
Daniel berdiri di depan gedung TR GRUP untuk menyambut kedatangan teman sejati nya yang baru saja pesawat nya melandasi bandara Indonesia.beberapa Bodyguard berdiri dengan rapi di belakang Daniel untuk menjaga keamanan bila ada bahaya yang datang.karpet merah juga sudah terbentang panjang menyambut kedatangan tamu spesial hari ini
Aura bahagia tersaji di wajah Daniel saat ini menunggu kedatangan teman kuliah nya saat di Inggris dulu.ada rasa tidak sabar juga terpancar di wajah tampan nya karna sudah dua tahun mereka tidak saling bertemu,awal nya mereka ingin datang ke Indonesia bersama-sama,namun teman nya mendadak ada urusan keluarga membuat Daniel lebih dulu menginjaki kaki nya di tanah air.
Mobil sport bewarna hitam berhenti di depan nya,begitu pun mobil iringan iringan juga ikut berhenti di belakang.dengan sigapnya pengawal yang berdiri tak jauh di belakang Daniel membuka kan pintu mobil tersebut.
Seorang pria pria menginjaki kaki nya di Red karpet itu yang di ikuti seluruh tubuh nya.seorang pria dengan pakaian Rapi dan bersih,pria keturunan asal Indonesia China itu memiliki wajah tampan,berkulit putih bersih,tinggi Bandan hampir sama dengan Daniel.benar benar ciftaan tuhan yang sempurna.
Seorang staf perempuan memberikan buket Bunga untuk penyambutan tamu Direktur mereka.pria itu menerima dengan senyum yang sangat manis,menampilkan deretan gigi nya yang putih bersih.
"Hello MY Friend"Tanya Daniel
"Yes My Friend"
"How are You"
"I'm Good"
Mereka berpelukan dengan sangat gembira.perpisahan yang cukup lama membuat mereka saling merindui satu sama lain.sekarang mereka bisa bertatap muka lagi.
"Sudah lama aku tidak bertemu dengan mu Bryan,aku sangat merindukan mu"dengan senyum di bibir Daniel.
"Aku pun juga begitu Kawan,saat aku memutuskan untuk kembali ke sini,aku sudah tidak sabar menginjakan kaki ku di tanah kelahiran ku ini,rasa nya tidak sabar sekali,apalagi ingin bertemu dengan mu"
"Ayo kita masuk dulu dan bercerita"
"Red karpet..... wow bro,kau menyambut ku dengan sangat meriah sekali,aku merasa diri ku ini seperti orang besar saja yang di sambut dengan buket juga Red karpet ini,aku tersanjung sekali"Bryan menepuk bahu Daniel Karna dia tercengang dengan kedatangan nya disini di sambut dengan meriah dan ramah,dia sangat senang mendapat teman seperti Daniel yang peduli dengan sesama orang.
"Kau adalah tamu spesial hari ini,karna kau datang langsung ke TR GROUP jadi nya kau harus di sambut dengan meriah dan ramah"Daniel merangkul Bryan untuk mengajak nya masuk kedalam.
"Jadi,kalo aku datang ke rumah mu l,apa aku di sambut seperti ini juga?"
"Ya jelas tidak lah,ngapain juga bentangin Red karpet di rumah cuman untuk menyambut kedatangan Lo,di sambut biasa aja sudah cukup"
"Ais....lu,jahat bener"
Sampai di lobi kantor Bryan menghentikan langkah kaki nya karna melihat seseorang yang dia kenal.walaupun dia tidak pernah bertemu lagi tapi dia belum melupakan wajah itu,wajah nya masih melekat diingatkan nya.
"Ada apa Bry"Daniel terheran karna Bryan menghentikan jalan nya,dia juga melihat ke arah Bryan melihat.
"Sebentar kawan"Bryan berlari mendekati wanita itu dan memeluk nya dari belakang sambil berkata.
"Sayang ku...."dengan suara yang keras
Daniel terkejut menyaksikan pandangan yang menurut mata nya buruk.tangab nya mengepal kuat,mata nya terlihat tajam,tubuh nya menjadi tegang saat wanita yang di cintai nya di peluk oleh teman nya sendiri,bahkan dia juga mendengar kata"sayang"yang terucap tulus di bibir teman nya.
Dania juga terkejut saat ada seseorang memeluk nya dari belakang dengan gerakan cepat.dia membalikan tubuh nya melihat siapa yang telah berani berbuat seperti ini pada nya.tengorokan nya tercekat,mata nya melotot besar,bibir nya terkunci rapat saat pria yang ia kenal,pria yang sudah lama ia tunggu untuk pulang sekarang berada di depan nya.
Suatu keajaiban besar bisa bertemu lagi dengan nya,tapi kenapa dia pulang mendadak,bukan nya satu Minggu lagi menjelang ia pulang.
__ADS_1
"B-Bry-Bryaannn"
"Ia,ini aku,Bryan sayang nya kamu"kata Bryan dengan lembut dan melayangkan ciuman di pipi kanan Dania.
Daniel semakin panas melihat adegan maut di depan nya.yang ada di pikiran nya saat ini kenapa Bryan mencium kekasih nya.apa mereka ada hubungan terlarang yang tidak ia ketahui.apa mungkin Bryan juga menyukai wanita yang sama dengan nya.saking marah nya sampai-sampai asap keluar dari lubang hidung,kuping juga mata nya kayak yang ada di Film-Flm Animen gitu.
Pelukan mereka terlepas saat Daniel menghempas tangan Bryan dengan kuat.lalu beralih mengengam kerah jas depan Bryan dengan kuku tangan nya sudah mengepal dengan kuat.Daniel menatap dengan tatapan horor,dia tidak peduli dengan banyak nya mata yang menyaksikan aksi nya,seluruh staf yang ada di lobi mereka bergidik ngeri melihat Direktur mereka yang sedang marah.
Dia tidak peduli dengan status Bryan,karna dia akan memberi pelajaran bagi siapa pun yang telah berani menyentuh orang yang dia cintai termasuk teman nya sendiri.dia tidak rela Dania di miliki orang lain kecuali hanya dia.
"Daniel,lepaskan.aku bisa jelasin kepada mu"Dania tau saat ini Daniel sedang marah pada Bryan
"Kamu jelaskan itu nanti,aku akan memberi pelajaran pada dia dulu"menatap Bryan dengan mata elang nya dan membawa Bryan dengan paksa.
Sampai di ruanga nya Daniel mendorong tubuh Bryan dengan keras,untung saja pria itu tidak jatuh di lantai.
"Apa apaan kau ini!"tegas Bryan merapikan pakaian nya yang berantakan dan menatap Daniel dengan tak kalah tajam juga.
"Jaga sikap mu Bryan,dia adalah wanita yang aku cintai,dan kamu berani menyentuh dia! di depan mata ku!"amarah Daniel semakin meluap-luap ke udara dan akan meledak.
Daniel melayang kan pukulan nya dan di tangkis oleh Bryan dengan kepalan nya juga.mereka saling memberi tatapan tidak suka,dan terlihat api cemburu memenuhi manik mata tersebut.
Ruanga yang panas,di penuhi oleh keseriusan dua laki-laki yang saling mengeluarkan kobaran api yang akan segera menghanggus kan ruangan itu jika tidak segera di padam kan.ruangan yang sunyi sekarang di penuhi oleh gelak dan tawa dari Bryan yang membuat Daniel bingung juga heran menatap Bryan.
"Ha...ha....ha.....Daniel....Daniel.....kau ini"Bryan masih belum menghentikan tawa nya,wajah nya sudah merah seperti tomat karna tawa yang membuat perut nya sedikit sakit.
"Kau ini,mau saja di bohongi Daniel.lihat lah diri mu,pria cerdas,kaya juga pintar tapi tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah.apa kau tau! kau itu sudah masuk ke dalam perangkap ku,kau pasti mengirakan kalo Dania itu kekasih ku dan kami memiliki hubungan.bodoh sekali kau ini,dia itu adalah teman ku semasa SMA yang dulu pernah aku ceritakan pada mu waktu kita di luar negri.
Plak
Satu tamparan mengenai bahu Bryan karna kesal nya Daniel kepada nya.dia sudah takut sekali kalo Bryan dan Dania ada hubungan khusus.bahkan ia sudah berencana mau memukul Bryan habis habisan karna amarah nya saat ada orang lain yang mencintai kekasih nya.untung saja semua itu hanyalah kebodohan dari rencana jelek sahabat nya sendiri,kali tidak dia akan mulai melupakan Kalo Bryan pernah menjadi teman nya.
"Mana aku tau bodoh.secerdas apapu orang itu,dia tidak akan bisa membedakan mna tipuan dan kebenaran.dan aku juga tidak tau siapa wajah teman mu itu! jangan salah kan aku jika aku hendak memukul mu dan berlaku kasar kepada mu,itu rencana mu sendiri.dan kau sudah membuat ku naik darah dengan cara memeluk Dania,mencium pipi nya dan memamggil nya dengan kata Sayang"
"Oh ya,karna kau sudah berani mencium kekasih ku,ini imbalan nya"
Bukk
"Agrrhh"Bryan memegang perut nya yang baru saja di pukul oleh Daniel dengan keras.
"Kau memukul ku? apa salah nya aku,mencium dia.itu sebagai tanda pertemuan kami yang sudah lama tidak bertemu"
"Alasan kamu!"sela Daniel yang membantah
"Maafkn aku! aku hanya ingin menggoda mu sedikit"dengan senyum
"Aku ingin melihat sebesar apakah cinta mu kepada Dania,karna aku tau Dania itu adalah gadis yang baik-baik jadi aku tidak ingin dia di dapati oleh pria yang salah"
"Dasar bodoh.....kau pikir aku ini pria buruk yang suka mempermain kan perempuan"sela Daniel dengan nada tinggi,perkataan Bryan sangat menyingung perasaan nya.dia mencintai Dania dengan tulus,bahkan dia rela menahan diri untuk tidak meniduri nya walaupun ia sangat inggin.
__ADS_1
Dasar Bryan tidak punya ahlak.
"Itu bukti nya, pertunangan mu akan segera di lakukan"
"Itu bukan kehendak ku bodoh,itu perjodohan.dan aku berusaha untuk membatalkan nya.kan sudah aku ceritakan semua nya"
"Ia ia ia,bahkan saat ini kau gidak berdaya dengan permintaan Dania yang menyuruh mu untuk bertunagan.sunguh tidak masuk akal sekali Dania itu"
Wajah Daniel kembali masam mengingat masalah itu lagi.
"Daniel!......"pintu terbuka dengan keras oleh Dania yang masuk dengan tergesa dan cemas.sejak Bryan di bawa dengan paksa tadi oleh Daniel,dia sudah menebak kali Bryan akan di pukul habis habisan karna sudah salah paham,jadi dia menyusul dan menjelaskan semua nya.
Setelah masuk ke ruangan Daniel,dia tidak melihat mereka yang saling memukuli tau ruangan yang tampak berantakan seperti kapal pecah.dia malah melihat orang yang dia khawatiri sedang menatap nya dengan senyum.sedangkan Daniel hanya menampilkan ekspresi biasa tanpa ada dosa dan salah.
"Hello teman ku sayang......sudah lama sekali kita tidak bertemu"Bryan mndekati Dania dan kembali memeluk gadis itu.
"Lepas Bryan.nangi Daniel salah paham"dia melepaskan pelukan Bryan dari nya dan menatap dengan tajam.Bryan hanya tersenyum manis.
"Daniel,aku bisa jelaskan.kamu sudah salah paham antara aku dan Bryan.kami berdua hanya....."
"Teman baik"Daniel menyambung ujung ucapan Dania dan membuat gadis itu bungkam.
"Kau sudah tau!"
"Daniel sudah tau,karna aku yang menceritakan nya"sambung Bryan dan mendekati mereka berdua.
"Kau......."Dania menatap denga tatapan tajam
"Tunggu dulu.teman yang kau maksud itu! adalah Bryan?"tunjuk Dania yang semakin terkejut.
"Hm,ia"jawab Daniel
"Hahhhh....aku sungguh tidak menyangka kalian berdua adalah teman ku,tuhan maha baik dengan menjadikan kalian sebagai teman ku"
"Kau teman yang buruk"
"Kau teman yang buruk"
BERSAMBUNG
Tatapan hampa Babang Daniel
Kecantikan Dania yang membuat Babang Daniel semakin gila
jangan lupa tingalkan jejak like nya
__ADS_1