
Dania telah sampai di tempat yang telah Brian kirimkan alamatnya.dia berusaha menerobos banyak nya orang sehingga membuat nya terasa sesak karna sulit bernapas.
Di tambah lagi dengan bau alkohol yang sangat menyengat di hidung serta asap rokok yang bertebaran di sekitarnya.
"Ini pertama kalinya aku datang ke sini,jika bukan karena Daniel Aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di tempat seperti ini"Dania kesal pada orang orang yang terus memepetnya.
"Di mana mereka"mencari keseliling lalu matanya menangkap dua makhluk yang sangat ia kenal duduk di pojok dinding dia bergegas menghampirinya.
"Daniel......kau mabuk" duduk di sebelah Daniel menangkup kedua pipinya dengan raut cemas di wajah nya.
"kenapa kau ke sini Daniel tempat ini sangat tidak baik. seharusnya kau tidak datang ke sini.Bryan, apa kau yang mengajaknya datang ke tempat ini"Dania menatap tajam dia tidak berhenti mengoceh tentang keadaan Daniel,bahkan dia tidak sadar kalau saat ini dia telah melupakan sumpahnya untuk tidak mendekati dan memperdulikan Daniel lagi.
"No Dania.....I didn't invite him to come here,dia sendiri yang menelpon ku untuk menemani nya disini,aku juga tidak mau datang ketempat seperti ini"Bryan menjawab dengan jujur, saat dia datang tadi Daniel sudah kehilangan setengah kesadarannya.
"Kenapa kau tidak membawanya pulang saja dari tadi,kenapa kau malah membiarkan dia terus berminum-minum sampai mabuk seperti ini"Dania yang tidak berhenti menyalahkan Bryan sedangkan pria itu hanya mengeluh menghembus nafas kasar,karena Bryan tahu jika Dania sudah cerewet seperti ini kejujurannya kebaikannya tidak akan diterima oleh sahabatnya ini jadi percuma saja membela diri.
Dania menatap Daniel dengan mata yang sudah berkaca-kaca, mengelus pipinya dengan lembut.
Dengan sikap manis Dania yang seperti ini,Bryan bisa melihat dengan jelas bahwa Masih Ada cinta di hatinya untuk Daniel.
"Dania......" seru Daniel yang mulai sadar akan kehadiran kekasih nya di sini.
"Iya ini aku,ayo kita pulang"
"LEPASKAN"Dania terkejut melepaskan tangannya karena bentakan dari Daniel
"Kenapa kau ke sini,pergi.....aku tidak ingin melihatmu, kau sudah tidak peduli lagi denganku, untuk apa kau datang ke sini, lebih baik kau tidur saja di rumah telponan bersama kekasih barumu itu.
kau tahu Dania,kau telah menyakiti hatiku membuat aku sangat kecewa dan putus asa.... pergi saja kau....pergi jauh-jauh jangan pernah kembali lagi"
"Daniel...."
"Don't...touch....me...you understand"dengan mata merah dan tajam. Daniel berdiri saat tubuhnya hendak jatuh dengan cepat dan dia memegangnya namun yang dia dapat hanya hentakan keras sehingga tubuhnya jatuh terduduk.
Daniel pergi begitu saja tanpa menghiraukan Dania yang sudah menitikan air matanya.
"Kamu tidak apa-apa kan? kamu jangan sedih dengan perlakuan Daniel terhadapmu karena saat ini dia sedang tidak"
Dania menghapus air matanya lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Bryan,dan berlalu pergi mengejar Daniel.
Sesampainya dia luar, mereka melihat mobil Daniel yang telah melaju dengan kencang.
"Daniel.....Daniel......"teriak Dania dengan keras berharap Daniel mendengarkan jeritannya dan berhenti.
__ADS_1
"Dania Ayo cepat masuk"seru Bryan yang telah datang dengan mobilnya
Mereka pun mengikuti mobil Daniel dari belakang.
"Tolong cepat sedikit Bryan,Aku khawatir pada Daniel, dia menyetir seorang diri dalam keadaan mabuk aku takut jika hal yang buruk menimpanya"Dania semakin cemas dengan tindakan Daniel yang terlalu berani menyetir dengan keadaan mabuk,padahal tindakan itu di larang.
"Iya Dania kamu tenanglah"Bryan menambahkan kecepatan mobilnya untuk menyusul Daniel yang telah jauh ke depan.
Di parkiran mereka melihat mobil Daniel telah tiba dengan selamat di apartemennya. mereka berdua sangat lega, tidak ada hal yang buruk terjadi selama perjalanannya.
Mereka berdua berlari masuk ke dalam lift menuju tempat di mana Daniel tinggal.
mereka berdua berlari masuk ke lift. saat pintu liftnya terbuka Daniel memegang tangan Dania yang hendak pergi.
"Ada apa Bryan"Dania melihat tangannya yang di pegang oleh Bryan
"Sebaiknya kamu jangan melihatnya dulu,saat ini keadaan yang berbeda. aku takut dia akan memarahimu dan membentakmu lagi"
"Tapi Bryan aku harus melihat keadaannya"
"Tenanglah Dania,Aku tahu kamu sangat mengkhawatirkan Daniel,kamu cemas dengan keadaan nya tapi kali ini kamu jangan dulu menemuinya, besok kalau dia sudah sadar barulah kamu bisa menemuinya"
Dania terlihat sedih dan menundukkan kepalanya
"Aku akan melihatnya,setelah itu aku akan mengantarkan kamu pulang,kamu tunggu di sini dulu ya"
Brian membuka pintu mengunakan kode yang telah ia ketahui. sedangkan Dania menatap pintu yang telah terbuka dengan sedih. dia ingin sekali maauk ke dalam melihat sendiri keadaan Daniel seperti apa, tapi ucapan Bryan ada benarnya juga dia takut Daniel marah lagi kepadanya besok saja dia datang ke sini lagi.
Brian mengelengkan kepalanya berkacak pinggang melihat fenomenal yang ada di depannya saat ini. tidur tidur telunlungkup di atas tempat tidur, jaket sepatu berserakan di lantai. Bryan mengatur posisi tidur dan agar lebih nyaman menyelimutinya lalu pergi dengan mematikan lampu.
Bergegas Daniel menghampiri Brian yang telah keluar dari apartemen Daniel.
"Bagaimana dengan dia?"
"Dia sudah tidur dengan nyaman sekarang"
"syukurlah dia baik-baik saja"Dania sedikit lega mendengarnya
"Ayo aku akan mengantarmu pulang" pria menggandeng bahu Dania menuntun wanita itu menuju pintu lift
"Tapi besok aku boleh kesini kan?"
"Ia"
__ADS_1
.
.
.
.
.
Paginya Daniel terbangun dengan kepala sakit dan pusing.lama duduk bersila di atas tempat tidur mengumpulkan seluruh kesadarannya serta akal sehatnya yang masih berkelana di alam mimpi beberapa jam yang lalu.
"Akhirnya kau bangun juga"
Daniel menoleh ke arah seseorang yang memasuki kamarnya
"Minum dulu Air ini untuk meredakan sakit kepalamu"
Daniel mengambil gelas yang diberikan Brian menekuk air itu sampai habis.
"Di mana Dania"dengan suara pelan
"Semalam aku mengantarnya pulang setelah melihat keadaanmu Di sini. nanti dia akan ke sini untuk menemuimu"
Daniel ingat apa yang terjadi semalam,dia memarahi dan membentak Dania dengan jelas. dia melakukan semua itu hanya untuk mengeluarkan unek-unek kesal yang ada di pikirannya. dia tahu pasti Dania sangat terluka dengan ucapannya kasar nya.
"Kau pergilah aku mau tidur lagi" kata Daniel dengan suara khas bangun tidur dan menarik selimutnya bersiap untuk tidur.
"Et...Et....tidak bisa"Bryan menarik tangan Daniel hendak tidur lagi"kau tidak boleh tidur lagi kau harus ke kantor hari ini"
"Apa urusanmu! terserah aku mau ke kantor atau tidak, itu bukan urusanmu, tidak usah ikut campur pergilah dari sini"
"Apa kau sudah sangat tua itu sampai kau pikun sendiri. sekarang ini aku adalah sekretarismu dan itu adalah tanggung jawabku untuk membawamu ke kantor hari ini juga, karena papamu sudah menelponku menanyakan kamu ada di mana"
"Ia ia bawel"
"Cepat mandi sana"Bryan mendorong Daniel turun dari tempat tidur
Sangat menyesal sekali Daniel telah mengangkat teman brengseknya menjadi sekretarisnya. Dia sangat merindukan Dania, merindukan Tata bicara nya yang lembut dan sopan, jauh berbeda sekali dari Bryan. tapi dia tidak bisa membawa kembali dan yang menjadi sekretarisnya.
BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah
__ADS_1
hadiah nya juga jangan lupa