Daniel & Dania

Daniel & Dania
Tragedi Dapur Di Malam hari


__ADS_3

Kediaman Dirgantara


"Besok kau harus mengantarkan berkas ini pada tuan Hendrik agar cepat di tanda tangani dan Proyek nya akan segera kita bangun kan"Nathan menyerahkan berkas pada Kayros di meja makan.


"Baik Nathan"Kayros pun undur diri membawa berkas tersebut.


"Apa kau membicarakan tuan Hendrik yang pernah kita tinggal di rumah nya saat di Manila kemarin"Timbal Zhelia dengan membawa mangkok yang berisi sup dan duduk di kursi meja makan.


"Ia...tuan Hendrik yah itu.saat kita di Manila beberapa tahun lalu aku sempat mengunjungi perusahaan nya aku melihat projek bangunan dan cara kerja nya sangat konsisten juga bagus.jadi aku tertarik bekerja sama dengan nya dan aku yakin,jika kita bekerja sama dengan mereka perusahaan kita akan semakin meningkat dan aku yakin Tara Group akan semakin melambung tinggi di penjuru negeri"


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan mereka,sudah sepuluh tahun lebih aku sangat merindukan mereka"


"Aku pun juga tidak menyangka kalo dia masih ingat dengan ku,aku pikir dia sudah lupa"


"Oh ya....dalam rangka apa proyek yang akan kalian jalan kan"


"Aku berencana mendirikan Hotel lagi,aku sudah berpikir tentang hotel sederhana namun terlihat elegan.menjamin kenyamanan pengunjung.


Mendirikan hotel di tengah per wisataan dan itu aku lakukan di Bali,dari dulu tuan Hendrik sangat inggin mendirikan usaha nya di sana karna dia sangat menyukai keindahan pulau Bali dan dia tertarik mengajak ku mendirikan usaha di sana aku pun setuju,lagipula kita belum mendirikan usaha di sana"


"Kau benar juga kita harus menguatkan tali persaudaraan kita pada mereka walaupun mereka bukan keluarga kita dengan kebaikan mereka kita telah menjadi mereka keluarga kita"Senyum Zhelua menuang nasi untuk suami nya.


Refan dan Relia datang dan bergabung dengan orang tua nya Dania yang keluar dapur juga ikut bergabung.


"Di mana Daniel kenapa dia tidak makan bersama kita"Kata Nathan yang tidak menyadari keberadaan putra sulung nya.


Dania berhenti suapan nya beralih melihat Nathan.


"Tadi Daniel nelpon kata nya dia tidak pulang ke rumah dia ingin nginap di Apartemen nya"


"Ya udah kalo gitu,yang penting dia kasih kabar ke kita"


" Bagaimana Dania apa kau mengalami kesulitan membantu Daniel,apa dia sering membebankan mu atau kalian sering bertengkar"


"Tidak pa....semua nya berjalan dengan lancar,aku dan Daniel baik-baik saja kami tidak bertengkar,ya....hanya sedikit perselisihan di antara kami saat bekerja tapi itu tidak perlu khawatir"jawab Dania dengan senyum dan menutupi kebenaran nya


"Kalo Daniel melakukan kesalahan atau menganggu kamu bilang saja sama mama biar mama yang kasih pelajaran ke dia"


"Hehe...ia mah"


"Pah mah besok aku ijin yah mau ke pesta ulang tahun teman ku dia merayakan nya di rumah nya"


"Baiklah kamu harus pergi bersama kakak mu biar ada yang jagain"menunjuk arah Refan


"Tidak perlu pah Relia bisa pergi sendiri kok lagian dia bukan teman nya kak Refan


papa jangan kawatir aku bisa jaga diri kok"


"Baiklah papa percaya sama kamu,tapi kamu harus pergi sama supir jangan nyetir sendiri"

__ADS_1


"Makasih papa...."


"Ia sayang"


Dasar anak manja...papa percaya aja sama Rere sedang kan aku tidak papa bener bener pilih kasih,menyebalkan.


Refan menatap Relia dengan tatapan maut nya begitu juga Relia tak kalah menatap Kakak nya dengan tajam.


Hmm....mau menjaga? yang ada dia malah menggoda cewek cewek di sana dan aku yang di repot kan untuk meminta no mereka


Tengah malam 01,17 menit


Dania menuruni anak tangga seluruh ruangan tampak gelap hanya lampu tamatan yang menyala di beberapa ruangan.


Dia melangkah menuju dapur bangun di tengah malam karna tenggorokan nya terasa kering persediaan air di kamar nya telah habis dan terpaksa turun mengambil nya.


Menuang segelas air putih lalu meneguk nya sampai habis.saat berbalik badan dia terkejut melihat Daniel berdiri tegap di belakang nya.


"Da-Daniel...kau mengagetkan ku,apa yang kau lakukan bukan nya kau sedang berada di Apartemen"


Saat tidak mendapat jawaban Dania pun pergi .namun dia menghalangi membawa bersandar di pintu kulkas Daniel mengunci tubuh Dania dengan tindihan yang kuat.


"Aku tidak bisa jauh dari mu Dania....aku ingin selalu berada di dekat mu....rasa nya gila saat kau tidak bersama ku"Wajah mereka sangat dekat sehingga Dania bisa merasa kan nafas Daniel yang begitu hangat.


"Lepaskan aku Daniel biarkan aku pergi"Dania berusaha melepaskan diri.


"Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu...sekarang lepaskan aku!!"


"Tidak!!!"


"Daniel kepakan!!!!"


Waktu itu juga lampu menyala dengan terang Dania terkejut.


"Dania apa yang kau lakukan di dapur di jam begini"seru Zhelia dengan heran


"HM...a..aku aku mengambil air karna aku harus mah"ujar Dania dengan gugup dan melihat kebelakang Daniel yang tengah bersembunyi di sana.


"ya sudah...mama pergi dulu nanti kamu matikan lampu nya yah"Zhelia pergi dengan membawa air putih juga.


Huff Lega rasa nya karna mama Zhelia tidak melihat mereka berdua untung saja dengan cepat Dia mendorong Daniel agar pria itu bersembunyi.


Daniel kembali meraih Tubuh Dania dan membawa nya kembali bersandar di pintu kulkas.


"Urusan kita belum selesai,kau tidak boleh pergi"


"Aku tidak punya urusan dengan mu biarkan aku pergi"Dania menatap dengan tajam.


"Jawab dulu pertanyaan ku,apa kau juga mencintai"Daniel menatap Dania dengan sendu berharap besar Dania akan membalas perasaan nya.

__ADS_1


"Aku tidak mencintaimu kau puas...."


"Benarkah?..."


"Ia..."


"Sedikit pun tidak ada?..."


"Tidak ada!!!"


"Baiklah sekarang mungkin kau belum menaruh hati kepada ku,tapi aku akan berusaha membuat mu jatuh cinta kepada ku,aku akan melakukan cara apapun supaya kau juga merasakan hal yang sama dengan ku"


"Kau jangan memaksa Daniel,itu tidak akan terjadi...itu semua tidak akan per.....hmm"


Daniel membungkam bibir Dania dengan bibir nya Daniel mencium nya dengan paksa ******* bibir atas nya secara bergantian Daniel menyapu seluruh bibir Dania dengan rakus dia juga mengigit kecil karna dia sangat marah dengan penolakan Dania.


Dania mendorong bahu Daniel untuk menjauh.ahir nya ciuman itu terlepas Dania sangat marah dan pergi.


Daniel tersenyum mengusap bibir nya yang basah akibat slavina mereka berdua cuman panas....Daniel benar benar sudah kehilangan akal.dia tidak peduli apa yang Dania pikirkan tentang nya dia hanya merasa bangga karna telah mencium Dania untuk yang kedua kali nya.


"Kau lihat saja Dania,aku pasti akan mendapatkan mu,aku akan membuat mu tidak bisa jauh dari ku"senyum nakal terlukis di bibir nya.


**************


Di kantor.


Kejadian tadi malam membuat Dania sangat ingin menjauh dari Daniel Karna sipat dan kelakuan nya membuat dia semakin takut untuk mendekati pria itu.


Dia takut jika Daniel melakukan hal yang lebih dari yang semalam tindakan nya bisa membuat mereka berada di dalam masalah yang besar.


Apalagi Dania saat dia mengingat kejadian itu membuat jantung nya berdetak dengan cemas.jika orang tua mereka melihat nya entah apa yang mereka tangapi.


Sedang kan Daniel pria itu merasa tidak terjadi apa-apa dia tidak merasa cemas takut maupun kawatir.dia malah merasa senang semakin mendekat dan ingin nempel terus di dekat Dania.pria itu tidak peduli Dania menolak ataupun marah.yang penting dia bisa mengoda wanita pujaan hati nya.


Karna pepatah mengatakan benci bisa jadi cinta.kalimat itulah yang di pegang oleh Daniel dia berharap kelak Dania akan mencintai nya melalui perasaan benci nya.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa beri like nya ya teman teman author sangat berterimakasih bila kalian dengan senang hati memberi like nya

__ADS_1


__ADS_2