
Arga baru tiba di mansion mewahnya. Ia langsung disambut hangat oleh sang istri dengan gaun pantainya yang indah, tipis, dan hanya dengan lengan segaris di kanan dan krinya. Sangking tipis gaun itu, rasanya akan robek hanya dengan sekali tarikan dari tangan besar arga padanya.
"Suami aku, sudah pulang..." sambut Hana dan langsung menggenggandeng lengan suaminya.
"Kau mau kemana?" tanya Arga padanya.
"Kan, katanya mau bulan madu. Hana tanya sama Kaka Zacky, katanya mau ke hotel yang ada dipinggir pantai. Makanya Hana pakai gaun pantai, cantik kan?" tanya Hana memutar tubuhnya.
"Ini gaun pantai? Kau mau memakai gaun transparan seperti ini ketempat ramai seperti itu? Hey!!"
"Lah, kenapa? Kan Hana masih pakai gaun. Kecuali kalau Hana hanya pakai bikini disana,"
"Tapi pakaian ini saja sudah memperlihatkan bagian dalam tubuhmu! Ganti!" titah arga pada istrinya.
Hana menolak. Ia bahkan menjauh dari arga dengan mengerucutkan bibirnya kekeuh tak mau mengganti gaun indahnya itu. Ia bahkan terus menghindar ketika Arga mendekatinya, "Ngga mau ganti! Hana udah cantik ini."
"Cantik apanya? Itu bukan cantik namanya. Lepas hana,"
__ADS_1
"Kakak mau Hana lepas gaun disini? Biar Kak Zacky sama semuanya lihat tubuh Hana?" tantangnya. Dan saat itu memang pada maid tengah merapikan mansion, dan beberapa penjaga pria stay disana usai dengan makan siang dan bersantai menghisap cerutunya.
Arga lansgung melirik, lalu mereka pergi seketika dari tempatnya.
"Jadi bener, Kakak mau Hana buka baju disini? Jahat!!" sergahnya. "Kalau tahu begini, Hana mending ngga pakai baju daritadi!"
"Hana!!" bentak Arga padanya. Hana mengatupkan bibirnya, tangisnya seolah sudah akan meledak memenuhi ruangan besar itu dengan seluruh isinya. Namun, Arga langsung meraih pinggul sang istri dan membopongnya naik kekamar meski Hana terus bertriak meminta diturunkan.
"Tolooonng!! Tolong!!" teriak Hana, namun mereka semua menutup telinga mendengarnya.
"Mereka jahat!!" geram Hana. Kini keduanya telah tiba dikamar, dan Arga langsung menurunkan tubuh itu diranjangnya. Ia menuju lemari dan memilih beberapa pakaian yang lebih pantas untuk istrinya. Perhatian sebenarnya, tapi caranya yang salah dan terlalu kasar untuk Hana.
"Ganti," ucap datar Arga padanya.
"Ngga mau, ini cantik." tolak Hana.
"Ganti, atau ku robek gaun itu?" ancam Arga padanya. Tapi Hana tak takut, Ia justru tersenyum mendengarnya dan mendekat pada arga memberikan tubunya.
__ADS_1
Arga menatapnya dengan tajam, geram karena Hana sama sekali tak pernah takut akan gertakannya. Padahal semua anak buahnya begitu takut hanya dengan satu jentikan jari dan tatapan tajam arga pada mereka semua.
"Kenapa mendekat"
"Katanya Kakak mau robek gaun Hana?"
"Kau tak malu padaku?" Hana menggeleng mendengar pertanyaan itu Lagipula mereka suami istri, dan Hana juga menyukainya sejak lama. Apalagi jika itu cara Hana membuat Arga luluh padanya.
Arga tak terima diperlakukan seperti itu. Ia mengepalkan tangan dan kemudian benar-benar menarik gaun yang Hana pakai hingga robek, memperlihatkan semua yang Hana pakai didalam sana dengan pakaian dalam minimnya.
Gleeek!! Arga hanya bisa menelan sliva dengan segala pemandangan yang ada didepan mata.
Hana sebenarnya kaget dan menutup mata, namun Ia berusaha tak menutup tubuhnya. Ia ingin Arga terus melihat hingga kemudian menyentuh tubuh itu untuk pertama kalinya.
"Kau sudah terbiasa menggoda banyak pria? Sepertinya kau sudah tak canggung dengan semuanya." tatap sinis arga, sembari mengusapkan punggung tangan diwajah Hana. Bahkan, tangan itu perlahan turun terus hingga ke dada dan berhenti tepat dibagian celah antara keduanya. Tubuh arga seakan membatu, menatap segala keindahan yang ada didepan matanya.
Semua seakan sudah tampak amat sempurna meski belum terbuka seutuhnya.
__ADS_1