
Rasa panik takut cemas khawatir semuanya bercampur aduk saat ini yang dirasakan oleh Daniel, bahwa Dania masih berada di dalam kamar mandi dan tidak mau membuka pintu ataupun menyahuti panggilannya. ketakutan itu semakin dalam saat Daniel mendengar suara air Shower yang berjatuhan.
"Dania....apa yang kau lakukan di dalam sana, Aku mohon bukalah pintunya dan bicaralah padaku"
Buk Buk Buk......
Daniel terus mengetuk,menggedor,mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaganya.tapi pintu itu tidak bergeser sedikitpun.pintu yang kuat hanya membuat tulang bahu Daniel kesakitan,tapi rasa itu ia hirau kan,karna ada yang lebih genting dari pada rasa sakit di bahu nya.
"Di mana kuncinya"
Daniel membongkar laci,lemari termasuk vas bunga yang ada di meja tapi tidak menemukan satupun kunci.
"Sial........"
Umpat nya marah karna tidak menemukan kunci cadangan.peeasaan gelisah,takut khawatir masih bersarang di benak nya. dia pun mengambil handphonenya dan meminta bantuan untuk mengambil kunci cadangan ke kamarnya.
Butuh waktu sedikit lama untuk menunggu kunci cadangan itu datang ke kamarnya,Daniel kembali ke arah pintu kamar mandi,memanggil nama Dania tapi tidak ada jawaban. keringat dingin sudah membanjir di seluruh tubuhnya. badannya terasa panas dingin menghadapi situasi saat ini, jika saja Dia seorang wanita pasti dia sudah menggila dan meraung.
Tapi sekuat apapun perasaan seorang pria menghadapi masalah dan juga rintangan, bila menyangkut masalah wanitanya mereka juga merasakan sedih dan sakit. itulah yang dirasakan oleh Daniel saat ini,dia menangis karna terus dihantui oleh rasa takut terhadap orang yang dia cintai dia tidak bisa melihat Dania kenapa-napa.
Suara bel berbunyi,dia bergegas ke bawah dan segera mengambil kuncinya. setelah dapat Daniel kembali ke atas membuka pintu kamar mandi. alangkah terkejutnya saat Daniel melihat pemandangan yang ada di depannya,seolah dunia nya berhenti berputar melihat wanita pujaan hatinya tergeletak di lantai. tubuh Dania bersandar di dinding air shower terus membasahi badan beserta kedua tangannya yang telah mengeluarkan darah segar mengalir bersama air seperti laut merah.
__ADS_1
"DANIAAA!!!!!......"
Daniel menjerit dan mendekati Dania, memeluk tubuh yang telah dingin dan pucat. Daniel sangat terluka melihat keadaan Dania seperti ini,bahkan tubuhnya merasa tersayat-sayat melihat kedua pergelangan tangan dikasihnya terluka.
"Bangun Dania....apa kau bisa mendengarkan aku..... Dania bangunlah!"Daniel berusaha menyadarkannya dengan menepuk pipinya dengan halus, tidak ada respon Daniel mengangkat tubuh Daniel untuk dibawa ke rumah sakit.
__________________________
LA BELLA HOSPITAL
Daniel sudah sampai di rumah sakit milik keluarganya dengan Dania masih berada di pangkuannya.
"Dokter,tolong Dania dok"
Mondar-mandir di depan pintu ruangan saat Daniel menunggu Dania yang sedang ditangani oleh dokter di dalam. sudah tak sabar, ingin sekali dia menyusul ke dalam dan melihat sendiri bagaimana keadaanya.
Dokter pun keluar.
"Bagaimana dok,Dania baik-baik saja kan.dia tidak kenapa-napa kan"Daniel sungguh khawatir dia takut ada hal yang buruk terjadi karena dia melihat tangan Dania yang mengeluarkan banyak darah.
"Lukanya cukup dalam dan itu membuat Dia kehilangan banyak darah, tapi tuan muda tidak perlu khawatir lagi, lukanya sudah kami jahit dan donor darahnya sudah kami lakukan. Untung saja masih ada stok darah yang sama dengan darah Nona Dania"
__ADS_1
"kapan dia akan sadar Dok"
"Setelah biusnya sudah habis dia pasti akan siuman,sebaiknya tuan muda temani dia jangan biarkan dia sendirian"
"Baik Dok" Daniel merasa lega saat mendengar Dania baik-baik saja, dan tidak ada hal yang buruk terjadi.
Daniel membuka knob pintu ruangan Dania dengan perlahan. Dari situ dia sudah melihat Dania yang terbaring lemah di ranjang dengan kedua tangannya telah di perban.dan satu kantong darah tergantung di tiang serta selang putih tertancap di tangan nya.
Daniel mendekat di Dania menetap tubuh itu dari atas kepala sampai ke bawah kaki dengan perasaan sedih. melihat keadaan Dani yang seperti ini dia juga merasakan sakit di hatinya. Daniel mengantuk dirinya Karena terlambat menolong Dania,dia merasa bersalah karena telah membiarkan Dania melukai diri nya sendiri.
Daniel meraih sebuah kursi dan duduk di sebelah Dania menggenggam tangan kekasihnya dan mengelusnya pelan.
"Bangunlah,bangunlah sayang....cepat buka matamu dan lihatlah aku yang bersedih melihat apa yang terjadi kepada mu,Bangun lah sayang ku....bangunlah cinta ku...lebih baik aku melihatmu marah daripada harus melihatmu seperti ini.
kenapa kamu harus melukai dirimu demi aku, seharusnya kamu tidak melakukan ini,Aku tidak akan menurutimu dengan menerima wanita itu menjadi tunangan ku, hanya kaulah wanita yang aku cintai dan aku hanya akan menikah denganmu saja.
Cepatlah bangun Aku ingin bicara mu, hari ini kita akan bicara jujur dengan Papa dan Mama mengenai hubungan kita. Aku tidak akan peduli dengan keputusan mereka walaupun mereka menentang, aku akan tetap mempertahankanmu"
**Bersambung.........
Segini dulu yah,kita sambung lagi besok.
__ADS_1
jangan lupa budayakan jempol nya para Readers**......