Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 16


__ADS_3

Mereka bahagia diatas kebingungan hana. Tapi, ia lega karena arga melindunginya saat ini. Setelahnya arga menggandeng tangan hana, membawanya menunduk memberi hormat pada mereka yang hadir disana.


Hana tak mengenalnya, mereka cukup banyak dan sangat menghormati arga. Bahkan hana tahu jika arga bangkrut setelah dipenjara, persis seperti zacky yang masih bingung pada sahabatnya itu.


Acara demi acara usai. Toh ada acara lain setelah itu, bahkan pesta mewah seperti yang hana inginkan selama ini. Hana membalik badan dan segera pergi dari keramaian yang ada, tapi Arga mencekal lengannya.


"Apa? Hana capek,"


"Kau kembali ke kamarmu,"


"Ya, tahu..." balasnya ketus. Ia melepas tangan arga lalu naik sendiri kekamarnya, ia tak perduli pada arga dan tamunya disana.


Para maid kembali menyambutnya. Mereka membantu melepas gaun yang hana pakai, setelah itu hana mengusir mereka dari kamarnya. Ia bisa membereskan dirinya sendiri.


Hanya kemudian mencari hpnya. Terakhir ia taruh diranjang, namun rupanya ranjang sudah berubah warna seprainya. Ia terus mencari ke nakas hingga ke lemari, namun benda pipih itu tak kunjung ia temukan keberadaannya.


"Biasanya kak Sofi nelpon jam segini," gumamnya dengan segala cemas yang ada.


Hana terus dan terus mencarinya, hingga ke tempat paling kecil disana.


"Kau cari ini?" tanya Arga yang mendadak muncul dan berdiri dipintu kamarnya saat itu.


Hana menoleh dan langsung menghampirinya. Berusaha merebut hp itu dari arga sekuat tenaga, namun arga begitu tinggi darinya hingga ia meloncat-loncat ketika arga menaikkan tangannya.

__ADS_1


"Kak arga, Hpnya. Nanti kak sofi panggil, emang kak arga mau jawab? Engga kan?"


"Dan jika tak ku jawab, maka ia akan apa? Khawatir?"


"Ya jelas lah. Hana kan adik kesayangannya,"


"Ya, memang itu yang ku inginkan...." tatap arga dengan senyum diujung bibirnya.


Tapi hana tak menyerah. Setidaknya ia ingin memberi kabar untuk sofi hari ini agar ia tak cemas. Minimal sehari sekali agar sofi tahu jika ia baik-baik saja.


Hana terus meloncat pada arga, bahkan ia nyaris memanjat tubuhnya seperti ia memanjat pohon jambu kesukaannya. Tapi arga santai dan berdiri menyender tembok terus mengerjai hana disana.  Hingga jalan terakhir hana pakai padanya.


Cuppp! Sebuah kecupan nendarat di bibir arga.


Tubuh pria itu seketika membeku. Tatapannya kosong, dan kekuatannya melemah hingga kesempatan itu dipergunakan hana untuk melompat dan meraih hpnya.


"Kan, telepon kan. Pasti cemas deh," lirih Hana melihatnya. Ia kemudian menekan nomor sang kakak ipar dan segera mengubunginya kembali, Arga yang tahu lantas segera menghampiri untuk mencegahnya terjadi.


"Sudah ku bilang, Kau tak boleh_..."


"Iiih... Apaan sih, sekali aja. Cuma sama Kak sofi, bukan sama Kak Hans!"


"Sudah ku bilang jangan sebut nama itu didepanku! Berikan Hpnya!" Arga mengulurkan tangan berusaha merebut, tapi Hana beringsut dari ranjang dan berlari ke sisi lainnya untuk menghindar. 

__ADS_1


"Hana! Berikan Hp itu atau kau ku hukum?" ancam Arga, tapi Hana justru menjulurkan lidah padanya. Jujur saja ia senang dengan arga yang seperti ini, Ia rindu dengan masa dulu mereka sering bermain dan Arga ikut mengasuh bersama kakaknya.


"Kau sama sekali tak takut padaku?"


"Ngga takut, emang Kakak siapa?" Karena memang Arga belum menceritakan siapa dia sebenarnya saat ini pada Hana. Yang hana tahu, Arga yang memiliki club malam itu tapi Hana ta tahu sisi lain club dan yang lainnya. Padahal, begitu banyak pasukan dan anak buah arga disana, tapi sama sekali tak memunculkan pertanyaan dibenak hana akan siapa mereka.


Hana terus memutari ranjang itu. Ia kesana kemari menghindari Arga yang terus mengejarnya, wajahnya memang tak memiliki rasa takut sama sekali pada Arga, padahal semua yang disana amat takut padanya. Mereka terus seperti itu hingga beberapa lama, hingga arga mendapat celah untuk menangkapnya. 


Arga berbali ketika Hana merasa arga dibelakangnya. Dan ketika Hana berlari, Pria itu ada didepannya saat ini. Hana tersentaj kaget, mengerem kakinya sendiri saja sudah tak mampu saat ini. Ia kehilangan keseimbangan, hingga menabrak tubuh arga hingga mereka jatuh bersama diatas ranjang yang ada.


Bruuuughhh!!! Hana saat ini tepat diatas tubuh Arga. Arga dengan segala keusilannya langsung berpindah posisi dan Hana ada dibawah tubuhnya saat ini. Satu tangan Arga menahan kedua tangan hana diatas kepala dengan kuat hingga tak dapat melakukan apa-apa, dan Ia segera meraih hp itu kembali ditangannya.


"Kak, jangan!" pekik Hana, tapi Arga jsutru membuang hp itu dengan kuat ke lantai hingga isinya berceceran dan amat berantakan.


"Tidaaaak!!!! Kakak jahat!" Hana berteriak kembali sejadi-jadinya, tapi Arga hanya menyeringai menatapnya.


"Kau tahu arti jahat? Maka akan ku tunjukkan seberapa jahat aku padamu hingga kau takut padaku,"


Tatapan tajam Arga berikan, kemudian mata itu menyusuri tubuh indah yang tengah ia kungkung saat ini. Hanya hanya mengenakan baju tidur tipis saat itu, amat mudah jika arga langsung merobeknya. Namun, bukan itu tujuan arga sekarang.


Napas Hana naik turun, keringat mulai mengucur dari dahinya dengan mata penuh ketakutan. 


"Kau takut?" tanya Arga padanya, tapi Hana hanya meggelengkan kepala.

__ADS_1


Arga menunduk, Ia mendekatkan wajah pada hana dan satu tangan membelai wajahnya yang manis. Semakin lama semakin dekat hingga terkikis lah jarak antara keduaya. Hana hanya memejamkan mata, sesekali menghindar tapi Arga mengembalikan posisi wajahnya.


"Kak arga mau apa?" tanya Hana da;am hati.


__ADS_2