Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Bungkusan Misterius


__ADS_3

Siang nya Dania datang lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Daniel dengan membawa makanan kesukaan nya,pulang di antar Bryan tadi pagi dia langsung masuk ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Daniel.


"Aku senang kamu datang lagi"


"Aku mau merawat mu,itu sebab nya aku datang kemari"dengan senyum berdiri di sebalah Daniel


"Mendekat lah"


Dania mencondongkan tubuh nya pada Daniel pria itu memberi kecupan di bibir Dania yang membuat mereka saling tersenyum.


"Apa itu?"


"Ini makanan,aku bawakan untuk mu,pasti kamu tidak bisa makan makanan di rumah sakit"


"Kamu tau apa yang Sally aku ingin kan,Dania"


Dania tersenyum dia duduk di sisi ranjang,meja makan sudah di siap kan di tengah-tengah mereka tempat tidur Daniel.Dania membuka kotak makanan yang ia bawa lalu di sajikan di atas meja tersebut.


"Aroma nya membuat aku lapar sekali"Daniel yang sudah tidak sabar lagi ingin mencicipi makanan buatan sang kekasih.


"Ayo,buka mulut nya aaa......"


Harap.Daniel menerima suapan pertama,sup sayuran nya sangat enak,berasa bangat di lidah nya.Daniel sangat bahagia hari ini bisa bersama wanita yang dia cintai dia sempat berpikir kalo mereka tidak akan pernah bisa bersama lagi,melihat keretakan hubungan mereka yang begitu parah dan dua ikatan pertunagan yang sudah di terapkan dan siap memisah kan jalan mereka untuk saling bersama.tak di sangka hari ini dengan kejadian ini,dengan ada nya diri nya masuk ke rumah sakit membuka hati Dania membuka pikiran dan jalan buntu nya selama ini yang slalu menjauhkan diri,menghilang kan rasa ketakutan dan khawatir nya,membangkitkan semangat serta percaya diri nya untuk kembal memperjuangkan cinta nya dan bersiap untuk menghadapi cobaan dan rintangan bersama-sama.


Daniel terus menatap senyum manis itu Tampa mengalihkan sedikit pun pandangan nya.sekarang dia kembali bersemangat untuk menjalani dunia nya yang sempat runtuh di terpa angin badai.


Lima suapan sudah membuat nya sangat kenyang,saat ini nafsu makan nya tidak ada,lagipun setelah operasi dia tidak di ijin makan terlalu banyak.


"Boleh aku bertanya sesuatu?"


"Katakan saja,kamu bebas mau tanya apapun"timbal Dania dengan senyum


"KklYag kamu katakan lagi tadi itu benarkan? semua itu tulus dari hati kan,tidak semata-mata karna keadaan ku yang membuat mu merasa bersalah kan?"Daniel menatap dengan penuh harap,berharap jawaban Dania tidak mengecewakan nya.


"Kamu tidak percaya dengan ku!!"


"Bukan begitu sayang....aku hanya takut kamu bakal ninggalin aku lagi dan menyuruh ku untuk menjauhi dan melupakan mu lagi,jika kamu menyuruh ku melakukan itu lagi lebih baik aku mati saja aku tidak sangup......"


"Tidak!!


Dania menutup bibir Daniel dengan telapak tangan nya diiringi gelegan kepala serta raut wajah yang sudah ketakutan.Dania mengengam tangan Daniel dengan kuat.


"Tolong,janga bicara soal kematian lagi,kamu tau aku memiliki trouma buruk tentang itu!! aku tidak suka mendengar nya,aku tidak akan lagi meningal kan mu!! aku akan terus berada di dekat mu sampai maut memisahkan.aku mencintai mu Daniel, aku tidak bisa lagi kehilangan mu!! kali ini aku akan bersamamu,berjuang demi cinta kita"


Daniel menyeka air mata yang mengalir di pipi nya putih bersih itu,menatap sang kekasih dengan penuh cinta,dia bisa merasakan ketulusan hati nya lewat kata-kata yang di ucapkan nya,Daniel begitu lega dan senang karna Dania kembali mencintai nya.


"Apa kamu mencintai ku!!"

__ADS_1


"Ia,aku sangat mencintai mu!!"Danie beranjak dari tempat nya memeluk Daniel dengan erat dan menaggis.


"I love you Daniel"


"I love you Too Hanie"


Daniel melepaskan pelukan nya mengecup dahi kedua pipi terakhir bibir.dia menghapus air mata yang mengalir terus di pipi itu.


"Setelah aku keluar dari rumah sakit aku akan memberi tau semua orang tentang hubungan kita!! jika ada yang tidak setuju aku tidak peduli,yang terpenting aku ingin bersama cinta ku!!"


Dania kembali mengujan kan air mata nya mendengar ucapan Daniel.satu jentikan mendarat di dahi wanita itu yang membuat nya mengaduh.


"Awww......sakit...."


"Maka nya jangan nangis naggis terus...hari ini hari bahgia kita tapi kamu malah menaggis seharus nya kamu itu bahagia sayang"Daniel yang merasa jengah.


"Aku terharu"


"Kamu naggis bukan tambah cantik,tapi makin jelek"


Dania tertawa campur naggis.ucapan Daniel hanya di anggap hiburan bagi nya,sedikit pun dia tidakemasukan dalam hati nya,mereka menempelkan dahi mereka.


Di balik pintu Alina mengepal kuat-kuat kuku tangan nya sehingga mengeluarkan darah di sebab kan kuku nya yang tajam menancap dengan keras di dalam kepalan tersebut.mendengar pembicaraan mereka membuat darah nya mendidih, kemesraan mereka membuat nya merasa mual,dia menitikan air mata dan mengeluarkan tatapan bengis nya.


Bersenang-senang lah,hari ini aku akan memberi waktu untuk kalian.setelah itu aku akan menikmati dan berbahagia di atas penderitaan kalian.aku akan membalas penghinaan kalian dan membungkam kalian dengan tipu muslihat ku!! aku Alina shamaira Wiraguna tidak akan pernah terima perlakuan seperti ini,aku akan membalas orang yang telah berani bermain dengan ku! jika aku tidak bisa mendapatkan mu!! maka kamu juga tidak akan bisa mendapatkan Dania,itu sumpah ku pada diri ku Daniel.


"Gimana keadaan mu jagoan"


"Sudah merasa lebih baik Om Alex"Daniel menutup buka yang baru saja ia baca


"Om Alex sudah memberi tau papa kalo kamu tidak boleh lagi meminum Alkohol,karna itu akan membahayakan kondisi jantung mu"


"Baik pa,aku tidak akan melakukan nya lagi"


Alex selaku Dokter utama sekaligus Direktur di rumah sakit milik keluarga Dirgantara dan merupakan Dokter pribadi keluarga mereka juga.Akex melalukan pengecekan pada kondisi Daniel yang sudah memasuki hari ke lima"


"Bagaimana Lex,kondisi dia baik-baik saja kan?"tanya Zhelia


"Kondisi nya sudah mulai pulih,tidak perlu di khawatir ka lagi,hanya menunggu pemulihan lanjut untuk bisa kembali sehat,dan bekas luka nya juga sudah mulai mengering,besok atau lusa dia sudah di boleh kan pulang,perbanyak kan istirahat di rumah,jangan dulu beraktifitas yang terlalu berat atau yang menyibukkan diri"


"Syukur lah semua nya kembali baik"


\*\*\*\*\*\*\*


"Permisi Nyonya"


Zhelia mengangkat kepala nya melihat ke arah penjaga rumah mereka yang sedang bersantai di ruang bawah.

__ADS_1


"Ia,ada pak Tohir"


"Ini ada bungkusan,saya temukan ini di luar gerbang Nyonya!"


"Bungkusan apa!!"


"Punya siapa pak!!"


"Saya juga tidak tau Nyonya,tida ada nama pengirinlm atau nama penerima nya,tapi ada alamat rumah ini ada di sini Nyonya!!"


Pak Tohir selaku satpam rumah mereka memberikan bungkusan bewarna hitam itu,Zhelia berdiri mengambil dan menatap bungkusan itu dengan heran.


"Mungkin saja ini dari orang yang mau menganggu keluarga ini Nyonya,apa sbaik nya saya buang saja kotak ini"


"Tidak pak Tohir,saya penasaran dengan isi nya,lagipula ada alamat rumah ini di sini,siap tau ini penting"


"Tapi Nyonya saya takut kalo ini adalah teror"satpam itu meringis ketakutan.dia membayang kan ada mahkluk aneh di dlam bungkusan itu,bahkan dia juga membayang kan ada binatang mati berlumuran darah dan ada kertas putih yang bertulisan mati dengan tinta darah seperti yang ada di flm flm yang telah ia tonton,pak Tohir sangat takut jika masalah yang begituan.


"Tidak papa pak Tohir,bapak tenang saja


Jantung Zhelia berdegup dengan kencang tangan nya gemetaran membuka bungkusan itu,dia juga takut sekaligus penasaran dengan isi nya,seperti yang di alami banyak orang mereka pada trouma mendapat hal yang seperti ini.


Setelah di buka Zhelia terbelalak melihat berapa lembar Poto di dalam kotak misterius itu.tubuh nya kaku,wajah nya pucat,tangan nya gemetar,suara nya tercekat,kepala nya pusing nafas nya seketika berhenti dia pun jatuh pingsan.


"Nyo-Nyonya....anda kenapa Nyonya!!"pak Tohir terkejut melihat Nyonya nya mendadak pingsan setelah membuka kotak misterius itu,dengan penasaran pa yang terjadi dengan nyonya besar nya,pak Tohir memungut satu lembar Poto dan terkejut juga.


"Astaghfirullah!!"Pak Tohir melempar Poto itu karna terkejut.


"Nyonya,bangun Nyonya!!"pak Tohir terus membangunkan Zhelia Tampa menyentuh nya.


Relia baru pulang melihat pak Tohir yang sedang terlihat kebingungan,dia pun melihat mama nya terbaring di lantai.


"Pak,mama saya kenapa?"


"Nyonya pingsan Non"


"Hubungi papa ku!! cepat!!"


"Baik Non"pak Tohir berlari menghubungi Nathan


"Ma,banggun Ma,mama kenapa!!"Relia melihat ada banyak Poto berserakan di lantai,dia meraih dan terkejut.


"Kak,Dania!!


BERSAMBUNG


Jangan lupa tinggalkan jejak like nya setelah di baca yah guys.hadiah nya juga jangan lupa,terimakasih.......

__ADS_1


__ADS_2