
Hari demi hari,kedekatan Daniel dan Alina semakin dekati.mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi.hari yang spesial,hari yang telah di nantikan oleh dua pihak keluarga dengan tak sabar lagi mereka rasakan.hari pertunangan tingal dua hari lagi.
Saat Dania masuk ke ruangan nya,dia melihat ke arah kaca yang tembus pandang ke arah ruangan Daniel.dia melihat dua pasangan sedang asik bercanda duduk di sofa,dia pun menarik tirai untuk menutupi seluruh kaca tersebut.
"Pagi-pagi udah melihat pandangan seperti itu"grutu nya kesal.
\*\*\*\*\*\*
Daniel masuk ke ruangan sekretaris nya,tidak ada orang,ruangan nya sepi,kemana pergi nya.dia mendekati meja kerja Dania,melihat seluruh benda-benda yang ada di atas meja itu.
Ada sesuatu yang yang membuat dahi nya berkerut ke atas mengarah ke dalam tas jinjing milik Dania yang terbuka.dengan penasaran tingkat tinggi dia mengambil benda itu dan melihat nya.sebuah Poto yang sudah usang,Daniel menatap foto itu dengan serius.dalam hati bertanya-tanya,siapa kah pria yang duduk di sebelah kekasih nya di dalam poto tersebut.dua insan yang masih memakai seragam putih abu-abu yang berada di sebuah taman,poto yang mesra,mereka berpelukan.
Wajah pria itu tidak terlihat,karna ada bekas bakar di ujung nya.
"Baiklah,nanti aku akan kesana!"
Suara Dania yang datang membuat Daniel terkejut,dan memasukan Poto itu ke tempat asal nya.
"Daniel,apa yang kau lakukan di ruangan ku!"
tanya Dania dengan heran dan mendekati nya.
"Ekhem....aku...aku cuman mau bilang,teman ku yang dari LA hari ini akan datang kesini.aku mau kamu menyiapkan semua keperluan nya selama dia ada disini,mulai dari penginapan dan keperluan lain nya"
__ADS_1
"Baiklah,akan aku urus semua nya"
"Kali begitu aku pergi dulu"di pertengahan Daniel menghentikan langkah nya,dia mengalihkan sedikit kepala nya untuk melihat Dania .Wajah Daniel terlihat lesu,juga gelisah.efek menemukan poto tadi membuat diri nya tak tenang.dia harus cari tau siapa pria yang ada di dalam Poto tersebut,dia takut Dania sudah mengenal laki-laki lain sebelum diri nya,yang paling ia takut kan adalah jika pria itu pernah singgah di hati kekasih nya yaitu cinta pertama.
*Siapa kah pria yang ada di dalam Poto itu,apa Dania mengenal pria lain selain aku?
Apa aku harus tanya!
Tidak,ini bukan saat nya untuk bertanya.Daniel pun pergi*
\*\*\*\*\*\*\*
"Pa,apa aku boleh masuk?"
"Daniel,kenapa harus bertanya dulu,masiluk lah"
"Kamu adalah Wakil Ditrektur,dan juga anak papa,jadi kamu tidak perlu minta ijin bertemu dengan papa"
"Daniel hanya takut menganggu di saat papa sedang bekerja,itu saja"
"Kamu nggak pernah menganggu papa kok nak,Bahkan papa senang bisa meluangkan waktu bersama kamu"
"Dimana Dania,kenapa dia tidak datang kesini"
__ADS_1
"Dia menyiapkan keperluan teman ku yang akan datang nanti pa"
"Dia datang hari ini?"
"Ia,aku sudah mengundang nya ke acara pertunangan ku besok malam"
"Nanti,ajak dia main kerumah untuk di kenalkan kepada keluarga kita,papa juga belum tau siapa nama nya"kalo nama Ntahan memang belum tau,kalo sipat, pekerjaan berasal dari keluarga mana dia sudah tau,karna Daniel sering menceritakan teman masa kuliah nya bersama orang tua nya pas dia masih di London dulu.
"Ia pa"
"Kamu kenapa lesu gitu,apa ada masalah?"saut Ntahan melihat dari wajah anak nya tampak ada beban yang sedang di pukul.
"Nggak papa kok pa,Daniel baik-baik saja,kalo pun ada masalah mungkin masalah kantoran"Daniel tersenyum menyembunyikan rasa khawatirnya.
"Jika ada,kamu nggak perlu sungkan untuk menceritakan masalahmu ke papa, karna papa akan membantu kamu apa pun cara nya"ucapan Nathan membuat Daniel tersenyum masam di bibir nya.dia tau,papa nya tidak akan bisa mendengar masalah yang dia hadapi sekarang ini.
"Tetap semangat terus yah,papa akan slalu mendukung mu"
"Ia pa"
Daniel begitu bangga memiliki papa seperti Nathan.papa orang nya slalu tau apa yang di rasakan oleh nya.dan papa nya juga tau kalo dia sedang berada dalam masalah.
Nathan juga tau setiap Daniel menemui nya pasti anak nya sedang berada dalam masalah yang membuat dia bingung.tspi Nathan tidak ingin memaksa anak nya menceritakan masalah nya.memberi nasehat dan dukungan sudah cukup bagi seorang ayah untuk anak nya.tidak perlu terlalu mencampuri urusan anak anak nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan jejak like nya