Daniel & Dania

Daniel & Dania
[ D&D ] Pergi dari Rumah


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"zhelia menjawab salam dari anak kembarnya yang sedang duduk di sofa sambil melihat media sosial dalam hendpone nya.


"Mama...."


Relia menghambur diri nya ke pelukan sang mama dengan sangat senang dan bahagia melihat mama nya sudah pulang ke rumah.


"Aku kangen banget sama mama,mama nggak kasih tahu aku sebelum berangkat"Relia mengerucutkan bibir nya dengan gaya lucu.


"Maaf yah sayang....mama nggak kasih tau kalian dulu,karna mama pergi nya mendesak"


"Ia M, nggak papa kok"


"Mama"gimana kabar nya"Revan datang dan bergabung di sebelah Zhelia.


"Oh....anak laki-laki nya mama"belia juga memeluk Revan dan mencium dahi putra bungsu nya.


"Mama baik-baik saja sayang,mama kangen bangat sama anak kembar mama ini, selama Mama nggak ada di rumah,kalian nggak berantem kan"


Mereka berdua saling diam dan menatap satu sama lain.


"Huuff...... sudah mama duga, kalian tetap bertengkar walaupun sudah di peringatkan"


"Ya sudah....sekarang kalian naik ke atas,lalu mandi biar segar"


"Baik Mah..."Relia pergi lebih dulu


"Revan, kenapa kamu masih disini"


Revan tersenyum manis"Mama..."


"iya ada apa"


kasih Revan uang jajan lagi dong mah,uang Revan nggak ada lagi"


"Tiga hari yang lalu,bukannya sudah Mama transfer ke ATM kamu untuk bukan ini, sekarang kamu minta lagi,uang sebanyak itu kamu ke mana kan Revan"Zhelia kaget karena Revan minta uang tambahan lagi, 7 juta perbulan zelia memberi Relia dan Revan uang jajan, walaupun punya banyak uang Zhelia tidak pernah mengajarkan anaknya pemborosan.


"kemarin aku dan temanku mengadakan sumbangan untuk anak jalanan dan beberapa panti asuhan ma, jadi uang Revan sekarang kurang, makanya mau minta tambahan lagi sama mama"Revan tersenyum manis tanpa dosa.


"Baiklah,karena kamu melakukan hal yang baik dan bijaksana,Mama akan menambahkan lagi uang jajan kamu"


"Terima kasih ya ma,,,,aku sayang sama Mama"Revan mencium pipi Mama nya karna keinginan nya terpenuhi,jika saja minta sama papa maupun kakak nya pasti tidak akan di kasih.


"Ia..... kebaikanmu itu harus dipertahankan ya, jangan sampai kebaikanmu itu terputus-putus, karena membantu orang yang lemah adalah perbuatan yang paling mulia, Mama sangat senang karena kamu mengerti dengan keadaan orang yang kesulitan di luar sana,Mama bangga sama kamu Revan"


"Ok Mah......terimakasih"Revan berlalu pergi ke kamar nya dengan sangat senang.

__ADS_1


Zhelia mengelengkan kepala melihat tingkah Revan yang masih kekanakan.


.


.


.


.


Mobil sedan warna hitam berhenti di depan rumah dengan mendadak dan menciptakan bunyi nyaring dari ban mobil tersebut.


Daniel membuka pintu mobilnya dengan tergesa dan berlalu masuk ke dalam, Dia baru saja pulang setelah menemani calon tunangannya makan dan jalan-jalan. itu pun dipaksa oleh mamanya pergi bersama Alina.


relia yang sedang duduk santai sambil makan cemilan kesukaannya Qetela singkong rasa rumput laut, relia melihat kakaknya pulang di jam sudah sore, Relia sedikit ter kaget melihat ekspresi kakaknya yang terlihat dingin dan datar seperti nya ada masalah.


"Kak Kau sudah pulang"pertanyaannya dicuekin oleh Daniel, dia berlalu begitu saja di depan adiknya seolah dia tidak melihat keberadaan adiknya,pertanyaan Relia hanya sebuah angin yang berlalu di telinga Relia.


"Kenapa dengan dia,biasanya dia tidak sedingin dan secuek itu"Relia menatapi kepergian kakaknya yang menaiki tangga dan kembali memakan keripik singkong kesukaannya, seolah dia tidak memperdulikan sikap kakaknya itu, palingan dia sedang marah dengan seseorang.


"Dania....Dania...."Daniel membuka pintu kamar Daniel untuk menemuinya meluruskan permasalahan yang siang tadi terjadi, Daniel yakin pasti Dania sangat terpukul dengan rencana perjodohan itu. dirinya juga merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh Dania.


"Dania.... dimana kamu!!!,Dania..."Daniel mencari di mana-mana di kamar mandi pun dia mencari,Dania juga tidak ada


Dimana kamu sayang


"Sayang....kamu sedang mencari apa" tanya Zhelia melihat kepanikan di wajah anaknya


"Mah, di mana Dania,kenapa dia tidak ada di kamarnya"


"Dania sedang keluar sayang,udah sama temennya"


Daniel melangkah keluar setelah Mama mengatakan Dania pergi keluar.


"Nak,kamu mau kemana?"


"Aku mau mencari Dania ma"


"Tidak perlu,dia sedang bersama temannya dan malam ini dia tidak akan pulang karena menemani temannya"Zhelia memberi tau Daniel alasan Dania pergi dari rumah, Zhelia pun tidak paham kenapa Daniel tergesan sekali ingin mencari Dania,apa mereka bertengkar lagi,feeling Zhelia.


Daniel tau itu bukan alasan yang sebenar nya,tapi itu pelarian,Daniel pergi meninggalkan Zhelia yang memangil nya, dia harus mencari Dania dan bicara dengannya, Daniel tahu saat ini Dania tengah menghindar darinya, Daniel tahu pasti Dania terluka juga sedih dengan kenyataan yang pahit ini. begitu juga dengan Daniel, dia tidak bisa menerima perjodohan ini dan meninggalkan orang yang ia cinta, Karena dia sudah berjanji akan menikah dengan Dania saja.


.


.


.

__ADS_1


.


Di dalam mobil tepatnya di pinggir jalan, Daniel terus menelepon Dania berkali-kali tapi tidak dijawabnya, Daniel sudah tampak frustasi, dia sudah mengunjungi tempat Di mana Dania sering kunjungi termasuk cafe favoritnya bersama temannya, namun hasilnya juga tidak ada


Sudah masuk waktu maghrib namun pencarian Dania belum juga Daniel dapatkan. dia harus mencari kekasihnya sampai ketemu.


"Di mana kamu Dania...aku mohon angkatlah teleponku, jangan buat aku khawatir seperti ini, Aku tahu kamu sedang menghindar dari aku,aku juga tahu kamu terluka dengan semua ini, Aku mohon jangan pergi,kembalilah"wajah Daniel tampak sedih,gusar juga putus asa,menghembus nafas berat yang bersandar di punggung kursi,dia bingung tidak bisa menemukan Di mana keberadaan kekasihnya.


Di saat kebingungan handphone Daniel berdering.


"Hallo Ma,ada apa"


"Kamu di mana Daniel,ini sudah malam nak,ayo pulang kita makan malam bersama"zalia tampak cemas karena Daniel belum mau pulang sejak sore tadi.


"Malam ini Daniel nggak pulang ke rumah mah,Daniel mau ke apartemen"suara nya tampak lesu


"Baiklah,jangan lupa makan dan istirahat ya nak"


"Ia Ma"


Setelah menutup panggilan dari mamanya Daniel kembali pusing memikirkan Di mana keberadaan Dania sekarang,pandangannya ke depan tampak kosong,dia benar-benar bingung, dan harus menemukan Dania secepatnya.


.


.


.


.


"Hiks...hiks....huuu...huuu....."Tangisan Dania semakin tersedu di kamr Keyla.


"Kamu yang sabar Nia,kamu jangan sedih seperti ini, mungkin Daniel itu emang bukan jodoh kamu, kalau emang kalian berjodoh suatu Hari nanti kalian pasti akan bersama"Kayla menenangkan Dania yang menangis sejak tadi, mengusap bahu sahabatnya dengan ikut perhatin masalah yang di hadapi nya.


"Kamu jangan sedih lagi ya...Aku tidak menyangka kisah cinta kamu akan berakhir seperti ini, padahal kalian saling mencintai tapi terhalang untuk bersama, aku juga kesal dengan orang tuanya Daniel,kenapa juga anak sudah sebesar itu masih saja di jodoh-jodohkan. seharusnya biarkan saja dia menentukan pilihannya dan dengan siapa dia akan menikah, bukan malah dipaksa kayak gini, zaman kan sudah berubah, nggak seperti zaman Siti Nurbaya lagi yang harus ditentukan pilihannya. Kita juga bisa menentukan mana pasangan yang baik dan juga bertanggung jawab"ojek Kayla yang tidak suka dengan tindakan yang di lakukan oleh orang tua Daniel dalam perihal menjodohkan,dan itu menyebabkan cinta Daniel dan sahabat nya tidak bisa bersama.


"Hiks....hiks....huu....huu.....Key...a-apa yang harus aku lakukan sekarang Key, apa aku harus mengalah dan membiarkan dalil menjadi milik orang lain hiks....hiks...huu..."


"Sabar Nia...sabar...kamu jangan naggis lagi"Keyla semakin panik karna sahabat nya tidak berhenti bersedih.


"Aku yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan kebahagiaan untukmu, mungkin Daniel memang bukan ditakdirkan untukmu,setiap orang yang kita cintai bukan berarti dia akan menjadi milik kita"mata Kayla mulai berkaca-kaca melihat keadaan sahabatnya yang menyedihkan. jika ini masalah lain mungkin dia bisa bantu tapi ini masalah perasaan apa yang bisa dia lakukan.


Hatinya ikut menderita merasakan penderitaan yang Daniel alami, Kayla tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai menjadi milik orang lain, karena dia lebih dulu merasakan sebelum sahabatnya.


Kayla pun memeluk Dania dengan menenangkannya, sebagai sahabat yang sejati Kayla harus membuat Dania semangat lagi dan harus bangkit dari masalahnya.


"Sudahlah,kamu jangan menangis lagi.lihat,wajah kamu jadi jelek gini,mata bengkak,pipi bengkak,hidung juga bengkak"lirih Kayla menghapus air mata daniya sambil bergurau,tapi Dania tidak tersenyum ,dia malah sibuk dengan isakan nya.

__ADS_1


"Sekarang kamu mandi yah,Ku akan menyiapkan pakaian untuk mu"


__ADS_2