Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 58


__ADS_3

Hana baru saja melepas suaminya pergi. Ia masuk dan kemudian duduk santai disofanya untuk


membaca majalah atau sekedar menonton drama korea favoritnya. Saat itu Liska datang, duduk begitu dekat dengannya disofa.


“Hey, Liska.”


“Nyonya, maaf saya bosan jika harus dikamar terus.”


“Iya, ngga papa. Sini duduk nonton bareng, kalau ada yang mau ditanyakan, tanya aja.” Jawab Hana


dengan ramah tamahnya. Tapi liska hanya menggelengkan kepala, ia hana duduk diam sesekali memperhatikan tv dan sesekali jsutru memperhatikan hana didekatnya.


“Kamu itu, lari darimana?” tanya hana. Tapi jika liska tak menjawab, hana juga tak mau memaksanya


saat itu untuk berbicara. Ia akan mencari  topik lain yang akan membuat liska semakin nyaman didekatnya.


“Saya kabur, dari komplotan penjual organ manusia.” Jawab liska apa adanya. Saat itu, hana dibuat


tercengang dengan apa yang liska ucapkan padanya. Ia memang pernah mendengar hal itu, namun ia seakan tak percaya jika ada korban itu yang selamat didepan mata.


“Astaga, kamu diculik?” tanya hana, dan liska menganggukkan kepala.


“Modusnya berbeda-beda. Ada yang diculik, ada yang diiming-imingi pekerjaan, dan katanya ada yang


diajak Kerjasama dalam Yayasan donor organ. Tapi saya kurang mendalami itu semua,” sesal liska. Andai ia tahu akan dapat penolong, pasti ia akan mencari info untuk mereka semua mengenai komplotan itu. Arga, pasti akan sangat senang mendengarnya.


Hana hanya bisa mengelus punggung liska dan menyabarkannya saat ini. Ia juga tak bisa membantu


karena pergerakannya sedang tak bisa bebas, apalagi untuk nekat karena ia bisa dipaksa Kembali pada kakaknya dan meninggalkan arga. Belum ada alas an untuk hana bisa meninggalkan suaminya.


Sementara itu dimarkas. Arga sudah mulai menjalankan sebuah rencana miliknya. Ia akan membuat hubungan hans dan Thomas merenggang saat ini, apalagi mereka tengah dihantam kabar kaburnya liska.


Sebuah hp baru bahkan dibeli arga untuk melancarkaan aksinya. Ia dengan suaranya sendiri menelpon Thomas

__ADS_1


saat itu, karena ingin mendengar reaksi Thomas yang pasti akan langsung terpancing emosinya.


“Halo?” sapa Thomas, yang saat itu baru saja keluar dari kamar operasi. Jika seperti itu, orang tak


menyangka jika ia adalah seorang psikopat yang harusnya dihindari.


“Kau mencari Hana?” tanya arga padanya.


“Kau siapa? Kenapa membahas calon istriku”  tanya Thomas saat


itu. Dan langsung saja jantung arga berdegup dengan cukup kuat ketika mendengar panggilan Thomas pada Wanita yang bergelar istrinya saat ini.


Tapi arga berusaha membuang segala sakit hatinya, dan ia segera menyambung pembicaraan para pria yang ada disebrang sana.


“Hana diculik, apa kau tak tahu?”


“Tidak, dia sedang berlibur cuti kuliah menuju wisuda.” Tolak Thomas dengan segala ucapan arga


“Jika berlibur, setidaknya hans memberi fotonya untukmu. Tapi nyatanya? Rupanya kau bodoh, Thomas. Kau hanya


bisa membelah tubuh orang lain dan kau ambil isinya untuk kau jual. Mungkin, isi dirimu sendiri tak akan laku diluar sana karena semua intinya rusak.”


Spontan saja Thomas murka mendengarnya. Calon istrinya diculik, ia dibohongi hans dan pria ini tahu


semua rahasianya. Namun, ia tak bisa membalas lagi karena arga segra mematikan panggilan itu darinya. Tak hanya itu, zacky segera meraih hp itu dan melepas kartu yang ada disana untuk segera ia bakar.


“Ha-haloooo!! Hey, hallo! Arrrghhh… Breng sek!!” geram Thomas padanya. Bahkan nomor itu tak dapat


lagi ia hubungi saat ini.


Thomas yang saat itu kalap dengan emosinya. Segera berdiri dan berjalan dengan cepat menuju


ruangan hans. Langkahnya yang panjang membuatnya dengan segera sampai ketempat tujuannya saat itu. Ia tak lagi mengetuk pintu, bahkan tak perduli ketika hans disana tengah mendapatkan servis dari seorang perawat yang memang suka menggodanya.

__ADS_1


“Hey, Thomas.” Sapa hans dengan senyum ramahnya. Ia bahkan langsung mengancing celana meski


miliknya masih berdiri tegap disana, atau mungkin sebentar lagi akan meraih puncank kenikmatan dari mulut sang perawat untuknya.


“Keluar,” titah Thomas pada perawat itu.


“Ada apa?” panik hans, ketika melihat tatapan Thomas nyalang padanya.


Dan benar saja, pria bertubuh tinggi dan kekar itu segera melangkah dan meraih leher hans. Ia mencengkramnya


kuat hanya dengan satu tangan dan menghimpitnya ke dinding, bahkan mengangkatnya cukup tinggi.


“Hey, kau … Kenapa?” tanya hans dengan suaranya yang tercekat.


“Dimana hana?”


“Bukankah kau tahu, jika hana_...”


“Dimana, KATAKAN!!” pekik Thomas padanya.


“Baiklah, akan ku katakan. Tapi, lepas dulu aku, thom. Ku mohon.” Pinta hans padanya.


Akhirnya Thomas melepas cengkraman itu hingga hans jatuh tersungkur dilanta. Ia butuh waktu sejenak


untuk megembalikan napasnya saat itu, hingga akhirnya bisa bicara Kembali menjelaskan soal hana yang hilang.


“Jadi… Kau berbohong padaku?” Thomas bahkan menendang perut hans saat itu hingga memekik kesakitan.


“Cari dia untukku segera. Setelah itu, aku akan menikahinya. Aku tak mau menunda lagi apapun


alasannya,” titah Thomas padanya. Dan kali ini, hans begitu takut dengan raut wajah Thomas yang diberikan padanya. Ia tak akan bisa bermain-main lagi setelah ini, sebelum hana benar-benar ditemukan.


“Darimana dia tahu?” geram hans dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2