
Arga masih lemah sebagai mafia yang baru berkecimpung di duniana, Ia terduduk lemah tak menyangka dengan semua bisnis hitam HAns dibelakangnya selama ini bahkan hingga menghabisi nyawa orang yang selama ini mereka hormati.
"Seperti itulah dunia kita saat ini, Tuan. Anda harus mulai terbiasa dengan semuaya," tutur Sam pada sang tuan saat itu.
"Mengenai pria itu?" tanya Arga, mencari tahu tentang musuh bebuyutan ayahnya yang secara tak langsung itu juga adalah musuhnya saat ini.
Sam membuka lembar demi lembar foto itu kembali, disana ada foto seorang pria yang masih cukup muda meski lebih tua dari dirinya sendiri. Tapi pria itu lebih muda dari ayah Dirga, "Namanya Lamford gaharu. Dia adalah seorang Dokter bedah, bahkan Ia sendri sempat dekat dengan Tuan Dirga. Namun, karena mereka tak sejalan, mereka kini hidup masing-masing." jawab Sam padanya.
Pria itu juga memiliki club, Ia bahkan sering mengeksekusi korbannya sendiri diruang rahasia di dalam club itu. Jasadnya yang tak berguna kemudian dibakar untuk menghilangkan jejak. Bahkan yang terburuk adalah, pria itu kadang memakai gadis calon korban untuk malam indah mereka hingga kemudian ia habisi setelahnya.
__ADS_1
"Bagaimana Hans bisa bertemu dengan manusia mengerikan macam dia?" lirih arga. Ia sedikit ngeri jika nantinya arga dan keluarga mereka yang akan menjadi korban berikutnya. Karena menurut semua yang ia dengar, Ford adalah pria tanpa ampun yang bisa mengorbankan siapa saja jika tak sesuai keinginannya.
Sam juga menjelaskan, mereka sudah mengirim beberapa mata-mata di Rumah sakit mereka. Semua mata-maat itu akan segera melapor jika menemukan sebuah kejanggalan yang ada di Rumah sakit, atau bahkan ketika mereka menemukan kembali calon korban yang akan diambil organnya.
"Kita sudah berusaha menyelamatkan mereka. Bahkan satu tahun ini, kamu sudah menyelamatkan Sepuluh orang yang nyaris menjadi korban kala itu." ujar Sam dengan segala laporannya.
Arga hanya mengagguk. Setelah Ia tahu, rasa bencinya terhadap Sofi seolah berubah menjadi rasa kasihan. Seakan Ia ingin menyelamatkan wanita itu dari suaminya sendiri agar tak terus menjadi tameng bisnis gelapnya.
Dan arga kembali memantapkan hati. Ia tak ingin lemah lagi hanya gara-gara Sofi yang sudah jelas tak menginginkannya lagi saat ini, hanya dendam yang masih menyala itu harus segera ia tuntaskan pada hans yang tak lain adalah mantan sahabatnya.
__ADS_1
Arga berdiri dari tempat duduknya. Ia sadar jika rupanya lawan kali ini memang bukan main-main lagi, Ia tak boleh lengah sama sekali, karena tindakkannya menikahi Hana baru untuk memancing Hans keluar tapi bukan untuk Ford.
"Aku bersyukur karena ada kalian semua disini. Bantu aku, setidaknya sampai Ford mendapat hukuman sejajar denga ayah." pinta arga pada mereka. Ia amat sadar diri jika ia adalah orang baru diantara semuanya yang ada. Ia bahkan masih lemah dengan semua dunia yang geluti saat ini, dan berjanji akan berusaha lebih keras lagi menjadi pemimpin yang baik untuk mereka semua.
Arga meminta Sam merapikan semuanya. Ia kemudian keluar untuk menemani Zacky berlatih senjata disana, Ia maju dengan pistol barunya, menembak sesuai arah manekin yag berdiri cukup jauh dari tempatnya.
"Ga, bisakan sudah? Lututku, sampai bergetar dibuatnya.
"Lanjutkan, Zack. Tanggung jawabmu untukku akan lebih besar dari rasa takutmu," jawab arga yang tampak amat fokus pada bidikannya.
__ADS_1
Satu mata arga tertutup, dan satu lagi terbuka fokus pada satu titik tujuan. Ia menari tuas, dan dalam hitunga detik kepala manekin itu tekag berlubang tepat dibaian keningnya. Zacky tak hentinya memuji, namun Ia ngeri sendiri melihat kekuatab sahabatnya itu saat ini."
"Sebenarnya, bagaimana mereka mendidikmu hingga seperti ini?" gumam Zacky dalalm hati.