemani kamu tidur sayang, istirahat lah"


***


Seminggu Telah berlalu,Daniel memperketat penjagaan untuk Dania,Dia juga melarang istri nya keluar melakukan urusan yang tidak penting.jika mau keluar Dania tidak akan lepas Dari pandangan junjie.


Jam delapan lewat Dania turun kebawah menemui semua orang.tidak biasa Nya Dia bangun terlambat tapi Hari ini Dia kesiangan,Daniel juga tidak membangunkan nya tadi,Dia merasa tidak enak dengan mama Nya.


"Pagi Ma!"


"Pagi juga sayang...."seru Zhelia mengemas makanan yang di atas meja di bantu Suharti yaitu kepala pelayan Di Rumah itu.


"Maaf yah Ma,aku...tadi kesiangan,nggak sempat bantu-bantu"Dania merasa tak enak hati kala Pagi Ini dia melewatkan aktifitas yang biasa is lakukan.


"Nggak Papa Kok,Mama nggak masalah.tadi Daniel sudah bilang seperti Nya kamu kecapean sehingga Sulit Di bangunin"senyum Manis Zhelia


Benar sekali apa yang di katakana Mama nya,saat bangun tadi dia merasa Capek walaupun sudah tidur dengan waktu yang Lama.


"kamu mau makan,Mama ambilin yah?"


"Nggak Ma,aku nggak selera makan sekarang"


"Loh,Kok bisa samaan Sama Daniel,tadi dia juga tidak srapan dulu sebelum berangkat Ke Kantor"Zhelia heran sekaligus takjub dengan kesamaan anak-anak Nya,tapi Dia juga merasa bahagia.Zhelia berharap semoga pernikahan anak nya baik-baik saja,Dan Di jauhkan Dari masalah Dan bahaya yang datang.


"Mas Daniel nggak sarapan tadi Ma!"


"Ia...kata Nya tadi makan Di Kantor aja,mungkin Dia buru buru Mama juga nggak tau"


"Kalo gitu Aku Ke Kantor aja sambil Bawa makanan untuk Mas Daniel"


"Mama aja yang bekalin kamu disini aja,ya.sekalian mama Bawa juga untuk kamu yah"Zhelia memerintahkan Dania untuk duduk,sementara Dia membekalkan makanan yang akan Di Bawa Dania nanti Ke Kantor.


"Kalo gitu Aku siap siap dulu yah Ma"


"Baiklah"


Lama kemudian.


"Ma,Aku pergi dulu yah"Dania mengambil rantang yang Telah Di siapkan Oleh sang Mama.


"Hati-hati yah,tadi Mama sudah membawa dua pengawal untuk jagaian kamu"


"Ia Ma"


***


Junjie sedang bersantai dengan sebatang rokok Di tangan nya.melihat istri dari tuan muda Nya keluar Dari rumah dia pun mematikan rokok nya Dan menghampiri Dania.


"Nona mau kemana!"


"Saya mau kekantor"


"Mari,Saya akan mengantar Nona"

__ADS_1


Junjie membuka pintu Mobil dan Dania masuk kedalam.kemudian junjue menjalankan Mobil nya.


__ADS_2