Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 36


__ADS_3

Hans sudah bersiap akan pergi malam ini. Ia telah rapi dengan kemeja dan wangi didepan sang istri, yang bahkan tengah menggodanya dengan sebuah lingerie.


"Mau kemana?" tanya Sofi padanya. Hans meliriknya sejenak, memperhatikan semua dari atas hingga ke bawah tubuh indah istrinya yang tereksplore didepan mata.


Dengan usia yang memang cukup matang, Sofi memang amat pandai merawat dirinya. Toh, apalagi yang bisa ia lakukan jika tak menjaga diri untuk suami setelah Ia tak aktif lagi dirumah sakit milik Ayahnya itu.


"Aku masih harus mencari Hana. Masih belum ada petunjuk selain club itu. Apalagi dengan nama Arga sebagai pemiliknya, itu amat membayang dikepala."


"Perlukan aku ke penjara besok?" tanya Sofi. Memang sudah sejak lama Ia tak pernah mendengar kabar arga lagi lewat sahabatnya setelah pindah dari sana.


"Boleh... Kau cari tahu dia, aku cari tahu yang lain. Pekerjaanku begitu banyak, hingga rasanya kesulitan membagi waktu." tatap Hans pada istrinya.


Sofi membujuk Hans, memohon perhatian darinya malam ini. Dengan suara penuh goda, "Tapi waktu buatku mana? Kalau begini terus, kapan aku hamilnya?"


Jari jemarinya bermain di dada sang suami, terus turun berusaha memancingnya untuk tak pergi malam ini. Ia ingin Hans, yang memang sudah hampir seminggu ini tak menyentuhnya.

__ADS_1


Hans sang pejantan tangguh itu akhirnya tergoda, meraih wajah sang istri dan mendekatkan keduanya tanpa jarak. Sofi yang bahagia, langsung saja memulai permainan panas mereka malam ini.


~


"Arga masih dihotel?" tanya Sam pada zack, ketika mereka tengah menangani club berdua.


"Ya, masih ku suruh dia bulan madu."


"Rencananya?"


"Aku menjamin, jika semua rencana akan berjalan." ucap Zacky padanya.


Sam hanya menganggukkan kepala, menatap zacky dengan segala keseriusannya. Bahkan Sam meminta Zacky untuk mempertamukan Hana dengan ayah arga didalam penjara.


"Bukankah dia harus tahu?" ucap Sam.

__ADS_1


Tangan kanan dan tangan kiri Arga itu berdiskusi tentang ketua mereka. Keduanya telah berjanji akan melindungi arga dengan berbagai cara, sesuai sumpah yang ada dihati mereka.


Sam berhutang nyawa pada ayah dirga, karena Ia diselamatkan dari komplotan penjual organ itu ketika remaja. Ia diambil lalu disekolahkan, dan memiliki tahta hingga saat ini. Ia dihormati dimanapun dengan jabatan itu, hingga bahkan nyawanya saja mampu ia berikan untuk beliau.


"Aku mendapat tugas dari arga, mencari tahu tentang beberapa kasus penculikan. Dia dapat info itu dari hotel yang ia inapi saat ini," ujar Sam.


Penculikan disinyalir dilakukan oleh sekelompok penjahat itu untuk diambil dan dijual organnya. Mereka harus mencari secepatnya, karena sebelum mayat mereka ditemukan atau dimanipulasi datanya, mereka masih hidup dan dikurung disuatu tempat saat ini.


"Ku kira hanya di Rumah sakit itu," balas Zack yang semakin seram mendengarnya.


"Rumah sakit hanya memberikan beberapa, dan itu mungkin tak semua bisa mereka ambil untuk menyamarkan kejahatan. Atau juga terlalu banyak permintaan, hingga mereka harus bergerak lebih dari hanya di Rumah sakit itu."


"Kejam!" rutuk Zacky dengan apa yang ia dengar.


Semakin lama semakin mengerikan saja semua kenyataan yang ada. Mereka itu monster atau bahkan malaikat pencabut nyawa?

__ADS_1


__ADS_2