Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
PArt 64


__ADS_3

Hana menggandeng


mesra tangan suaminya ketika masuk ke dalam club. Meski masih pagi, tapi


terdengar jelas dentuman music yang ada disana dan hana begitu menikmatinya sebagai


gadis yang juga biasa berdugem ria bersama temen-temanya.


Mereka disambut


oleh para penjaga disana, yang langsung menundukkan kepala untuk keduanya. Arga


mengangguk, lalu meraih kepala hana untuk ikut mengangguk pada mereka semua. Dan


meski kaget, hana kemudian melakukannya.


“Kau ini,”


“Iya, maaf. Hana kelepasan.


Namanya juga udah lama ngga keluar, dikurung dikamar mulu.” Tukas hana pada suaminya.


Mereka yang disana


hanya mengatupkan bibir mendengar semuanya, bahkan menahan tawa karena lucu


dengan tingkah mereka berdua saat ini.


Arga kemudian menggandeng


tangan istrinya untuk masuk kedalam ruangan itu, dan duduk diam disana selama


beberapa saat. Tapi, sepertinya hana sudah tak tahan denga napa yang ia dengar


saat ini. Kakinya terus bergoyang berikut dengan kepalanya, bahkan ketika


berbaring memainkan hp arga ditangannya saat itu. Hingga akhirnya hana


menyerah, memohon pada sang suami agar membiarkannya keluar sejenak untuk bermain.


“Hana ngga kemana-mana,


hana janji. Cuma mau disana sebentar aja,” rengek hana penuh rayu. Dan bahkan,


ia duduk diatas pangkuan arga dan mengusapi dadanya dengan Gerakan yang cukup


memancing saat itu.


“Begini caramu


merayuku sekarang? Kau mau aku makan saat ini juga?” tatap tajam arga padanya,


yang kemudian meraih wajah hana dengan telapak tangan besarnya itu.


“Nanti aja. Hana mau


isi tenaga, boleh?” bisiknya ditelinga arga dengan begitu sensual. Tapi,


setelah itu tanganya bergerak sedikit untuk menurunkan lengan dress yang ia pakai


hingga terbuka dan menampakkan sesuatu disana. Yang seketika arga langsung mendelik


dan menyrang ketika melihatnya.


Arga bergerilya


disana dengan waktu yang cukup lama. Bibir disisi satu dan tangan disii lainnya


dan terus bermain dengan lincah membuat hana menggeliat seperti cacing


kepanasan. Untung saja hal itu tak segera mendesak sesuatu yang ada dibawah


sana untuk bangkit dan minta untuk dituntaskan hasratnya.


“Boleh kan?” bujuk


hana lagi pada arga yang sudah selesai dengan aksinya. Arga hanya menjawab


dengan sebuah kecupan hangat dibirbirnya, lalu menganggukkan kepala.


Hana kemudian bangkit.


Dengan ceria ia turun kebawah dan duduk disebuah kursi dengan minuman yang disediaakan

__ADS_1


untuknya. Yang pasti hana tak boleh minum terlalu banyak dan bahkan mabuk saat


ini, dan mereka semua harus mengawasi hana dengan matanya yang selalu terbuka


untuk sang nyonya.


Wanita itu menikmati


semuanya, bahkan tak segan menggoyangkan kepala dan kakinya disana. Ingin bergabung


untuk bergoyang secara maksimal, tapi ia takut jika justru nanti akan ditarik


arga dan dikurung kembali didalam kamarnya.


“Nikmatin aja dulu


deh, jangan kebanyakan mau.” Gumam hana dengan minumannya.


Semakin menjelang


siang suasana semakin ramai, dan hana benar-benar menahan diri untuk tetap ditempatnya


saat ini. Dan beberapa karyawan yang tadinya mengawasi, saat ini sudah mulai


sibuk dengan kegiatanya yang lain hingga sulit fokus dengan hana saat ini.


“Ah, kebelet.” Hana


kemudia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada


diujung Lorong sana. Ia menuntaskan hajatnya, dan segera keluar niatnya untuk


mencari arga dan ingin tidur siang diatas pangkuannya.


Hingga ia melewati


sebuah kamar, dan itu rupanya kamar ina yang sedikit terbuka pintunya. Itu sudah


biasa sebenarnya, tapi sangat rancu jika untuk hana. Apalagi yang ada diatas tubuh


ina saat itu adalah kakak kandungnya sendiri dan mereka sangat menikmati. Dari pengamatan


ina dengan semua Gerakan sensual mereka, tampak jika keduanya sudah sangat


yang lainnya.


Hana yang syok


kembali lari kekamar mandi. Ia membasuk wajahnya beberapa kali saat itu dengan


segala rasa kecewa yang ada didalam hatinya. Ia menangis, tak  menyangka jika sang kakak yang ia kira setia


dan bucin pada istrinya bisa melakukan itu semua.


“Dengan ka ina. Apa


maksudnya semua ini? Kenapa begini?” lirih hana dengan segala rasa kecewa dalam


hatinya. Dan ia juga bertanya dalam hati, apakah sofi sudah mengetahui semua ini.


Ia saja sakit, apalagi kakak iparnya itu yang tampak begitu mencintainya.


Hana memutuskan


kembali untuk keruangan arga. Ia akan mempertanyakan semua itu padanya, apakah


arga tahu jika ina dan hans itu sering bersama. Atau memang awalnya hans


mencari hana tapi terjebak oleh ina dengan kemolekan tubuhnya.


Langkah kaki itu


begitu pelan, ia kembali melewati kamar ina yang masih terbuka dan mendengar


tawa mereka disana. Ia tak perduli, dan terus berjalan melewatinya, hingga tanpa


ia sadari hans melihat hana lewa disana.


“Hana?” lirih hans


saat itu.


“Ha-hana? Hana adik

__ADS_1


kamu?” tanya ina yang ikut syok mendengarnya. Ia syok dan kaget karena hans


melihatnya, dan mendadak hana ada diclub mereka.


“Iya, itu tadi


hana. Aku paham dia, dia adikku.” Hans kemudian buru-buru keluar dari sana


meski ina berusaha untuk terus mencegahnya.


“Hana!!” panggil


hans saat itu. Hana menyadari jika hans melihatnya, tapi entah kenapa ia justru


lari dari sang kakak dan terus menghindarinya.


“Han, tunggu! Kenapa


kamu justru menghindar hana? Ini kakak. Udah lama kakak cari kamu,” panggil


hans yang terus mengikuti Langkah adiknya saat itu. Menelusuri setiap Lorong yang


ada, dan bahkan menembus kerumunan yang mulai memenuhi club mereka.


“Bohong acri hana.


Cari hana kenapa harus melipir main sama kak ina? Racau hana dalam hatinya,


yang terus berjalan dengan cepat menghindari sang kakak. Hingga ia masuk


kedalam sebuah ruangan dan bersembunyi disana sendirian.


Sementara itu ina


tak tinggal diam. Ia segera mengode yang lain agar menahan hans bertemu dengan


adiknya itu. Dan ia juga dengan cepat meminta arga untuk tak keluar karena hans


masih ada disana mencari hana.


“Istriku bahkan entah


dimana, tapi aku harus bersembunyi?”


“Tuan, maaf jika


aku teledor. Ini semua memang kesalahku, yang tak memperhatikan jika tuan datang


bersama nyonya saat ini.”


“Segera lindungi


hana,” titah arga padanya.


Ina akhirnya bisa


menangkap hans dan menenangkanya saat itu. Ia membujuk hans agar tak terkecoh denga


napa yang ia lihat barusan, karena ada seorang pelayan yang memang memiliki postur


nyaris sama dengan hana. Meski nyaris tak percaya, tapi akhirnya hans luluh


dengan ucapan dan semua bujukan ina padanya.


“Aku tahu kamu


masih mabuk. Yuk, antar aku jalan-jalan. Aku pengen shoping ditemenin kamu,


siapa tahu dujalan kita ketemu hana.” Bujuk ina dengan bibir manis yang sulit


ditolak sipejantan Tangguh itu.


Akhirnya mereka


berdua keluar, dan para penjaga disana mulai fokus mencari hana yang ketakutan


dan entah dimana.


“Cari kesetiap


suduh club ini. Jangan sampai ada satupun yang terlewat!” panik arga yang


memikirkan istrinya saat ini. Dimana, dan nyasar keruangan apa karena club itu

__ADS_1


juga begitu luas bangunannya dengan ruangan bawah tanah yang ada.


__ADS_2