
"Tante,ini aku bikinin minuman jus Alpukat buat Tante,ini baik Lo untuk kulit kita,biar tambah glowing"Alina meletakan gelas jus itu di depan meja Zhelia yang sedang duduk santai melihat aiped pintar nya.
"Makasih yah Alin,kok cuman satu! punya kamu mana?"
"Nggak Tante,Alin nggak minum"
"Oh ya Tante,aku mau ngomong sesuatu boleh nggak?"
"Apa itu"belia penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh calon menantu nya itu.
"Ko aku lihat Dania sama Johan cocok deh"
"Dania sama Johan"mengulang kalimat Alina dengan dahi yang berkerut sepuluh.
"Ia Tante,mereka sama-sama baik dan juga ramah,mereka pasti akan menjadi pasangan yang serasi,gimana menurut Tante"Alina memandang Zhelia dengan seribu harapan.dengan ada nya perjodohan Dania dan Johan dia telah berhasil menjauhkan Dania dari Daniel Karna ini adalah rencana yang di senagaja.
"Johan itu memang orang nya baik,tajir,pekerja keras juga,Tante yakin Johan itu pasti bisa membahagiakan istri nya.Tante juga senang sama dia.saran kamu memang bagus Alina,Tante memang sudah lama mencari kan pasangan buat Dania da sekarang pasangan itu sudah ada di depan mata,tapi Tante harus bicara dulu sama suami Tante,setuju atau tidak"
"Baiklah,aku berharap Tante membujuk om Nathan untuk menyatukan mereka berdua"Senyum Alina berharap Nathan juga menyetujui usulan nya seperti Zhelia yang sangat mendukung hubungan antara Dania dan Johan.
Sebentar lagi tidak akan ada lagi penghalang antara aku dan Daniel.lihat lah sayang bagaimana aku memisahkan mu dari kekasih gelap mu itu.aku tidak akan membiarkan mu menjadi milik siapa pun,baik itu Dania maupun orang lain.
.
.
.
.
"Pa"
"Dania,masuk lah"
Dania berdiri di depan Nathan dengan wajah sedikit menunduk dan sedih.
"Duduk lah Dania,kenapa kau berdiri?"Nathan mengalihkan pandangan nya dari berkas ke arah Dania karna dia melihat anak nya berdiri mematung.
"Aku kau bilang sesuatu sama papa"
"Katakan lah"
"Aku-aku ingin berhenti menjadi sekretaris Daniel"Nathan terkejut dengan perkataan Dania
"Kenapa? apa yang terjadi.apa kamu bertengkar dengan Daniel? apa dia menyakitimu,atau membentak mu? katakan sama papa,apa Daniel bersikap buruk dan memperlakukan kamu dengan semena-mena.apa dia slalu menyusahkan mu sehingga kamu tidak ingin menjadi sekretaris dia lagi?"
Pertanyaan beruntun Nathan dia lontarkan Tampa
__ADS_1
memberi waktu Dania untuk menjawab.emosi Nathan naik sendiri jadi nya.
"Bukan pa,bukan seperti itu.aku sendiri yang berhenti dari pekerjaan.aku sama Daniel tidak bertengkar kami baik-baik saja,hanya saja aku sendiri yang tidak ingin bekerja lagi"
"Tapi bagaimana dengan bimbingan Daniel,cuma kamu yang bisa membantu nya"
"Papa tidak perlu cemas Daniel sudah bisa menguasai tentang perusahaan.aku yakin,dia pasti bisa melakukan nya.aku mohon pa,jangan karang aku"
Dia tidak bisa membendung air mata nya lagi dan jatuh begitu saja di depan papa nya.Nathan yang melihat putri nya menaggis, dia pun berdiri mengajak Dania untuk duduk di sofa.
"Apa kamu ada masalah nak"
Dania mengelengkan kepala nya.
"Baiklah,besok papa akan menyuruh sekretaris papa pindah ke tempat Daniel,dan kamu pindah lagi ke tempat Daniel"
"Tidak pa,aku tidak ingin bekerja lagi,aku ingin berhenti sepenuh nya"
"Apa kamu serius dengan keputusan kamu?"
"Ia pa,Dania serius.aku ingin berhenti dari pekerjaan"
"Kalo itu kemauan mu,papa akan mendukung setiap keputusan mu"Nathan mengelus lembut kepala Dania dengan sayang.dia sangat menyayangi Dania,dia adalah gadis manis,baik, pengertian dan slalu mengikuti apa kata orang tua.
"Boleh aku memeluk papa"
"Tentu! kamu adalah anak papa"
Apakah seperti ini rasa nya memeluk papa kandung
"Aku sangat berterimakasih karna papa sudah bersedia menjadi papa ku,menjaga ku seperti anak papa sendiri.aku bahkan merasa tidak pernah kehilangan sosok seorang ayah dalam hidup ku,karna kau telah hadir dalam kehidupan ku,menjadikan aku bagian dari keluarga, menganggap ku seperti anak kandung.sampai aku tidak akan pernah bisa membalas jasa kalian karna telah merawat ku menjadi wanita yang mempunyai masa depan yang cerah.aku sungguh-sungguh berterimakasih sama papa"
"Papa dan Mama ikhlas merawat mu sayang.tidak ada imbalan apapun yang kami ingin kan dari mu"
"Apa kamu sedang merindukan orang tua mu"
Dania mengangguk kan kepala nya.
"Papa akan selalu menjaga kamu,jadi jangan bersedih.setiap kali kmu merindukan orang tua mu,kamu boleh memeluk papa,karna papa selalu ada buat kamu"Nathan bisa mengerti kesedihan Dania yang sangat merindukan orang tua nya.dia masih ingat beberapa tahun yang lalu.seorng anak perempuan kecil menanggis di atas brangkas rumah sakit sedang memanggil mama nya.dia dan istri nya menghampiri anak itu dan memeluk nya.pada saat itu lah dia berjanji akan selalu merawat anak kecil manis ini.
Nathan membelai kepala Dania dengan lembut.
.
.
.
__ADS_1
.
Braakkk
"Papa!....."Daniel terkejut mendengar suara pintu yang dibanting dengan sangat keras.
"Apa yang Papa lakukan?"Daniel langsung berdiri, heran melihat kedatangan papanya yang terlihat marah.
"Seharusnya Papa yang bertanya sama kmu! apa yang kamu lakukan kepada Dania sehingga dia berhenti dari perusahaan"Nathan melemparkan tatapan tajamnya.dia belum puas dengan alasan Dania berhenti dari perusahaan.dia sangat yakin pasti ini ada hubungannya dengan Daniel. anak itu selalu membuat orang tidak nyaman dengan sikap dan tingkah lakunya.
"Apa!....Dania berhenti dari perusahaan?"
"Kamu jangan pura-pura terkejut Daniel, Papa tahu ini semua pasti gara-gara kamu iya kan. karena sikapmu yang keras membuat dia tidak tahan dan tidak ingin bekerja lagi"
"Sumpah pah aku sungguh tidak tahu kalau Dania akan berhenti dari perusahaan. Oh tidak...berarti dia juga berhenti menjadi sekretarisku!"
"Iya,dia memohon kepada Papa untuk tidak mencegahnya ini pasti gara-gara kamu"
"tidak Pa, aku tidak tahu! aku,sungguh tidak tahu! permisi Pa aku mau pergi dulu"Daniel pergi meninggalkan papanya yang masih terlihat kesal.
Daniel pergi keluar untuk menemui Dania dan bicara padanya. dia juga ingin tahu apa alasan dia untuk berhenti bekerja.
Nafas Daniel terengap-engap sampai di atas balkon gedung kantor. tadi dia dapat informasi dari orang yang melihat Dania menuju ke atas. ternyata benar,Daniel melihat Dania berdiri di sudut membelakanginya.
dengan cepat Daniel memeluk Dania dari belakang dengan erat.
"Kenapa kamu ingin berhenti menjadi sekretaris ku, apa kamu ingin menjauhiku?"
Dania terkejut melepaskan pelukan dalam dan memundurkan langkahnya untuk menjaga jarak.
"Itu buka urusan mu"
"Aku perlu tau Dania! aku perlu tau, kenapa kamu ingin menjauhi ku.apa segitu nya kamu menginginkan aku menikah dengan Alina. apa kamu benar-benar tidak ingin bersamaku lagi, apa kamu tidak ingin mewujudkan janji kita yang telah kita buat bersama"
"Sudahlah Daniel, tidak perlu dibahas lagi,sebaiknya kau jangan menghalangi apa yang ingin aku lakukan. sekarang aku bukan lagi sekretarismu"dan ia pun pergi
"AKU SANGAT MENCINTAIMU!....DANIA!.... AKU TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKANMU !...TIDAK AKAN PERNAH!..."
Dania menghapus air matanya mendengar teriakan Daniel,dia berlari dengan sangat kencang.
"AGGGRRHH........KENAPA!...KENAPA JADI SEPERTI INI!.....AAGGRRHH...."
Daniel mengacak-acakan rambut nya yang tampak sangat prustasi,dia bersimpuh menundu kan kepala nya.setetes bening mengalir di pelupuk mata nya.
BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan jejak like nya
__ADS_1
Babang Daniel lagi galau