
"Kak... Kakak mau bawa Hana kemana?" rengek gadis itu ketika Arga terus menyeret dan membawanya entah kemana. Hingga mereka memasuki sebuah ruangan yang merupakan ruangan pribadi arga disana sebagai bos mereka.
Hana duduk sembari terus memperhatikan ruangan itu keseluruhan, besar, tapi terasa menakutkan baginya. Apalagi mereka hanya berdua disana tanpa orang ketiga. Yang terbesit dikepala Hana hanya lah untuk apa arga membawanya.
"Kak?" panggil Hana yang masih duduk ditempatnya. Sementara Arga justru berdiri dengan begitu tenang menyulut rokoknya disana, Ia hirup dalam-dalam lalu melambungkan asapnya keudara.
Mereka terus diam seperti itu hingga beberapa lama, tak ada juga yang berani melerai atau sekedar masuk kedalam menemani mereka. Bahkan Zacky, hanya bisa berdiri didepan pintu dan sesekali mengintip keduanya. Ia tak tega melihat hana disana, seperti pencuri yang tengah diadili.
"Kenapa begini, Ga?" lirihnya disana. Ia tahu bagaimana akrabnya mereka kala itu, ketika Arga mengasuhnya dengan senyuman dan sering mengajak Hana bermain. Hana masih Lima belas tahun mungkin.
"Kak, Hana sudah minta maaf. Kalau kakak mau, Hana akan ganti semuanya tapi dengan cara mencicil. Hana cari kerja dulu setelah ini,"
"Kau tahu apa yang kau rusak? Tv, speaker, dan beberapa benda lain ikut kau hancurkan. Berapa tahun kau akan mencicil semuanya?" Sikapnya begitu dingin, sungguh amat berbeda sejak terakhir mereka bertemu.
Hana baru akan menjawabnya lagi, hingga kemudian Hpnya berdering. Ia meraih hp itu ditas kecil yang Ia pakai, lalu melirik nama yang memanggilnya.
"Kak Sofi?" lirih hana, dan seketika itu arga memutar badan dan menoleh padanya. Hana ragu mengangkatnya, apalagi melihat tatapan yang diberikan arga dan ucapan Arga mengenai Hans dan sofi sebelumnya.
__ADS_1
"Angkat," titah Arga dan Hana langsung mengangguk.
Dengan tangan bergetar, Hana menjawab panggilan itu dan meloundspeaker suaranya agar Arga ikut mendengarnya. Hana menormalkan suaranya terlebih dahulu, karena biasanya sofi amat peka dengan dirinya, apalagi selama ini mereka memang selalu bersama dalam berbagai suasana.
"Hallo, Sayang?" panggil Sofi pada adik iparnya itu.
Arga tampak spontan memejamkan mata, tubuhnya bagai terhuyung dan akan jatuh ketika mendengar suara sofi untuk pertama kali setelahh sekian tahun lamanya. Hana menatapnya tapi arga mengacungkan telapak tangan mencegahnya.
"Ya Kak, ada apa?" tanya Hana.
"Kamu masih diclub, sayang? Kenapa belum pulang? Inget jam loh. Kak Sofi ngga enak sama Kak hans nanti, kalau kamu kemalaman." ucap lembut sofi pada adik ipar kesayangannya itu. Arga duduk dan memegangi dahinya, tak dipungkiri rasa rindu itu masih ada pada mantan pacarnya.
Obrolan mereka tak begitu panjang, karena hana beralasan segera pulang setelah ini padanya. Tak lupa Ia mengucapkan segala rasa rindunya kembali pada mereka yang ada disana.
"Kak, sudah." lapor Hana padanya. Ia juga mempertanyakan lagi apa yang akan dilakukan Arga padanya setelah ini. Hana benar-benar yakin jika arga orang baik, karena hana tahu arga memang baik selama ini. Ia tak akan menghukum hana melampaui batas bahkan hingga harus merusaknya.
Fikiran hana memang melayang kemana-mana. Apalagi dengan suasana yang ada dengan segala perubahan yang Arga perlihatkan didepan mata. Orang yang sama dengan sifat yang berbeda, hingga Hana bertanya-tanya apa yang merubah arga hingga seperti ini.
__ADS_1
"Apa Kaka hans? Kak arga terlihat amat membenci kak hans dan Kak sofi. Apa yang terjadi pada mereka berdua?" tanya Hana dalam hati.
"Kau ingin mengganti semuanya?"
"Iya, Kak. Hana akan ganti semuanya, bagaimanapun caranya. Hana akan kerja, dan cicil semuanya. Hana akan kerja mati-matian untuk mempertanggung jawabkan semua ini," jawab Hana dengan yakin.
"Kau ikut aku pulang,"
"Hah? Pu-pulang? Buat apa?" tanya Hana dengan lantang. Mau dijadikan pembantu, tukang kebun, atau pelayan pribadi oleh arga? Yang jelas, Ia tak akan bisa melakukan semua pekerjaan itu, apalagi selama ini ia selalu dimanja oleh Sofi. Bahkan ketika ngekost, Sofi membayarkan sewa untuk salah satu teman Hana agar bisa membantu Hana untuk makanan dan bersih-bersih, hingga hana tak perlu melakukan semua hal melelahkan itu dan fokus pada kuliahnya.
Arga meminta Hana untuk terus mengikutinya dari belakang, Zacky juga menjaganya disana agar tak kabur. Sementara Hana masih amat bingung Arga mau apakan dirinya saat ini. Ia bahkan ikut takut dengan Zacky, karena penampilannya nyarise seperti Arga yang mengerikan baginya.
Tiba di basement, Zacky segera mendahului untuk membukakan mobil untuk keduanya di kursi belakang. Ia menjadis supir di deoan dan berharap itu akan memberi mereka kesempatan untuk bicara. Zacky amat ebrharap Arga tak melakukan obesinya membalas dendam menggunakan Hana. Pasalnya Zacky tahu, jika Hana bahkan tak tahu apapun dengan semua konflik yang ada.
Tapi tak seperti yang Zacky inginkan, Arga dan Hana masih tetap diam disana tanpa suara. Hanya sesekali Hana masih terisak dengan sisa tangisnya barusan.
"Berhenti Hana!" bentar Arga yang akhirnya mengeluarkan suara. Tapi justru membuat Hana menangis semakin keras dibuatnya.
__ADS_1
Beberapa kali Arga memintanya kembali diam, tapi Hana tak mengindahkan semua itu . Hanya tangisan yang bisa mengekspresikan semua tangisannya saat ini, hingga Arga sendiri merasa lelah dibuatnya.
"Diam atau aku akan membungkam mulutmu!" ancam Arga padanya. Saat itu HAna sudah berusaha sekuat tenaga, tapi tak bisa seketika diam seperti yang arga mau darinya. Ia masih sesegukkan, bahkan cegukan. Itu jelas amat sangant mengganggu Arga saat ini.