Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
part 68


__ADS_3

Hans membulatkan mata dengan mulutnya yang ternganga. Ia seakan tak percaya dengan semua yang Thomas katakana padanya, apalagi ketika Ina ternyata orang mereka yang kemungkinan berusaha untuk menghancurkan dirinya.


“Ina?” tatap hans dengan matanya yang berkaca-kaca. Pasalnya, ia merasa dikhianati saat ini, padahal ia begitu mencintai ina sepenuh hatinya.


Ina hanya tersenyum menjawab arga. Ia sendiri masih lemah untuk banyak bicara dengan pria yang tengah memangkunya saat itu, padahal hans sendiri menuntut begitu banyak jawaban darinya saat ini denga napa yang ada.


Ina saat itu mengitari ruangan dengan matanya. Ia melihat sebuah pisau buah yang ada diruangan itu yang bahkan entah kapan terakhir dipakai karna buahnya sendiri


sudah tak ada disana. Ia kemudian berdiri, turun dari ranjang dengan langkahnya


yang terhuyung tapi untuk masih bisa menahan bobot tubuhnya yang tak terlalu


besar itu.


“Kau bertanya tentang apa, hans? Apa kau merasa dikhianati selama ini? Lalu bagaimana dengan kamu, yang mengkhianati istri sah sendiri hanya demi Wanita seperti aku?” ucap ila, tapi ia tak mengungkit sama sekali tetang rencana balas dendamm arga

__ADS_1


padanya.


Ia akan merahasiakan semua itu, hingga bahkan harus mengorbankan nyawanya sendiri. Seperti saat ini, yang mendadak ia meraih pisau itu dan mendaratkannya ke leher sendiri.


“INA!!!” pekik hans yang terkejut melihat Tindakan ina pada dirinya sendiri, sedangkan


saat itu Thomas hanya melihat keduanya dengan tatapan yang amat datar seakan


menikmati kucuruan darah yang mengalir keseluruh tubuh Wanita itu didepan matanya.


Hans menangis sejadi-jadinya. Ia meratapi ina yang justru memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri saat itu, padahal ia sudah akan memaafkan jika saja ina mau jujur akan


“Ina, kenapa kamu malah begini, sayang? Kenapa kamu justru seperti ini? Bangun ina.” Lirih perih hans memeluk tubuh wanitanya saat itu.


“Hans, berhenti. Bawa keruangan Tindakan, dan aku akan membalut lukanya.”

__ADS_1


“DIa sudah mati… Dia sudah tak bernyawa lagi. Inaaaa!!!”


“HANS! Kenapa kau seperti ini? Sudah jelas, secara tak langsung dia mengkhianatimu sejak awal. Kenapa kau masih begini!” sergah Thomas yang amat meradang melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya itu. Rasanya ia ingin juga melenyapkan nyawanya jika tak memikirkan di yaitu rekan kerja solidnya.


Thomas lantas menyeret tubuh hans untuk melepaskan sofi darinya. Ia menyeret hans menuju ruang Tindakan sementara ina dibawa anak buahnya yang lain kesana. Mereka segera menangani ina, setidaknya hingga darah berhenti mengalir dari lehernya. Setelah itu, mereka berdua membawa tubuh ina ke club dan menurunkannya tepat didepan pintu bagian belakang club itu dan segera pergi dari sana.


Atik yang saat itu akan membuang sampah, yang kemudian menemukan tubuh ina tergeletak disana dan ia segera menjerit sejadi-jadinya.


“Arrrgghh!!! Kak Ina!!” tangis atik seketika tumpah sejadi-jadinya.


Sayangnya disana sudah begitu ramai, hingga banyak orang tak mendengar teriakannya itu. Hingga akhirnya, dengan tangan gemetar atik meraih hp dan menghubungi zacky. Iapun tak banyak bicara karena bibirnya seperti terkunci denga napa yang ia temui, ia bahkan tak


berani menyentuh sama sekali tubuh ina yang terbujur kaku didepan matanya. Ia hanya


bisa meringkuk, menunggu bala bantuan datang untuknya.

__ADS_1


“Atik, kau kenapa? ASTAGA!!” kaget Zacky yang melihat tubuh kaku ina didepan matanya. Ia meminta para anak buah segera membawanya keruang bawah tanah, agar tak ada orang lain yang mengetahui ini semua. Ia juga segera menghubungi arga untuk memberitahu semua kabar ini.


“Hallo, ga? Maaf, ina sudah pulang mala mini.” Ucap zacky dengan sgala perih dalam hati.


__ADS_2