
Seminggu kemudian setelah acara pertunangan Dania dan Johan dilangsungkan.semua orang bernafas dengan lega terutama Nathan dan zhelia, mereka sangat bahagia dengan adanya pernikahan putra dan putri mereka tanpa mereka ketahui kebenaran yang sebenarnya.
Dengan ide pasangan suami istri itu mereka sudah menghancurkan cinta yang telah dibangun dengan kuat. mereka telah memisahkan dua hati yang saling mencintai.
Seminggu itu juga Daniel tidak pernah pulang lagike rumah. dia lebih sering tinggal di Apartemen kantor juga tempat hiburan malam,semua waktunya iya luangkan di sana. setiap hari dia selalu menyempatkan dirinya untuk berminum-minuman. beribu-ribu kali Zhelia menyuruh putranya untuk pulang ke rumah karena dia rindu dengan putranya sudah lama mereka tidak bertemu. Daniel selalu menolak,alasan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan.
Dan itu membuat hati seorang ibu menjadi patah. penolakan dari sang anak membuat hatinya sangat perih, dada yang sesak.
Dania sudah sampai di tempat kerjanya dia bekerja sebagai pelukis satu-satunya Tuhan Wilson. tanpa diduga pelanggan mereka hari ini adalah Daniel dan Alina. desakan Alina membuat Daniel menuruti kemauan calon istrinya untuk di lukis, pemotretan sudah mereka lakukan dan sekarang Alina ingin mencoba hal yang baru ia ingin membuat kenangan dirinya dan Daniel dengan sebuah lukisan.
Mereka terkejut pas waktu bertemu.
"Oh...ternyata kau yang akan melukis diriku dan calon suamiku"Alina tersenyum sinis karena tidak menyangka dan ia berpindah kerja menjadi seorang seniman.
"Sungguh tidak diduga ya, Kau seperti hantu yang selalu mengikuti di mana kami berada, pekerjaan ini sangat pantas untukmu wahai... Upik,Abu....."
"Sayang apa kita harus pergi saja dari sini,rasanya aku gerah sekali berada di tempat seperti ini"menoleh ke arah Dania sambil bergelaleyut di lengan Daniel dengan mesra.
"Tidak perlu,kita di sini saja,tidak enak membatalkan perjanjian sedangkan kita sudah berada di sini"ucap Daniel dengan wajah tenang namun matanya menetap Dania dengan dalam yang tidak bisa ada niat apa.
"Baiklah terserah kamu sayang,aku menurut saja"
"Mari tuan dan nyonya, silakan dulu menggantikan pakaiannya"
Pasangan itu telah siap dengan pakaian serta dandanannya.Alina memakai gaun panjang berwarna putih yang dihiasi dengan banyaknya mutiara,rambut di gerai bergelombang,belahan panjang di dada dan kaki membuat wanita itu terlihat seksi. Daniel terlihat tampan dan gagah dengan balutan setelan jas berwarna biru tua. kemeja putih yang dibuka dua kancing memperlihatkan otot-otot dada yang putih menyembul keluar dengan ****.
Berusaha Dania menahan hatinya melalui semua ini.melihat sang kekasih bersama wanita lain membuat hatinya teriris sembilu lalu ditaburi dengan air jeruk,sungguh perih. di hatinya masih ada rasa cinta yang harus ia hilangkan segera.memejamkan mata nya menarik nafas dengan pelan lalu di keluarkan.setelah mendapat kan konsentrasi dan kembali tenang.dia bersiap untuk memulai pekerjaan nya.
Seorang staf terlihat sibuk membenahi posisi yang akan di lakukan oleh pasangan itu untuk mendapatkan hasil lukisan yang bagus,tiba tiba Daniel menghentikan nya.
"Maaf,boleh kami melakukan posisi yang kami inggin kan?"perkataan Daniel membuat semua orang yang ada di sana menatap nya dengan suara yang keras,begitu juga Alina dan Dania.
"Oh,silahkan tuan"staf itu buru buru menyingkirkan diri
Daniel memposisikan diri nya duduk di pinggir meja sedangkan kaki kanan di lurus kan ke depan,tangan kanan di masukan ke dalam saku celana.Alina berdiri di sebelah nya.Daniel menuntun kedua tangan Alina menyentuh dada nya dan mendekatkan diri Alina di dad nya juga.tangan kiri nya memeluk pinggang Alina dengan erat,mereka saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Wilson dan yang lain bertepuk tangan serta senyum yang mengambang di bibir nya menandakan ikut senang melihat keromantisan pasangan itu.
Pose seperti itu membuat Dania gemetar. posisi yang intim.apa yang dipikirkan oleh Daniel untuk melakukan seperti itu di depan nya.
"Apa yang kau tunggu,cepat lukis diriku dan calon istriku dengan sebagus mungkin"Saut Daniel membuyarkan lamunan Dania
"iya Dania,cepat lakukan"timbal Wilson yang sudah tidak sabar ingin melihat hasilnya
Alina tersenyum puas dengan apa yang dilakukan Daniel terhadapnya. walaupun dia tahu Daniel melakukan semua ini karena ada Dania,tapi dia tidak perduli Yang terpenting dia bisa menikmati pelukan yang hangat dan erat.sesekali Alina melirik Dania, dia inggin melihat wajah cemburu wanita Upik abu itu.
Beberapa menit telah berlalu Ahir nya Dania menyelesaikan pekerjaan nya.tinggal memberi warna pada lukisan tersebut.
"Buatlah dengan sangat bagus lalu kirimkan ke rumahku"ujar Daniel dengan dingin tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya dia pun pergi meninggalkan Dania yang menangis karena hatinya merasa hancur.
Alina tersenyum puas melihat Dania yang sangat dibenci oleh Daniel sekarang.
"kau dengarkan apa yang dikatakan calon suamiku tadi buatlah dengan sebagus dan seindah mungkin karena kami adalah pasangan yang sangat serasi"setelah mengatakan itu Alina akan pergi
Dania mengapa kuat tangannya menahan tangis dan amarah.
**Beberapa hari kemudian.
Kantor**
Daniel meneguk habis minuman dalam gelas menatap luar jendela. dia tampak frustasi dengan masalah yang ditanggungnya namun tidak bisa diceritakan. hari ini dia sudah tidak tahan lagi menahan nya, dia ingin melepaskan pikiran yang terus mengganggu agar cepat selesai.
Dengan tanpa pikir panjang Daniel keluar dari ruangannya menuju ruangan papanya,dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Pa,aku ingin bicara"
"Daniel,kau...."Nathan bangun dari kursinya terkejut l melihat mata putra nya yang merah,penampilan kemeja sudah kusut, lengan kemeja nya di gulung ke atas sedangkan baju jas sudah tidak tau lagi dimana ia meletakan nya.Nathan tau kalo Daniel baru saja berminum.
"Kenapa kau...."sebelum Nathan melanjutkan ucapan nya ponsel dia berdering lebih dulu.
"Hallo Revan,ada apa"
__ADS_1
"Apa!...... Mama kamu masuk ke rumah sakit.ba-baiklah, papa akan segera kesana,kamu tunggu lah dulu"
"Daniel,ayo kita kerumah sakit"ajak Nathan
"Pa......"
Nathan melayangkan tatapan elangnya dia menatap Daniel dengan dalam berusaha apa yang dia inginkan.
pada Daniel agar mengikuti nya segera,dia tidak tau menau jika Daniel menolak untuk ikut.
"Apa kamu masih tidak mau menemui wanita yang telah melahirkanmu! membesarkan mu dan merawat mu.apa kamu tidak menganggap dia sebagai ibu mu lagi! apa kesalahannya Daniel,kenapa kau tega sekali menolak setiap kali dia memanggilmu untuk datang ke rumah, apa kamu tidak memperdulikan mamamu lagi? apa kamu tidak kasihan melihat dia sakit karena memikirkanmu?"
"Papa tidak mau tahu kamu harus ikut apa sekarang juga"Nathan mentap dengan tajam agar Daniel mengikuti nya segera,dia tidak tau menau jika Daniel menolak untuk ikut.
Dia pun pergi di susul oleh Daniel dari belakang.
\*\*\*\*
RS LABELLA HOSPITAL
mereka memasuki ruangan di mana Azalia dirawat. di sana sudah ada dokter,Dania,Revan,Relia juga kayros beserta beberapa pengawal berbaris menunggu kedatangan bapak dan anak itu.
"Bagaimana kondisi istri saya?"
"Asam lambungnya naik lagi disebabkan lambungnya kosong tidak terisi oleh apapun. Aku sarankan tolong diperhatikan pola makannya dengan sangat baik, jangan biarkan dia telat makan atau tidak makan sama sekali, karena itu sangat membahayakan bagi penyakitnya. tapi sekarang nyonya sudah baik-baik saja setelah di beri obat.setelah nyonya sadar nanti berikan nyonya makan agar cepat pulih.kalo begitu saya permisi dulu"lirih Dokter Irma meninggal kan mereka sekeluarga.
"Terimakasih"
Plaakkkk
Satu tamparan Nathan layangkan di pipi Daniel,semua orang terkejut dan mengalihkan perhatiannya.
Daniel hanya diam sedikit merunduk kan wajah nya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like nya yah guys.beri hadiah juga begitupun vote nya.terimakaaih.