Daniel & Dania

Daniel & Dania
Panik


__ADS_3

Kehadiran keluarga tercinta disana Masih setia menunggu Dokter keluar yang sedang bertugas untuk menyelamatkan Dania Di dalam.mereka semua tampak bingung Dan diam,bergelut dengan pikiran masing-masing.


Junjie datang membawa sekantong minuman.dia memberikan kepada Daniel tapi pria itu menolak.lalu junjie memberikan Nya kepada Zhelia Wanita itu juga menolak ia Terus mengeluarkan air Mata Nya Sampai ia merasa lega setelah mengetahui keadaan putri Nya baik baik saja.


Nathan yang melihat itu ia menghampiri istri Nya menyuruh Zhelia duduk Lalu membukakan tutup botol.wanita itu menolak minuman Dari suami nya karna yang Dia butuhkan Sekarang bukan minum tapi keadaan Dania itu yang lebih penting.dengan sedikit paksaan Nathan membujuk ahir nya Zhelia menurut.dia begitu Sangat sedih.


Nathan memeluk istri nya untuk menyuruh Wanita itu bersabar.


Cristian datang bersama Felicia Dan beberapa orang kepercayaan nya.dia datang terlambat bukan Di sengaja atau terlambat dapat kabar,tetapi Dia mengurus tamu-tamu Nya terlebih dahulu sebelum pergi Ke Rumah sakit.karna tidak enak meninggalkan tamu tamu yang begitu penting sedangkan Dia yang Punya acara.


"Nathan,bagaimana keadaan Dania,apakah Dia baik baik saja"


Nathan berdiri menghampiri Cristian.


"Dania Masih Di tangani Dokter Tuan Cris,bersabarlah anda jangan terlalu khawatir berlebihan Kita doakan saja Dania Selamat"


Alex keluar Dari ruangan membuat semua orang yang ada disana merapat mendekati Alex,mereka begitu khawatir Dan tidak sabar ingin tau keadaan Dania.


"Alex,gimana Dania?" Tanya Nathan


"istriku baik-baik saja kan Om Alex"seru Daniel.


Alex melihat ketegangan Di wajah mereka,Dia tau apa yang saat Ini mereka rasakan.


"Tenang semua nya kalian tidak perlu merasa khawatir,keadaan Dania saat Ini sudah tidak apa apa, Dia akan pulih.tengelam Di waktu yang lama membuat Dia menghirup air terlalu banyak kami sudah melakukan penyedotan Di paru paru Sampai cairan Nya habis"


"Tenang lah Daniel,istrimu baik baik saja


Mereka semua merasa Sangat lega Sampai Sampai Zhelia tersenyum Dan mengusap dada Nya perlahan.


"Terimakasih ya Allah,engkau Telah menjawab doa kami"


Saking terharu Nya mendengar kabar Bahwa istri Nya baik baik saja Daniel langsung memeluk Alex kegirangan.


"Terimakasih Om,Om Telah menyelamat kan Dania,Aku Sangat berterimakasih"


"Berterimakasih lah pada yang Maha kuasa Daniel karna beliau lah satu satu nya penolong kita dan pemberi kesembuhan"ujar Alex menepuk halus pundak Daniel,dia sudah menganggap putra sahabat nya itu seperti putra nya sendiri.


"Ia Om"


"Cucu ku saat ini sedang hamil apakah kandungan nya baik baik saja Dokter?"saut Cristian mengingat jika cucu nya itu tengah mengandung.mereka kembali panik mendengar komentar dari Cristian.dari tadi mereka hanya sibuk memikirkan keadaan Dania saja,mereka tidak menyadari ada dua nyawa yang sedang di pertaruhkan.


"Alhamdulillah Dania dan janin nya selamat,tidak perlu di khawatirkan"


Syukur Alhamdulillah


Semuanya kembali lega mendengar nya dan berpelukan.


"Boleh aku melihat Dania om?"

__ADS_1


"Silahkan,kami akan memindahkan dia di ruangan inap dulu"


***


Di Padang rumput yang sangat luas,tempat nya indah dan sejuk.Dania berjalan kebingungan melihat di sekitar tidak ada satupun orang yang lewat hanya ada dirinya sendiri yang berada di tempat itu.


"By.....Mama....Papa....Opa...kalian ada dimana!"


"Di mana keluarga ku,kenapa aku sendirian disini,kenapa aku bisa sampai ke sini"Dania merasa takut karna tidak ada satupun orang yang menemani nya.


Dania menoleh kebelakang karna ada orang yang memegang tangan nya.


"Sayang...."


"By kamu disini"Dania memeluk suami nya dengan senang.


"Kamu dari mana aja By,aku takut sendirian,aku merasa sesak tadi"ujar Dania dengan sedih dalam pelukan suami nya.dia memeluk Daniel dengan erat.


"Aku berjanji mulai sekarang aku akan menjaga mu tidak akan aku biarkan bahaya menimpa mu"


Kata kata yang di ucapkan Daniel di alam mimpi Dania juga terdengar di dunia nyata.dia menggenggam erat tangan istri nya.puluhan ciuman dia layangkan di jemari istri tercinta nya itu.


Dania membuka mata nya membuat Daniel tersentak bangkit lalu mendekat.dia senang melihat Dania sudah bangun.


"Sayang....kamu sudah bangun"


"By..."


"Aku...aku takut By aku...."


"Hus.... tenang sayang kamu jangan takut,aku disini untuk mu"Daniel memeluk istri nya yang seperti nya merasa ketakutan dan menangis.Dania sampai gemetar mengingat kejadian saat dia jatuh ke kolam.dia merasakan bagaiman susah nya berenang ke atas tapi sebuah besi menghalangi keinginan nya.dia sangat takut dan hampir mati.


***


Saat Dania sudah mulai tenang semua keluarga datang menjenguk nya.


"Kamu baik baik aja kan sayang?"


"Ia Ma,Dania baik kok"senyum wanita itu


"Mama takut sekali jika terjadi sesuatu sama kamu dan calon cucu mama,kami semua merasa cemas"


"Maafin Dania Ma karna telah membuat kalian merasa khawatir,aku begitu ceroboh karna tidak bisa menjaga diri dengan baik,aku sudah membahayakan calon anak ku sendiri"Dania menyalahkan diri nya sendiri atas kejadian yang menimpa nya.dia tidak akan memaafkan diri nya sendiri jika dia sampai kehilangan calon anak nya.


"Jangan ngomong seperti itu sayang itu bukan salah mu,yah..."Zhelia memeluk Dania.


"Boleh papa menanyakan sesuatu"


"Boleh pa"

__ADS_1


"Apa yang terjadi saat kamu berada di kolam,dan kenapa bisa kamu tengelam"


Pertanyaan Nathan membuat dada Dania kembali sesak,dia menatap suami nya.Daniel tau apa yang di rasakan Dania dia pun mengangguk dan menguatkan istri nya untuk menceritakan apa yang terjadi.


"Ceritakan lah,aku juga ingin mendengar nya"tutur Daniel dengan lembut.


Dania menceritakan awal dia mendapatkan surat lalu pergi ke kolam,dia menceritakan dengan tubuh yang bergetar serta keringat.


"Sebelum dia mendorong ku dia sempat mengatakan kalo aku pantas untuk mati,aku...aku tidak bisa melihat wajah nya karna Dia memakai topi dan masker,aku sangat takut sekali...."Daniel memeluk Dania yang merasa ketakutan.


"Apa kamu mengenali suara nya"tanya Zhelia


Dania menggeleng


"Ma sudah ma jangan di tanyakan lagi,kasihan Dania"Daniel menenangkan istri nya dari trauma nya.


"Kayros,aku ingin kau selidiki tempat kejadian.temukan orang itu secepat nya"


"Baik"


"Lebih baik kita pulang sekarang,kita biarkan Dania istirahat dulu agar dia cepat pulih"ujar Natha mengajak istri dan anak nya pulang,dia tidak ingin menganggu proses masa penyembuhan anak yang sudah menjadi menantu nya itu.


"Mama sama adik adik kamu pulang dulu yah sayang"


"Ia ma,hati hati di jalan"


"Kak cepat sembuh yah"Relia memeluk kakak nya


"Makasih Re"


"Cepat sembuh juga yah kak"


"Ia Fan makasih ya"


"Hah....sekarang mereka semua sudah pada pulang dan sekarang hanya tinggal kita berdua disini"Daniel ikut bergabung bersama Dania di atas tempat tidur,kemudian menatap wajah istri nya dengan tersenyum-senyum.


"Kamu kenapa sih By"dahi Dania berkerut melihat sikap suami nya yang begitu aneh.juga senyum nya penuh arti.


"Aku kangen kamu sayang"Daniel hendak mendaratkan bibir nya di bibir sang istri,dengan cepat Dania menahan nya dengan telapak tangan.itu membuat yang punya bibir terkejut membuka mata nya lebar lebar.


"Aku lagi sakit By,nggak boleh kangen kangen nan dulu"Dania mencubit gemes pipi suami nya karna Dia tau suami nya mau melakukan apa.


"Aku tau kok kamu lagi sakit,mana mungkin aku masukin burung aku sekarang,nggak tega aku,aku hanya ingin cium sama peluk itu aja"


"Beneran yah nggak di masukin burung nya"Dania menatap dengan tajam


"Ia sayang....percaya sama aku,hari ini kita nggak melakukan nya"


"Besok besok juga nggak kan"

__ADS_1


"Nggak janji"Daniel langsung merebahkan tubuh mereka berdua di ranjang berukuran besar itu,Dia sengaja meminta kasur yang lebih besar kepada petugas di rumah sakit agar dia bisa tetap tidur di samping istri nya itu.Daniel juga membawa Dania ke dalam pelukan nya dan tertidur.


__ADS_2