Daniel & Dania

Daniel & Dania
Draft[ D&D] Di restui


__ADS_3

Drama menangis masih di lanjutkan di ruangan tersebut Tampa mereka sadari Dania mengerakkan jari nya bulu mata yang bergerak perlahan membuka mata nya.


Obat bius yang di berikan sewaktu Operasi mungkin sudah hilang itu sebab nya Dania kembali cepat sadar.


"Eemhh....Mah"Nada yang terdengar lemah


Terlihat aura senang di wajah Zhelia karna Dania memanggil nya.


"Dania,kamu sudah sadar nak"


Mendengar hal itu membuat mereka yang ada di sana merapat, terutama Daniel yang langsung mengengam tangan wanita itu dengan senyum yang merekah di bibir nya serta wajah kembali basah oleh cairan bening yang terus saja mengalir tanpa henti.


"Kamu bangun Dania!! syukur lah kamu tidak meninggalkan aku"


Dania menoleh mata nya sedikit ke arah Daniel yang berdiri di samping kanan nya.dia juga melihat pakaian pengantin masih melekat di tubuh Daniel yang masih terlihat tampan namun agak sedikit berantakan.


Dania menatap Daniel dengan lama kesedihan terlihat jelas di manik mata Dania Tampa berkedip.dia juga merasakan tangan nya berada di genggaman Daniel lalu melepaskan tangan nya sendiri.


Dania mengira jika Daniel telah menikah dengan Alina itu sebab nya dia membuang muka.


"Kenapa??"tanya Daniel melihat respon Dania tidak bagus dengan ada nya dia di sisi nya.


"Kamu... sudah... menikah...aku..tidak...mau...melihat mu lagi"


"Pernikahan nya batal,aku tidak jadi menikah dengan Alina"


"Kau Bohong"


"Aku serius.....aku tidak jadi menikah,pernikahan nya batal"Daniel terus memastikan ucapan nya pada Dania kalo memang pernikahan nya sudah batal.


"Kenapa!!"Dania menatap Daniel dengan tajam, namun mata itu masih terlihat lemah


"Dania.....yang di katakan Daniel itu memanglah benar,pernikahan nya di batalkan karna Alina melakukan hal yang jahat,memfitnah mu agr kami semua membenci mu dan tidak percaya lagi pada mu!! Dan dia menyuruh orang untuk merusak rem mobil mu sehingga kau mengalami kecelakaan.


Maafkan mama sama papa yang tidak mempercayai mu jika kamu tidak bersalah,kamu mengatakan kejujuran pada kami semua tapi kami malah menyangkal dan mempercayai rencana jahat Alina begitu saja!!"


Dania mengeleng kan kepala nya seraya tidak ingin zelia meminta maaf padanya, karena dia tahu semua ini adalah ulah Alina yang begitu jahat memfitnahnya dan menjauhkannya dari keluarga, Dania sudah tahu kebusukan Alina kepadanya semalam.


Di saat dia ingin membuka kedok jahat Alina, Alina malah mengancam akan membunuh orang tua Daniel sebelum pernikahan terjadi. Dia sangat menyayangi Nathan dan zelia karena mereka berdua telah banyak berjasa membesarkan dia dengan penuh kasih sayang,apapun akan dia lakukan untuk keselamatan orang tuanya walaupun kebahagiaan nya jadi taruhannya.


Dania diberi dua pilihan oleh Alina meninggalkan rumah atau orang tua Daniel p dari dunia ini.


"Pernikahan akan segera dilangsungkan lagi antara kamu dengan Daniel"dengan penuh kebahagiaan Zhelia mengatakan itu.


"Itu benar sekali"Nathan memberi dukungan untuk hubungan mereka berdua.


Daniel sangat bahagia akhirnya mereka berdua direstui.


"Kamu mencintai Daniel kan? Papa dan Mama merestui kalian berdua,kami sanggat bahagia jika kalian berdua bahagia.kenapa tidak kamu bilang dari dulu mencintai Daniel papa pasti kan menikah kan kalian,dan tidak perlu repot Papa mencarikan jodoh buat Daniel"


"Aku takut kalian tidak akan menerima ku!! karna aku jauh berbeda dari Alina,dia sangat kaya dan juga punya orang tua,sedangkan aku? hanya anak angkat dari kalian"dengan sedih Dania mengungkapkan isi hatinya dan alasannya selama ini.


dia tidak percaya diri dengan statusnya, sehingga dia mengorbankan perasaannya. balas budi dari keluarga Dirgantara yang begitu besar terhadap nya jadi dia tidak ingin menyakiti mereka dengan membatalkan pernikahan karena mereka sudah menyukai Alina sebagai calon menantu.


"dasar gadis bodoh kenapa pikiranmu sempit ini walaupun kamu sudah belajar setinggi. kami tidak pernah memilih calon menantu dari kalangan orang kaya, harta dan kekayaan adalah nomor 2 bagi Mama sedangkan sedangkan sifat dan perilaku yang baik itu yang mengutamakan dan itu ada di diri kamu (Zhelia menunjuk Dada Dania dengan senyum) Mama sangat bahagia jika kamu menjadi menantu mama dan mama tidak akan pernah kehilangan Putri Mama ini"zalia memeluk Dania dengan senang.


Begitu juga Dania yang sangat bahagia keluarga nya kembali lagi, begitupun hubungan nya Dan Daniel telah direstui, benar-benar tidak menyangka dan yang mendapatkan kebahagiaan seperti ini.


******


"Apa kamu tidak mau pulang dulu"tanya nya pada Daniel yang masih menemani nya di rumah sakit,sedangkan yang lain nya sudah pulang.

__ADS_1


"Aku ingin menjaga mu seperti kamu menjaga aku sewaktu sakit dulu"dengan senyum manis


"Sebaik nya kamu pulang dulu,sarapan,mandi kamu masih memakai pakaian tadi pagi"


"Kenapa? apa aku bau? apa aku terlihat jelek?"


"Tidak maksud ku bukan itu"


"Aku sudah menghubungi Bryan menyuruh membawa pakaian dan makanan di sini"


"Terserah kamu saja"Dania mengalah karna tak ingin berdebat,rasa nya tidak ada kekuatan untuk berdebat saat ini.


"Sayang...."


Dania yang tak fokus menjawab"Hmm"membuat Daniel tersenyum. sedangkan Dania jadi salah tingkah d dengan panggilan sayang untuk nya.


"Jangan panggil aku begitu!!"dengan wajah merona karna malu


"Kenapa!! sebentar lagi kita juga akan menikah,dan nanti nya kamu akan memanggil ku dengan sayang juga"goda Daniel


"Nggak mau!!"


"Nggak ada kata nggak mau nanti nya"menatap dengan tajam


"Maka bangat ih...."kesal Dania


Daniel mendadak murung dan terdiam.dia meraih tangan kekasih nya mengengam tangan lembut itu dengan kuat.


Dania menatap tangan nya yang di gengam Daniel,dan menoleh ke arah Daniel yang tampak sedih.


"Aku minta maaf.aku tidak mempercayai mu,seharusnya aku percaya pada orang yang aku cintai,seharusnya juga aku percaya bahwa kamu tidak akan mungkin menghianati ku.tapi,karna amarah,aku tidak bisa mengontrol emosi dan menuduh mu yang tidak-tidak,aku merasa diri ku tidak pantas di maafkan,karna aku sudah menyakiti hati kamu"


Dania menangkup pipi Daniel.


"Sudah lah jangan menaggis,aku tidak suka melihat mu seperti ini"


Daniel mencium kedua tangan Dania lalu menempelkan saling menempelkan bibir mereka,saling melepaskan rindu melalui ciuman yang dalam dan nikmat,sudah lama tidak melakukan suasana seperti ini,kedua nya terbuai dengan ciuman yang menuntut Sling membalas dengan lembut.


Tuuup


Suara pintu mengagetkan mereka sehingga menghentikan aktifitas yang sempat terbuai.


Mereka menoleh,melihat Bryan sedang berdiri depan pintu membawa sesuatu di tangan nya.


"Bisa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk"hardik Daniel yang cukup kesal dengan Bryan yang menganggu waktu nya.


"Bisa tidak kalian tidak bermesraan di rumah sakit,aku tau kalian akan segera menikah,tapi setidak nya tahan dulu sampai malam pertama kalian"


"Banyak bicara kamu!!"


Bryan meletakan kotak makanan dan tas jinjing berukuran sedang di sofa ruangan tunggu Dania.tas itu berisi barang-barang lengkap keperluan Daniel selama menjaga Dania di rumah sakit,dan dia tidak perlu bolak balik jika barang nya tidak lengkap.


"Bagaimana keadaan kamu Dania"


"Beginilah Bry,aku tidak bisa berjalan sekarang"


"Semoga cepat sembuh"


"Terimakasih,apa yang barusan kamu bawa"


"Keperluan Daniel,baju dan makanan"

__ADS_1


"Kenapa kamu harus merepotkan Bryan untuk membawa barang-barang mu,kan ada pengawal yang bisa kamu suruh"protes Dania pada Daniel,


"Kenapa? dia kan sekretaris ku,dia wajib mematuhi perintah ku dan itu sudah menjadi tugas nya"


Dania hanya diam karna dia sudah mengenal Daniel jadi dia tidak perlu berdebat lagi dengan Sipat Daniel yang sangat senang menyusahkan orang.


"Aku bisa saja mengundurkan diri dari dari pekerjaan ku,tapi aku pikir kamu tidak akan bisa Tampa aku!!"tukas Bryan melawan ucapan Daniel terhadap nya.


"Sudah lah mandi sana, baju mu sudah di bawa Bryan tadi"


"Baiklah aku akan mandi dulu"Daniel berlalu masuk kedalam kamar mandi setelah mengambil tas yang berisi perlengkapan nya.


"Dania,boleh aku bertanya?"


"Boleh"


"Bagaimana bisa kamu terlempar jauh dari tempat mobil mu kecelakaan,dan bagaimana juga ada orang lain yang bersama mu di dalam mobil"Bryan yang penasaran dengan kronologi kecelakaan Dania


"Semalam aku pergi dari rumah karna Alina memberi ku pilihan.menyuruh ku pergi atau orang tua Daniel akan mati,jadi aku lebih memilih pergi saja,saat aku pergi dari rumah tidak ada yang tau lalu aku menginap di hotel menjelang siang,aku berencana ingin ke luar kota di perjalanan ada seorang wanita membutuh kan tumpangan yang tujuan nya sama dengan ku,aku pun membawa nya,saat itu aku tidak mengenakan sabuk pengaman dan lupa mengunci pintu,aku merasa ada sebuah mobil yang menindas mobil ku tiga kali aku kehilangan kendali dan membanting stir ke tembok,setelah itu aku sadar ternyata aku sudah tergeletak di jalan dan melihat mobil ku sudah keluar jalur"


"Aku akan mencari tau siapa pelaku yang mencoba membunuh mu"saut Daniel yang telah keluar dari kamar mandi tanpa dua orang itu sadari.


"Bagaimana dengan wanita itu apa dia baik-baik saja!!"


"Dia sudah meninggal"jawab Bryan


"Ya ampun....."Dania terkejut


"Untung lah kamu selamat sayang,dan bukan kamu yang menjadi korban nya"Daniel mendaratkan kecupan di dahi Dania


"Aku pergi dulu,masih banyak urusan yang harus aku kerjakan"serat bangkit dari duduk nya.


"Kenapa cepat sekali,apa kamu tidak mau makan dulu bersama ku"


"Makan bersama mu? lalu siapa yang menghandel semua pekerjaan mu kalo bukan aku,untuk tidur pun aku tidak ada waktu"menatap Daniel dengan tatapan kesal nya


"Kau memang sahabat ku yang terbaik,ya sudah pergilah sana,nanti akan aku naikan gaji mu"Daniel tersenyum memberi pelukan dan lambaian untuk Bryan


Bryan merasa jijik dengan Daniel yang sikap nya sok manis kepada nya,saat membuka pintu.


Tuuppp


Dahi nya kejedor pintu dengan sangat keras,Bryan meringis mengusap dahi nya yang terasa panas.


"Maaf,aku tidak sengaja"suara wanita yang berada di balik pintu,Bryan mengangkat kepala nya terkejut melihat Wanita yang ia benci sekarang berada di depan nya.


"Kamu!!!!"ujar mereka bersamaan


"Beruntung sekali kita bertemu di sini"dengan nada Dinggin dan tatapan tajam


"Memang nya kenapa kalo kita ketemu disini,ha..."Keyla menjawab dengan sangat nyolot.


"Saya akan memberi Anda pelajaran atas penghinaan yang anda lakukan kemarin begitupun untuk hari ini"Bryan menarik tangan Keyla mengajak nya keluar.


"Eh...Mau kemana!!"


"Apa mereka saling kenal?tanya Daniel dengan penasaran,karna dari tadi mereka hanya menonton Drama pertengkaran.


"Entah lah aku tida tau,coba kamu lihat pasti ada sesuatu yang terjadi sama mereka"


"Biarkan saja,itu urusan mereka kita tidak perlu ikut campur"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2