
Seminggu kemudian
Daniel menuruni anak tangga menuju ke bawah dengan penampilan yang sempurna untuk masuk kantor lagi.karna hari ini dia sudah di perbolehkan oleh mama nya bekerja.
"Pagi ma pa"menyambar buah apel dari wadah nya lalu mengigit nya
"Pagi juga sayang"
"Dimana Rere sama Refan kok nggak keliatan"tanya Daniel
"Mereka berdua sudah berangkat di antar supir,baru saja"
"Oh....tumben sekali mereka pergi berdua"Daniel menaiki alis nya tapi dia bersyukur kalo adik nya bisa akur.
Ting Ting Ting
"Siapa sih yang bertamu sepagi ini"Zhelia menyanguh kan kepala nya ke arah ruang tamu.
"Pelayan....pelayan...."teriak Zhelia memangil pelayanan,biasa nya ada yang memberi tau kalo ada tamu.
"Biar Daniel yang buka ma"pergi dari tempat nya
"Seperti nya semua pelayan harus di pecat karna tidak mengerjakan tugas mereka"Daniel mengumpat saat sudah berada di depan pintu
Daniel membuka pintu melihat seorang anak remaja berdiri tegap dengan senyum yang merekah di bibir nya.wajah nya tampak berseri seri dengan mengenakan pakaian putih abu abu serta menenteng tas di bahu nya.cukup tampan buat usia nya.
"Pagi kaka"
Sapa nya dengan ramah
"Pagi....cari siapa yah"tanya Daniel dengan heran melihat kedatangan anak ini ke rumah nya apa mereka teman teman dari adik nya.sejauh ini belum ada orang yang berani masuk ke rumah nya Tampa ada orang dalam (penghuni rumah) yang membawa.
"Apa kak Dania nya ada,saya mau bertemu dengan nya"
*Dania
Kenapa dia menyebut nama Dania ada hubungan apa di antara mereka berdua,jangan jangan dia ini*........
"Kau ini siapa! ada perlu apa kau mencari Dania"bertanya dengan penuh selidik
"Perkenalkan nama saya saya Farel kak saya adik dari teman nya kak Dania"Farel menyodorkan tangan nya untuk bersalaman
Daniel tidak bergeming dia mengabaikan salaman itu,dia malah menatap remaja yang ada di depan nya Tampa berkedip.ayok yang kemarin kembali menghantui nya.
OH........SHITTTTT TIDAK MUNGKIN
Hanya kata itu yang di lontarkan dalam hati dengan rasa malu dan penyesalan
__ADS_1
Farel bingung melihat tangan nya tidak di ambil buat salam,dia heran melihat orang yang didepan nya hanya diam dia pun menarik tangan nya kembali.
"Farel...."
Suara Dania meruntuhkan lamunan mereka dan menatap Dania yang telah bergabung.
"Maaf ya Far...kamu jadi lama nungguin kakak"
"Ia kak nggak papa kok"
"Oh ya Daniel,hari ini aku datang nya agak siang karna aku mau nemenin Farel daftar dulu di sekolah baru nya"
"Ya udah bareng aku aja sekalian"Daniel melangkah kan diri lebih dulu menuju tempat mobil yang telah di siapkan oleh pelayan dan telah di panaskan juga mesin nya.
Daniel menatap Keheranan kenapa pria ini mendadak jadi baik hari ini.apa dia tidak salah makan obat kemarin aja dia marah marah dengan ku karna soal Farel dan dia juga emosi mendengar nama Farel,dia ingin sekali memukul pria yang bersama ku tapi saat dia sudah bertemu langsung dengan Farel,dia bahkan diam saja tidak dan berbaik hati mengantar nya.
Setengah jam lebih berkendara mereka sampai di sekolah yang sama dengan sekolah adik adik nya.sekolah ini cukup terkenal di kota.
"Dia sekolah disini"Daniel menoleh saat Dania melepas pengaman nya
"Ia,kata nya sekolah ini dekat dengan rumah nya"
"Kau mau di...."
"Aku disini saja"Memotong ucapan Dania yang belum sampai ke ujung
Huuuuhhhhh
Helaan napas berat keluar dari mulut nya
"Ternyata memang benar,pria yang di temui nya adalah anak SMA aku malu sekali dengan nya,terlihat juga aku sangat cemburu dan posesif"
Daniel menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam dan mengurusi kesalahan nya
Setengah jam kemudian Dania sudah masuk ke mobil.
"Sudah"
"Hmmm"
Sekarang tujuan mereka akan ke kantor karna sekarang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh siang.
"Apakah kau sudah percaya pada ku"
"Ia aku percaya"
"Aku kan sudah bilang kalo Farel itu adik dari teman ku,dia baru datang ke Jakarta untuk kepindahan sekolah nya"
__ADS_1
"Aku minta maaf"
"Apa...!! kau bilang apa tadi aku tidak dengar" apa Dania salah dengar tadi kalo Daniel mengeluarkan kata Maaf tapi dia tidak yakin kalo Daniel mudah sekali mengatakan maaf,mungkin tadi dia salah dengar.
"Aku minta maaf"Ulang Daniel kembali
Dania tersenyum karna tidak disangka seorang Daniel yang terkenal dingin keras kepala meminta maaf pada nya,Dania sangat puas Ahir nya dia bisa menjatuhkan Daniel anggap saja ini balasan dari kekesalan nya.
"Tapi kenapa kamu yang menemani dia Daftar,dimana orang tua atau kerabat nya seharusnya mereka yang jadi panduan untuk anak mereka"
"Orang tua Farel masih di kota Malang,hari ini mereka pindah jadi aku yang membantu nya untuk masuk hari ini"terang nya
Mereka telah sampai di parkiran kantor, setelah melepaskan pengaman.
"Dania"
Saat Dania menoleh Daniel langsung mencium bibir nya dengan tangan kanan memeluk pinggang nya Dania terkejut dengan tindakan Daniel.jantung mereka berdetak tak karuan,lima detik berlalu tidak ada bantahan atau penolakan Daniel menekan bibir Dania dengan bibir nya namun wanita itu belum juga memberontak.
Serasa mendapat lampu hijau perlahan dia ******* bibir atas Dania dengan mata terbuka,dia melihat Dania menikmati ciuman nya dengan mata terpejam.dengan jahil nya Daniel mengigit kecil yang membuat sang empedu membuka dan membalas ciuman pria yang mendekap nya.
Ritme ciuman nya di kendalikan oleh Daniel dengan cepat dia harus melakukan nya dengan sebaik mungkin,agar Dania terkesan dan menyukai nya.merengkuh tengkuk nya untuk memperdalam ciuman,meraba sisi wajah wanita yang di cintai nya dan membuat rambut nya sedikit berantakan.
"Mpphhhh"lenguhan Dania yang terdengar sangat meredu menikmati sentuhan Daniel
Dania terkejut merasakan bagian tubuh nya di remas dan mengembalikan akal sehat nya Dania melepaskan ciuman itu dengan paksa agar mereka tidak melakukan hal yang lebih.dia melihat tatapan Daniel penuh dengan gairah.
"Maaf kan aku,aku melampaui batas.aku tidak bisa mengendalikan diri ku"merapikan rambut Dania yang berantakan mengusap bibir mungil itu dengan Ibu jari nya lalu mendarat kan ciuman singkat di dahi sang pujaan hati pertanda maaf nya.
"Aku mencintai mu"
Daniel keluar meninggalkan Dania yang masih terdiam di tempat
Entah apa yang harus ia rasakan.apakah dia harus bahagia atau marah dengan perilaku Daniel yang kembali mencium dengan paksa.dia tadi juga sempat membalas dan menikmati ciuman itu.
Aaaaaaa
Menutup wajah nya dengan kedua tangan karna merasa malu akan tidakan yang ia lakukan berasa kalo itu bukan dia
Tapi mendengar kata cinta dari mulut Daniel membuat hati nya menghangat dan berdebar
apakah hati kecil nya sudah mulai menerima Daniel sebagai orang yang dia sukai,pria yang sudah menjadi sahabat nya bertahun-tahun.
"Huup...tenang Dania...kamu tidak boleh terbawa perasaan kamu jangan mudah baperan,aku berharap jantung ini berdetak tidak dengan Daniel"
Setelah merapikan diri dia pun keluar untuk masuk ke kantor.
Bersambung
__ADS_1