Daniel & Dania

Daniel & Dania
Renggang nya hubungan mereka


__ADS_3

Dania membanting pintu ruangan Daniel dengan keras karna amarah nya.dia juga menghapus bekas ciuman tadi di bibir nya.dia tidak terima karna ciuman pertama nya di ambil yang ia jaga selama ini untuk orang di cintai nya kelak dan sekarang telah di nodai sahabat nya yang merupakan atasan nya sendiri.Daniel telah melakukan kesalahan.dia bertingkah bodoh dengan berani mencium nya.


Dania sangat kecewa dan melalui pintu ruangan nya.


"Kenapa Daniel bersikap seperti itu? apa yang dia lakukan.kenapa dia berani sekali mencium ku di bibir kalo di pipi,dahi tidak masalah bagi ku tapi kenapa? kenapa bibir ku yang jadi sasaran nya"


**********************************


Pukul 15,40 wib di Basement kantor


Dania keluar dari lif menuju parkiran mengambil kunci mobil di dalam tas sambil berjalan.


Tiba-tiba ada mobil yang berhenti mendadak di depan nya membuat Dania terkejut menjatuhkan kunci dari tangan nya memungut kunci itu kembali.


Mobil Sport hitam milik Daniel.pria itu keluar menghampiri Dania yang berdiri di tempat.menatap pria itu dengan jenggah.


Dania memundurkan langkah nya saat Daniel mendekat dan mencengkram pergelangan tangan nya membuat Dania marah.


"Ayo,kamu pulang bersama ku"


"Tidak mau!!! jerit Dania melepaskan tangan Daniel dari tangan nya


"Jangan berani berani nya kamu menyentuh ku,aku tidak suka! aku bisa pulang sendiri dan aku tidak mau pulang bersama mu"


"Tunggu dulu...!!"Daniel kembali mencengkram lengan wanita itu


"Lepaskan aku Daniel,apa yang kau lakukan"


"Aku tidak akan melepaskan ku sebelum kamu ikut bersama ku"


"Aku tidak mau Daniel...jangan memaksa aku tidak mau pulang bersama mu,mulai sekarang kamu jauhi aku jangan lagi kamu dekat-dekat atau peduli pada ku.


Setelah apa yang kau lakukan pada ku tadi,aku semakin ingin menjauhi mu.kau berani menyentuh ku Tampa ijin dari ku.sahabat macam apa kau ini berprilaku buruk pada sahabat nya sendiri,aku memaafkan mu karna kau adalah atasan ku aku hargai itu.mulai sekarang kita harus jaga jarak.bersikap layak nya sekretaris dan atasan pada umum nya tidak lebih dari pada itu,kau mengerti"


"Dania dengar kan dulu penjelasan ku kenapa aku melakukan nya karna aku..."


"Cukup Daniel aku tidak ingin mendengar apapun dari kamu lagi.karna aku terlanjur kecewa sama kamu"Dania melepaskan tangan nya dari Daniel dan pergi melajukan mobil nya.


"Aaaggrrhhh...."Daniel sangat kesal dan mengacaukan rambut nya


"Aku tidak akan menyerah begitu saja Dania,aku akan mendapatkan mu"


************************


"Anak mama sudah pulang.ayo sini duduk dulu sama Mama"Seru Zhelia pada putra nya


Dengan patuh Daniel menuruti serta memeluk ibu nya dengan perasaan yang hancur di tolak Dania


Zhelia tau ada yang tidak beres dengan anak nya.seperti nya ada masalah yang di sembunyikan di lihat dari mata anak nya itu tampak kurang semangat.


"Eh... kok kamu kurang semangat gitu ada apa? cerita sama mama,mungkin saja mama bisa bantu"


"Mah....."panggilan nya seperti orang patah hati


"Ia ada apa nak"


"Mah,ini teh nya"Dania datang dengan membawa teh karna tadi Zhelua menyuruh nya

__ADS_1


"Dania duduk dulu disini"perintah Zhelua


"Baik mah"


"Lihat deh seperti nya Daniel lagi sedih mama tidak tau kenapa pasti saat ini dia sedang patah hati"ujar Dania mengelus pipi anak nya dengan lembut.


Tatapan mereka bertemu Dania tau arah pembicaraan Zhelia Daniel sedih dan patah hati karna tadi dia sudah menampar Daniel tapi bukan hanya Daniel saja,dia juga. sedih. karna dia lah korban nya.akibat perbuatan Daniel tadi dia sangat kecewa.


"Katakan Daniel.apa yg terjadi sama kamu"-


"Mah aku"


"Nyonya,tuan memangil anda di ruang kerja nya"seru pelayan memotong ucapan Daniel.


"Ya sudah nanti saya akan kesana!


Nak,mama mau menemui papa kamu dulu yah"


Daniel hanya mengangguk-angguk kan kepala nya.


Setelah kepergian Zhelia suasana terasa hening mereka saling melempar pandangan


"Dania aku inggin...."


Sebelum kalimat itu selesai Dania sudah dulu pergi meninggalkan Daniel di tempat duduk nya,Daniel sangat marah dan kesal dengan sikap Dania yang tidak memberi waktu luang untuk bicara.


********************************


Hari yang cerah di pusat perbelanjaan yang ramai oleh pengunjung Dania dan Relia bergandeng tangan melirik lirik tokoh yang mereka jumpai dengan canda tawa.


Sedangkan pria yang di belakang mereka selalu setia mengikuti kemana langkah para wanita itu pergi.rasa pegal di kaki ia hgirau kan demi mengikuti sang pujaan hati dengan semangat.Daniel rela melakukan apapun agar bisa bersama Dania.


Hari libur**


"Kalian mau kemana"tanya Daniel melihat dua perempuan yang sudah terlihat rapi dan cantik.


"Aku sama kak Dania akan jalan-jalan ke moll.kenapa,tumben nanya"


"Kakak ikut yah bosan diruma terus"


"Tidak,kau tidak boleh ikut"jawab Dania cepat


"Kenapa aku tidak boleh ikut"menatap dengan tajam.


"Kar_karna ini adalah waktu kami para perempuan jad_jadi kamu tidak boleh ikut"ucapan nya terbata setelah mendapat tatapan maut dari Daniel


"Ia...kak Dania bener kakak kan cowok jadi tidak boleh ikut karna kami sama-sama cewek dan kami akan menghabiskan waktu bersama Tampa ada orang lain.kalo kakak ingin pergi,pergi saja sama teman cowok kakak"


"Ayolah dek....kakak ikut yah,kakak akan menteraktir kan semua yang kamu mau"


Dania terkejut.Danirl melakukan rencana licik buat mengelabui Relia agar keinginan nya untuk ikut di kabulkan.Dania berharap Relia tidak akan setuju.


"Benar apa yang kakak katakan? kakak akan membeli semua yang aku mau? kakak tidak bohong"seru Relia sangat senang.walaupun dia ank nya terkenal cuek jutek dan pendiam kalo soal geratisan dia paling depan.


"Kapan kakak pernah bohong sama kamu"


"Baiklah kakak boleh ikut kami"

__ADS_1


"Tunggu dulu yah,kakak mau ganti pakaian dulu"


Flash 🔛


"Kak,lihat deh cocok nggak dengan ku"memperlihat kan kaos panjang pada Dania untuk mengkoreksi cocok nggak saat dia memakai nya.


"Bagus,ambil saja"


Setelah mengambil beberapa step pakaian mereka menuju kasir untuk membayar.


"Ini Mbak saya mau bayar"menyerah kan ATM nya.


"Maaf mbak,semua nya sudah di bayar atas nama pak Daniel"seru kasir itu dengan sopan


"Tapi....."


"Udah lah kak,hari ini kan kak Daniel yang menteraktir kita sepuas nya itu janji nya karna dia pengin ikut bersama kita"sela Relia yang datang membawa beberapa pskain lagi.


Dania kembali memasuki Atm nya ke dalam tas nya.udah tiga kali mereka belanja satu pun tidak ada kartu nya yang di gesek untuk pembayaran.karna Daniel lebih dulu membayar nya.


"Sudah selesai? "tanya Daniel melihat dua perempuan itu keluar dari toko.


"Sudah kak"


"Sekarang kalian mau kemana lagi"


"Kita makan dulu yuk,udah siang nih lapar bangat nih"


"Ok kita akan kebawah cari makan,dini barang kalian biar kakak aja yang bawa"


Dania menarik Relia dengan cepat karna dia tidak ingin berada di dekat Daniel.


Daniel mengikuti langkah mereka dengan senyum yang terlukis di bibir nya.


"Kakak.....jalan pelan-pelan dong,aku memang lapar tapi tidak perlu juga jalan tergesa seperti ini,jalan nya santai saja"keluh Relia dengan tingkah kakak perempuan nya berjalan dengan cepat.


"Kamu kenapa sih ajak Daniel ikut,kita kan nggak bebas jadi nya"


"Nggak bebes Gimana maksud kakak,kita bebas kok,bebas membeli apapun yang kita mau jarang-jarang loh dapat Reski seperti ini"


"Kakak juga bisa teraktir sepuas kamu"


"Ya udah aku minta maaf,sekarang kakak simpan aja uang kakak untuk neraktir aku lain kali.kalo hari ini biarlah kak Daniel yang mengeluarkan goceng nya untuk kita"


Kalo dapet Riski di teraktir Daniel,biar lah aku tidak mau.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2