Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 51


__ADS_3

 ““Selamat pagi, Tuan.” Sambut semua anak buah padanya.


“Pagi… Ina, kau baru pulang?” tanya arga padanya.


“Eh, Tuan. Iya, saya baru pulang dan baru saja sampai. Tuan baik?” sapa ina basa basi padanya. Arga hanya menganggukkan kepala, lalu masuk kedalam ruanganya meski hanya menaruh beberapa barang disana.


Siang ini ada sebuah transaksi dan arga sendiri yang harus mengantarnya. Mereka akan kesebuah dermaga dan mengirim barang dari sana, yang bahkan uangnya sudah mereka kirim dari jauh-jauh hari. Mereka sangat professional, gerak geriknya amat sangat susah


“Ga, aku mau keluar sebentar.”


“Menghampiri ina?”


“Hah?” kaget Zacky yang tahu ia akan kemana.


“Kau suka yang mana, Ina atau Mia? Ingat, jangan mempermainkan keduanya.” Tegas arga padanya. Zacky hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu tersenyum undur diri dari arga.


Arga kemudian berjalan menuju ruangan yang ada dibawah Lorong clubnya. IA berjalan sendirian menghampiri para anak buah yang ada disana, yang saat ini pasti tengah mempersiapkan pengiriman senjata didalam peti yang ada.

__ADS_1


“Tuan?’ sapa mereka sembari menundukkan kepala.


“Siap?”


“Siap, Tuan. Semua sudah bisa dikirim seusai alamat yang telah ditentukan lewat dermaga dan kapal yang ada.


“Baik, persiapkan semua hingga waktu keberangkatan tiba.” Titah Arga pada mereka semua. Ia kemudian berjalan dan mengecek yang lain, semua yang ada disana dan beberapa orang pengawal mengikutinya.


“Di rumah sakit, beberapa anak buah yang menyamar sudah saya kirimkan,” lapornya. Mereka tak tanggung-tanggung, bahkan memiliki beberapa anggota dengan diklat perawat dan beberapa justru bisa diterima dengan jabatan yang cukup tinggi disana hingga mempermudah pelacakan mereka.


“Semua pendonor, pasti memiliki identitas. Cari identitas itu bagaimanapun caranya,”


Jalan penjualan itu memang dengan dua cara. Satu cara lain adalah dengan cara mengelabuhi beberapa pasien untuk mendonorkan organ mereka, meski itu saja tak sesuai rencana yang ada. Dan satu lagi dengan penculikan paksa, seperti mengurung mereka dirumah tua itu lalu mereka eksekusi sendiri secara kejam.


Jalan pertama membawa Hans disegani oleh banyak orang, bahkan ia sering kali menjadi tau kehormatan dibanyak seminar karena telah mebantu banyak pasien yang membutuhkan donor organ dalam. Jika mereka tahu, entah bagaimana perasaan mereka mandapat semua secara illegal dengan cara mengorbankan nyawa orang lain dan menipunya. Yang awalnya jantung akan di donor pada pasien, namun rupanya organ lain juga mereka ambil unutk dijual. Yang pasti, mereka tak akan pernah mau rugi dengan semua bisnis yang mereka jalani.


Tak hanya arga, saat ini zacky juga tengah membahas hal yang sama dengan ina yang baru pulang usai melayani hans ditempatnya. Hans sudah begitu tergila-gila padanya, hingga tanpa ragu menceritakan semua bisnis itu dengannya.

__ADS_1


“GI LA!!” geram zacky ketika mendapati semua bukti yang ina dapatkan untuknya. Bahkan Ian menunjukkan foto mereka yang disekap disana, dengan seorang gadis yang berusaha untuk lepas dengan bantuannya.


“Apakah bisa?”


“Entah… Yang aku tahu, penjagaan disana tak terlalu ketat sebenarnya. Hanya mereka semua dikurung bagai dipenjara, menunggu inti mereka diambil paksa.”


“Kau melihatnya?” Dan ina menggeleng dengan pertanyaan itu. Ia hanay fokus untuk pekerjaan dan belum sempat keluyuran kemana-mana, tapi untungnya zacky mengerti dengan suahnya ina.


Zacky kemudian menggandeng Wanita itu, membawanya pada arga dan menunjukkan semua yang mereka punya. Dapat dibayangkan, betapa geram arga saat itu dengan apa yang mereka temukan dibelakangnya.


“Maaf, kami melangkah diam-diam. Bahwa Hans pernah kemari untuk mencari hana beberapa waktu lalu.” Sesal zacky, tapi menyakinkan jika itu dia lukan demi kebaikan mereka semua.


“Benar kata ayah, jika hana dan sofi hanya korban mereka. Manusia seperti apa kau, Hans?!” geram arga, yang bahkan memecahkan sebuah gelas kaca dengan genggaman tangannya.


Semua yang kaget disana langsung mencarikan obat, dan segera mengobati luka itu bagaimanapun caranya. Mereka sangat cemas ketika arga terluka, tapi arga tak mau dipanggilkan dokter hingga akhirnyazacky yang harus turun tangan dalam hal ini.


“Setidaknya kau tahu, Ga. Hana dan sofi_...”

__ADS_1


“Diamlah, Zack…” tegurnya, hingga Zack dia seketika tak menyambung bicaranya.


__ADS_2