Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D] Petunjuk


__ADS_3

malamnya di meja ruangan makan mereka semua terdiam kecuali Daniel,Zhelia,Dania yang tidak ikut bergabung makan malam.


"Ekhem..."Deheman Alina membuat mereka tersadar.


"Ayo,apa yang kita tunggu lagi,mari makan"Nathan membuka suara menghentikan lamunan mereka.


"Refan,dimana kakak kamu Daniel"


"Kakak di kamar nya,istirahat pa!"


"Ya sudah..."


"Om,apa Om baik-baik saja!"


"Ia Alina,Om baik-baik saja,kamu tidak perlu khawatir sekarang makan saja sarapan mu"ucap Nathan dengan senyum,dia tidak ingin memperlihatkan wajah sedih nya di depan anak-anak nya walaupun perasaan nya sangat terluka.


Masalah ini sangat menguncangkan diri nya,tapi dia tidak bisa berlarut lebih lama dalam kesedihan.


Dia inggin tau bagaimana semua ini terjadi pada Dania.


"Re,nanti kamu antar kan sarapan buat mama kamu yah?"


"Ia pa"


"Om,kalo boleh,bisa kah aku yang mengantarkan sarapan buat Tante Zhelia"Alina mengajukan diri untuk mengantar makanan buat calon mertua nya.


"Tidak papa, kalo kamu tidak keberatan"


"Nggak kok Om,aku nggak keberatan sama sekali,nggak papa kan Relia,kakak yang antar"


"Ia kak,nggak papa aku malah berterimakasih sama kakak"imbuh Relia dengan senyum


******


"Bagaimana Kayros apa kamu sudah menemukan petunjuknya?"Nathan berdiri di sebelah yang sedang mengecek CCTV di dalam rumahnya bersama pengawal lainnya.


Dia yakin,dia pasti akan mendapatkan petunjuk lewat CCTV di rumahnya,jika dia bisa menemukan siapa yang meletakkan bungkusan itu di depan rumahnya dia bersumpah tidak akan mengampuni orang itu.

__ADS_1


"Belum,Kami kesulitan menemukan siapa yang meletakkan bingkisan itu di depan gerbang"


"Periksa rekaman hari ini dan hari yang kemarin"


"Baik Tuan"saut pengawal yang bertugas untuk memantau CCTV dua puluh kali empat jam.


Tepat di pukul 11,37wib mereka melihat rekaman pria berbaju hitam,celana hitam, topi hitam dan tak lupa masker hitam di wajahnya.prua itu melihat kesana kemari,setelah merasa aman dia meletakan bingkisan itu di depan gerbang.


"Berhenti di sana,perbesarkan wajah nya"


Saat rekamannya dizoom kan tepat di wajah pria itu, mereka sama sekali tidak mengenali pria itu ditambah lagi dengan wajahnya yang tertutup.


"Sulit sekali mengenali wajah pria itu Nathan, dari postur tubuhnya saja kita tidak kenal mungkin saja dia suruhan dari orang lain. sangat mulus sekali bahkan pria itu tidak meninggalkan jejaknya sedikitpun, aku merasa kita tidak bisa menemukan siapa pelakunya"Hardi kairos yang sudah terlihat menyerah karena itu adalah satu-satunya bukti tapi mereka tidak tahu siapa orang di balik masker hitam itu.


ucapan kairos membuat perasaan Nathan campur aduk.dia mengepal kuat tangannya serta wajahnya yang sudah terlihat sangat bengis, rasanya ia ingin sekali memukul pria yang ada di dalam komputer tersebut.


"Bagaimana mungkin pria itu memasuki wilayah ku begitu saja!! padahal masih ada gerbang di ujung sana!! aku yakin pasti orang dalam yang bersekongkol dengan pria itu untuk menjebak Dania"


"Kayros,perintah kan pasukan mu untuk mengintrogasi seluruh pelayan di rumah ini tanpa pengecualian,aku yakin pasti ada mata-mata yang ingin menghancurkan diri ku!!"


"Baik"


"Tuan,lihat ini?"


Nathan dan Kairos kembali melihat rekaman yang belum selesai di tonton.terlihat di sana setelah meletakan bingkisan itu, pria itu pergi tiba-tiba dia membungkukkan badan nya mengambil sesuatu yang jatuh di jalan.


"Apa yang dia ambil? perbesarkan di situ!!"Nathan harap harap cemas, muda-mudahan dia bisa menemukan petunjuk kali ini.


Saat di ZOOM ternyata itu sebuah kartu.


"Itu adalah kartu pengenalan Hotel!!"


"Apa maksud mu kairos!!" Nathan bingung dengan ucapannya


"Nathan,itu adalah kartu pengenalan ROSE HOTEL, berarti pria itu tinggal di hotel mu"ucapan kairos langsung membuat Nathan berdiri dari duduknya, dia tidak menyangka orang yang dianggap musuhnya ternyata bernaungan di tempatnya sendiri.


"Kau ikut aku"mereka berdua pergi dari ruangan CCTV bersama pengawal lainnya juga ikut pergi untuk mengawal Nathan.

__ADS_1


Sebelum sampainya mereka di sana,Kayros sudah lebih dulu menaruh penjaga di dalam maupun luar gedung ROSE HOTEL, agar tidak ada satupun orang yang keluar atau pun masuk sebelum mereka tiba di sana.


*****


Daniel duduk di sisi tempat tidur seorang diri, entah apa saat ini yang dia pikirkan, sehingga tidak menyadari kehadiran Dania yang telah masuk ke kamarnya.


Daniel tersadar saat ada orang yang menghampiri nya dan menelusuri Dania dari kaki sampai ke atas kepala.


"Dania"dengan nada lemah


Seketika itu wanita itu berjongkok menggenggam tangan pria yang ada di depannya disertakan isakan yang mulai terdengar, Dania tidak bisa menahan air matanya bila berhadapan dengan Daniel.


"Aku mohon Daniel,percayalah padaku!! Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku benar-benar tidak ingat. aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu aku mohon percayalah padaku Daniel, kamu mengenalku dengan sangat baik aku tidak mungkin melakukannya. Aku bahkan baru pertama kali jatuh cinta pada seorang pria yaitu kamu,Aku bahkan tidak berani mengenal pria sebelumnya aku takut, apalagi melakukan seperti itu"Dania menumpahkan kesedihannya dan kejujurannya,dia berharap Daniel akan percaya dan membantunya.


Mata Daniel sudah dilinanggi oleh air mata yang telah siap meluncur ke bawah, dia menatap ke dalam mata Dania dengan dalam dan lama, dia tidak bisa menjawab, rasanya masalah ini sangat mendadak baginya, baru saja mereka berbaikan dan ingin memulai hidup baru tiba-tiba saja ada rintangan yang menghadang mereka untuk bersama.


Foto itu masih jelas dalam ingatan Daniel,wajah polos wanita yang sangat ia cintai berada di dalam foto tersebut.


"Apa ini benar-benar kamu!!"Daniel memperlihatkan kembali foto itu di depan Dania


"Daniel......"


"Tolong jawab sekali lagi, apa ini benar-benar kamu Dania!!"


Dengan anggukan Dania menjawab pertanyaan Daniel, seketika itu lolos sudah cairan bening yang ia tahan sejak tadi, jantungnya terasa diremas mendengar pengakuan yang begitu pahit di depannya. tangannya mengepal kuat berusaha tidak mengeluarkan amarahnya selembar foto itu menjadi korban dari remasan tangan Daniel.


"Aku tidak tahu harus percaya atau tidak, dengan mu,yang aku ketahui sekarang kau telah menghianati aku bersama pria lain Dania,hati ku sangat sakit melihat ini"Daniel mengangkat kepalan tangannya yang berisi foto yang sudah hancur.


"Aku mencintaimu sehingga aku tidak bisa marah ataupun membencimu"


"Percayalah padaku...aku sungguh-sungguh tidak melakukannya"


Dreeettttt


Deringan ponsel Daniel mengalihkan perhatian mereka, Daniel mengangkat nomor yang tak di kenal itu.


**BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE NYA YAH GUYS....HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA.


MAAF JIKA MASIH AFA TYPO BERTEBARAN DI MANA-MANA**


__ADS_2