
Kediaman Dirgantara
Dania telah siap dengan baju kerja dan tas beserta berkas di tangan nya.
"Dania...."
Dia berhenti saat nama nya di panggil
"Daniel ada apa,apa kau membutuh kan sesuatu"
"Tidak Dania..aku cuman bilang aku minta maaf karna aku tidak bisa kekantor untuk bekerja aku sangat minta maaf karena kau terpaksa mengambil alih pekerjaan ku untuk sementara itu pasti akan membuat mu capek dan lelah.aku ingin sekali ke kantor dengan keadaan ku yang seperti ini tapi mama melarang,dia tidak mengijinkan aku untuk pergi ke kantor,aku minta maaf"
Dengan Daniel yang minta maaf seperti ini terlihat sekali bahwa dia mirip anak kecil dan terlalu berlebihan.Dania menghela napas panjang sambil tangan nya di lipat di dada.
"Kau ini seperti anak kecil saja,kenapa harus minta maaf pada ku aku tidak apa apa aku ini sekretaris mu sudah sewajarnya aku menghandel semua pekerjaan jika kamu sedang sakit.sudah lah jangan di pikir kan mari kita kebawah semua orang sudah menunggu"
"Pagi ma pa...semua nya"sapa Daniel dengan mendekati meja makan
"Sayang...kok kamu turun sih,mama kan bisa bawa makan untuk mu.lihat kaki mu saja masih belum bisa berjalan dengan benar bagaiaman nanti sakit nya semakin parah"cemas Zhelia
"Mah aku tidak apa apa...aku udah sembuh kok aku tidak ingin memanjakan penyakit ku ini mama tidak perlu merasa kawatir sakit ku tidak akan sembuh jika aku terus berbaring di dalam kamar,kaki ku udah agak mendingan dan aku sudah bisa jalan"
"Benar apa yang di katakan kakak ma mama tidak perlu memanjakan dia,dia itu sudah besar bisa jaga diri sendiri dan dia tidak akan mati dengan sakit nya itu mama tidak perlu memanjakan dia lebih baik mama perhatikan putra bungsu mama ini"
Takk
"Aauuu......sakit..."
Daniel menjitak kepala Refan dengan keras
"Itu hukuman buat orang yang bicara sembarang.aku ini kakak mu apa kau ingin menyumpahi ku agar cepat mati kamu iri kan kalo mama lebih sayang sama kau dari pada kamu"ledek Daniel
"Apaan sih....siapa yang itu juga"
"Ngaku aja....kamu iri kan"Daniel mengacak rambut Refan dengan tawa nya
"Apaan sih.....jangan sentuh rambut ku,manjauh lah"memperbaiki model rambut nya yang di berantakan oleh kakak yang paling menyebalkan bahkan Refan mengelari Daniel dengan kakak yang paling nyebelin di sedunia ini selalu bikin dia kesal setiap berdeba.Daniel selalu mengeluarkan kata kata seperti itu yang membuat nya sedih dan sakit saat mama nya lebih mencintai nya dari pada kakak nya.
"Sudah...jangan berantam lagi ini masih pagi,kamu Daniel jangan slalu mengoda adik kamu! mama mencintai dan menyayangi kalian Sama rata tidak ada beda nya karna kalian anak anak mama,sedikit pun mama sama papa tidak pernah membagi kasih,kalian mengerti.sekarang makan lah"
__ADS_1
*******
"Haahhh.....apa yang harus aku lakukan,tidak ada aktifitas yang aku lakukan hari ini aku sangat bosan di rumah"keluh Daniel yang saat ini tidur terbentang di ranjang nya sambil menatap langit-langit kamar dengan tatapan Merawang.
Sungguh dia bosan berada di rumah,mama nya tidak mengijinkan nya keluar walaupun hanya mencari udara segar.
"Walaupun di kantor sibuk banyak pekerjaan dan juga melelahkan tapi aku tidak merasakan semua itu bila melihat Dania dan berada di dekat nya hah...Dania....Dania.....kenapa aku bisa menyukaimu sebesar ini kenapa juga aku bisa jatuh cinta dengan sahabat ku sendiri"lirih Daniel dengan senyum sambil membayangkan wajah kekasih hati nya.
Menyebut nama nya membuat pria itu merindukan wanita itu
"Beberapa jam tidak ketemu membuat ku merindukan wanita itu! sedang apa dia saat ini,apakah dia sibuk atau tidak.sebaik nya aku telpon dia dulu"
Daniel bangkit dari tidur nya mengambil ponsel dalam saku celana lalu mencari kontak Dania.
TARA GROUP
Dania tampak sibuk dengan berkas dan komputer di depan nya.melakukan banyak tanda tangan dan sibuk mengetik membuat proposal untuk kontrak kerja dengan perusahaan lain sedetik pun dia tidak mendiamkan tangan nya untuk istirahat.
*Dreett
Dreett*
"Ngapain Daniel nelpon aku"
"Hallo Daniel...ada apa"
"Kamu sedang pa sekarang"
"Aku sedang bekerja ada apa,apa kau ingin menyampaikan sesuatu?"
"Aku ingin menyampaikan sesuatu sama kamu kalo aku...."
"Sebentar Daniel ada yang ingin menemui ku"
Daniel tampak kesal saat Dania memotong pembicaraan nya.
"Baiklah jangan di matikan telpon nya biar kan tetap menyambung"
"Tapi Daniel aku sedang bekerja"
__ADS_1
"Ini perintah...aku bilang jangan di matikan ya jangan.kau mengerti...tetap bekerja dan panggilan nya tetap tersambung"
Hah....Dania menghembus napas dan meletakan ponsel nya di meja lalu lanjut bekerja.
"Maaf buk Dania ini berkas yang tadi pagi ibu minta ke saya semua nya sudah selesai hanya menunggu tanda tangan dari pak Daniel"
"Baiklah nanti saya akan menemui beliau,masih ada lagi?"
"oh ya buk ini dokumen dari tender kita yang kemarin ibu sama pak Daniel melakukan meeting di luar mereka mengirim kan dokumen nya"
Dania melihat isi dokumen itu dia tersenyum melihat tandan tangan Direktur dari perusahaan Group H yang tertera di bawah.dan itu arti nya sekarang mereka sudah resmi bekerja sama.Dania tampak puas sekali.
"Kamu boleh keluar"
"Baik buk permisi"
Daniel masih setia mendengar percakapan Dania dengan karyawan tadi sambil tiduran di kasur.memdengar suara wanita itu saja sudah membuat diri nya merasa tenang dan bahagia.tiba-tiba ada seseorang memangil Dania dengan sangat jelas.Daniel terkejut kembali mendengar.
"Keyla kamu! kamu kok bisa ada disini sih"girang Dania menyambut pelukan dari sahabatnya
Daniel penasaran siapa sosok yang bernama Keyla itu yang sedang menemui Dania karna menjemput Dania (di kafe kenangan dulu mereka tidak sempat berkenalan)
"Aku pengen ketemu sama kamu! aku rindu sekali makanya aku datang kesini"
"Aku senang kalo kamu ada di sini,ayo duduk"
Di ruangan nya tidak menyediakan kan sofa untuk tamu jadi Keyla mengambil kursi lain dan duduk di sebelah sahabat nya.
"Aku kesini ingin mengajak mu keluar bertemu dengan Farel"
"Farel....(dengan wajah senang) di-dia ada disini,dia di Jakarta"
"Ia...dia ada di Jakarta,dia bilang ingin bertemu sama kamu,dia kangen bangat sama kamu"seru Keyla dengan sangat antusias
Deg
Petir apa yang menyambar saat ini di dada nya Dania menyebut nama pria lain yang tak di kenal nya.Daniel mengepalkan tangan nya dengan menahan amarah.pria itu tampak cemburu emosi juga kesal.
Siapakah laki laki yang mengenal Dania selain diri nya Daniel bersumpah tidak akan membiarkan ada pria lain yang bisa merebut Dania dari nya.
__ADS_1
Jangan lupa like setelah membaca yah teman teman.