
Disebuah rumah tua, yang cukup mewah tapi dibiarkan usang dan terpencil. Sebuah penyekapan teerjadi disana, beberapa orang dikurung didalam kamar dengan jeruji besi yang mengurung mereka disana. Cukup banyak calon korban mereka, dari berbagai usia dan siap dieksekusi kapan saja.
Saat itu Hans sudah ada disana bersama rekannya. Mereka begitu profesional, duduk tanpa membahas Hana antara keduanya. Hanya bisnis dan uang yang ada dalam fikiran mereka saat ini, Hans sebagai pengendali dan Thomas yang merupakan eksekutor dari bisnis mereka berdua.
"Jantung, untuk pasien kecelakaan berusia 35tahun. Mereka siap membayar Satu milyar untuk jantung yang sehat itu." ujar Hans pada Thomas mengenai pesanan yang ada.
Mendengar itu, salah satu anak buah mereka langsung bekerja. Mereka pergi ke sebuah kamar untuk mencari jantung yang sesuai dengan keinginan peminatnya, sesuai usia dan sehar tentunya. Atau bila tak ada, dipastikan lebih muda dan akan lebih kuat dari penerimanya.
Meski dikurung, mereka diberi makan dengan teratur agar mereka tetap sehat dan bugar. Jika mereka sakit, mereka akan segera dirawat dan diobati dengan baik oleh tenaga medis yang disediakan disana. Wajar saja mereka merawat, toh mereka akan segera mengambil organnya sebentar lagi.
__ADS_1
"Hey, Kau..." tunjuk orang itu pada seorang pria yang tengah melamun didekat jendela.
"Ya, saya?" tanyanya, langsung berdiri dan menghampiri pria itu disana. Selama ini mereka tahu jika akan dijual menjadi seorang wanita malam atau gigolo diclub atau bahkan diluar negri. Sehingga setidaknya mereka akan tetap hidup, dna suatu saat akan bisa kabur untuk kembali pada keluarganya.
Pria itu lantas dibawa pergi, beberapa orang lain hanya bisa melihat kebebasannya dari kurungan sempit itu. Apalagi seorang gadis cantik yang selama ini cukup akrab dan sering mengobrol dengannya. Saat ini Ia sudah tak punya teman lagi yang bisa akrab dengannya setelah ini.
"Tuan, saya akan dibawa kemana?" Namanya Rido, Dia diculik saat tengah berlibur menikmati malam tahu baru dihotel bersama beberapa sahabatnya. Ia saat itu tengah lari sebentar untuk membuang kemih dibelakang pohon kelapa, hingga sebuah kayu mendarat ditengkuk dan seketika membuatnya pingsan. Dna tiba-tiba, Ia sudah ada dirumah tua itu bersama yang lainnya.
Mereka tak menjawab pertanyaannya, justru memaksa Rido untuk membersihkan diri dan menggati pakaiannya saat itu. Tapi bukan pakaian bagus, melainkan pakaian hijau yang sering dipakai ketika masuk ke ruang operasi. Rido bertanya-tanya, tapi hanya bisa menuruti perintah mereka semua karena takut akan dihajar sampai ma ti. Meski pada akhirnya ia harus berakhir dengan jalan yang sama.
__ADS_1
Kemudian, Ia dipaksa berbaring dibrankar, kaki tangannya juga diikat disana hingga ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Hey, kalian mau apakan aku? Lepas!!" pekiknya dengan kuat disana. Tapi sebuah suntikan mendarat ditangannya, matanya meremang dan tubuhnya lemas seketika hingga ambruk kembali dibrankarnya. Ia sudah dibius, dan bius itu begitu cepat menjalar keseluruh tubunya..
Kemudian, Hans dan Thomas masuk bersama beberapa anggota lain untuk mulai mengambil semua yang ada didalam tubuhnya. Mereka semua laku. karena begitu banyak peminat diluar sana. Apalagi pasar gelap mereka itu sudah terkenal bahkan hingga keluarĀ negri, hingga kadang Hans memiliki alasan terbang kesana yaitu untuk mengantar pesanan haram mereka itu.
Mereka yang sudah berseragam lengkap itu segera melakukan tindakan. Bagian dada itu dibuka dengan perlahan dengan pisau yang tajam. Semakin lama semakin lebar, hingga dipastikan tangan sang dokter bisa bebar meraih sesuatu yang bergerak teratur didalam sana.
"Benar-benar sehat, sesuai yang mereka mau." tawanya menyeringai, ketika apa yang ia inginkan sesuai dengan pesanan yang ada. Mereka akan dapat uang banyak setelah ini.Dan dengan jasad kosong itu, mereka memilih membakarnya setelah ini dan membuang abunya ke lautan lepas.
__ADS_1