Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 80


__ADS_3

Arga yang saat itu naik untuk mencari hana justru dikagetkan dengan sofi yang tengah dihajar


sahabat suaminya. Ia tak tahu sofi akan dibawa kemana, tapi ia penasaran dengan kamar yag baru saja ia tinggalkan. Ia menyelinap masuk, dan disana terkejut ketika melihat istrinya dalam keadaan lemah dan tak berdaya dengan luka dipergelangan tanganya.


“Hana, Sayang? Hey kau kenapa?” Arga mencoba membangunkan istrinya. Tapi suara sofi begitu mengerikan


diibawah sana, begitu pilu terdengar ditelinga arga. Hingga akhirnya ia segera keluar kembali untuk menolong sofi dari kejahatan Thomas dibawah sana.


Namun, saat ia mulai menuruni tangga sebuah tangan besar meraih bahunya, “Ayah?” tatap arga


pada sosok yang saat ini ada didepan mata. Ayah arga datang dengan senjata kesayangannya. Senjata itu memang sam bawakan untuk arga, tapi arga sendiri masih begitu ragu untuk menggunakannya dengan tangan sendiri.


“Ikut...” titah sang ayah padanya,


“Tapi hana?”


“Ada yang menjaganya, kau harus lihat mereka disana.”


Ayah dirga mendahului, dan arga segera mengikuti  bersama zacky. Ia melihat sofi diatas meja operasi dengan tangan yang diikat dengan kuat dan Thomas sebagai dokter yang akan melakukan tindakannya saat itu. Sejenak mereka diam menatap sofi yang meraung, dan ayah segera menaikkan senjata lalu menyerang Thomas


dengan pistolnya.

__ADS_1


Untung zacky segera meraih sofi, dan arga bisa segera lari untuk menemui lagi hana yang


masih terkapar lemah disana.


“Mia?” panggil arga ketika mia tengah membereskan tubuh sang nyonya.


“Mia akan bawa nyonya ke mansion. Tadi hp tuan tertinggal, dan ada sebuah pesan dari sofi disana


mengabarkan kondisi nyonya yang terluka parah. Hingga mia meminta bantuan tambahan untuk_”


“Terimakasih,” ucap arga penuh haru padanya.


Arga segera membopong tubuh lemah istrinya, dan mia memegangi infus agar tak naik darahnya pada selang


korban yang tergeletak disana dengan berbagai rupa.


Saat itu hans masih sadar meski menahan segala rasa sakit pada lukanya. Ia mengulurkan tangan dan menyebut


naa hana dengan suara lemahnya, ingin meraih dan merebut sang adik tapi sendirinya


tak mampu hanay untuk menegakkan tubuh saat itu.

__ADS_1


Hingga arga benar-benar membawa hana kedalam mobilnya, dan ia pergi membawa hana bersama


mia ke mansion mereka. Kamar bahkan sudah dipersiapkan selengkap mungkin, dan dokter keluarga sudah menunggunya disana untuk segera memeriksa.


“Sejauh ini, semuanya baik. Luka dan perawataannya juga semua baikm hingga tak begitu banyak yang


harus dikhawatirkan saat ini.” Dokter menjelaskan semua keadaan pada arga. Tapi, arga masih belum lega jika hana belum bisa membuka mata.


Itu hanya efek bius yang cukup tinggi dosisnya, tapi pasti hana tak lama lagi akan membuka


mata dan tersenyum padanya. Apalagi semua alat begitu lengkap, bahkan sensor jantung hana juga terbaca amat baik  dengan skala normalnya.


Arga duduk disebelah hana, mengecup tangan dan beralih ke pipinya. Ia tak menyangka, sebegitu besar


pengorbanan hana untuk bisa membawa mereka kesana, bahkan rela nyaris berkorban nyawa.


“Misi kita selesai, sayang. Apa kau tak ingin bangun dan memelukku?  Bukankah, kau bilang jika kau tak bisa tidur tanpa bau badanku? Ayolah, bangun. Kau tahu aku sangat bau saat ini,” mohon arga padanya.


Saat itu mia sempat ingin tertawa, tapi rasa haru mengalahkan segalanya. Ia ikut menangis, air mata


sama sekali tak bisa ia bending hingga keluar sejadi-jadinya. Untung saja saat itu liska tengah ada dikantor polisi untuk melaporkan dan menjadi saksi kunci atas semua tindak kejahatan Thomas dan sahabatnya itu

__ADS_1


“Tuan, bukankah dokter bilang nyonya akan bangun? Maka sebaiknya tuan membersihkan diri dulu saat ini. Zacky dan yang lainnya juga akan segera kembali, dan tuan harus mengumpulkan mereka semua meski sekedar untuk mengucapkan terimakasih,” ucap mia.


Tapi ia tak tahu, Tuan besarnya saat itu akan ikut pulang sejenak atau segera kembali ke penjara. Itu semua saja hanya kesempatan, sebagai permintaan terakhir yang ia ajukan menjelang eksekusi matinya sebentar lagi. Jadi setelah ini, hanya tinggal menunggu jadwal dari seumur hidup hingga mati dan pergi untuk selamanya.


__ADS_2