
"Kau belum ingin pulang?" tanya Zacky pada sahabatnya itu. Arga yang saat itu masih dengan laptopnya, Ia baru saja mendapat info tentang orang hilang yang selama ini dicari oleh para polisi.
"Bahkan mereka ada yang sudah bertahun-tahun. Apa mereka masih hidup?" lirih Arga, seakan tak mendengar pertanyaan zacky padanya.
"Ga?"
"Eh... Iya Zack, ada apa?" tanya Arga. Zacky kembali mempertanyakan kepulangannya. Karena secara tak sadar saat ini memang sudah larut malam, dan Arga butuh istirahat setelah seharian dengan segala kesibukan yang ada.
Arga hanya mengangguk. Ia kemudian mematikan laptop itu dan berdiri meraih jasnya. Zacky langsung menggantikan dan memakaikan itu pada sahabatnya. Ia sangat terbiasa seperti ini, hingga memang semua bisa ia lakukan secara spontan ketika ingin pergi.
Keduanya berjalan keluar menyusuri keramaian yang ada disana. Semakin malam akan semakin ramai, bahkan hingga pagi menjelang. Mereka semua menari, minum dan berpesta. Dipanggung ada penari, dan bahkan mereka memesan ruang VVIP untuk mereka nikmati secara eksklusif disana.
Arga sama sekali tak tergoda dengan mereka semua. Ia benar-benar hanya akan fokus pada dirinya sendiri saat ini, tapi entah ketika ia sudah berada dirumah nanti. Apalagi, Hana selalu memiliki caranya sendiri untuk menggoda arga hingga mau menyentuhnya.
Seperti saat ini. Hana keluar menyambut arga dengan senyum dan memamerkan gaun tidur barunya. Gaun hitam dengan bela han dada rendah itu memiliki tali tipis dengen blezer panjang yang ia pakai. Ia ikat dipinggangnya, tapi tetap memperlihatkan bagian dadanya.
__ADS_1
"Kau mau apa dengan gaun ini?" tanya Arga datar padanya.
"Ini gaun tidur. Ya untuk tidurlah, buat apa lagi. Nanti ini dibuka, dan_..."
Greeep! Arga langsung menutup blezer itu kembali ketika hana hendak membukanya didepan mereka semua. Mereka yang saat ini tengah duduk santai sejenak usai dengan tugas masing-masing.
" Hey! Apa-apaan?" sergah arga padanya.. Apalagi beberapa anak buah disana sudah hampir lepas matanya dengan pemandangan yang ada.
"Kan cuma mau kasih lihat gaunnya,"
"Tapi tak didepan mereka. Bodoh!" carut arga padanya. Saat itu hana memanyunkan bibir, tapi seketika juga langsung melengkungkan senyumnya.
"Mana ada! Ayo, kembali ke kamar. Mereka semua melotot dengan apa yang kau pakai saat ini. Mereka lelaki normal semua disana."
"Kakak?" tanya hana, seakan tak pernah puas meledek suaminya.
__ADS_1
"Kenapa aku? Bukankah kau sudah melihat dan merasakan buktinya, buktinya?"
"Uhuuukkk!" Zacky menegur mereka secara halus, bahwa para penjaga masih menatap keduanya.
"Hay Kak Zacky. Ini baju yang tadi hana beli loh, bagus kan?" sapa hana padanya. Arga seketika melotot hingga mereka semua menundukkan kepala dan tak ada yang berani menatapnya.
"Hana... Masuk ke kamar,"
"Kamar Hana apa kamar kakak? Apa malam ini kita tidur bareng? Ya, tidur bareng ya?" ajak Hana padanya.
Arga hanya bisa mengatupkan bibir pada ulah istrinya didepan mereka semua. Ia bahkan kehabisan kata-kata meski hanya sekedar memarahi hana saat ini. Ia lantas meraih tubuh Hana, membopong lalu membawanya menaiki anak tangga.
Hana tak meraung saat itu. Ia justru senang dengan perlakukan arga padanya, apalagi ketika Arga membawanya masuk ke dalam kamar besarnya. Yang berarti mereka akan tidur bersama malam ini.
"Kau ingin tidur disini? Maka tidurlah. Jangan berharap apapun dariku, apalagi untuk menyentuhmu lagi." ucap Arga dengan nada datarnya.
__ADS_1
Hana saat itu dengan cepat merangkak keranjang besar arga. Ia langsung berbaring dan meraih selimut tebal itu untuk menutupi seluruh tubuhnya. Tak lupa, membuka blezer yang ia pakai dengan tanggannya.
"Hhh... Kenapa harus memakainya jika akhirnya kau buka?"