Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 37


__ADS_3

Sofi dirumah tengah menunggu suaminya. Ia tak perduli jika ini sudah tengah malam, karena memang hans tak berkabar sama sekali malam ini. Biasanya Hans akan selalu memberi kabar pada sang istri tentang apapun itu. Namun sepertinya ia tengah terlena bersama Ina diranjangnya


"Kalau ada Hana, pasti ngga akan sesepi ini." renungnya, membayangkan ketika Hana masih bersama mereka.


Senyum hana selalu meramaikan suasana. Meski berbeda tempat tinggal, Hana selalu sigap ketika sofi memanggilnya untuk tidur dirumah mereka. Bahkan sofi saat ini kembali teringat arga dan zacky yang masih menjadi momok dalam fikiranya saat ini.


"Ngga bisa. Aku harus ke penjara besok," lirihnya mengusap kepala. Fikiranya benar-benar kacau, bercabang kemana-mana dan entah fokus pada siapa. Hingga akhirnya Hans menelpon, dan Sofi segera sigap mengangkatnya.


"Mas?"


"Sofi, kamu belum tidur?"


"Belum bisa tidur. Aku nungguin kabar kamu daritadi," ucapnya dengan rengekan manja. Padahal hans disana tengah memeluk wanita yang hampir semalaman menemaninya.


"Aku tak pulang. Aku masih terus melacak tentang Hana dengan segala petunjuk yang ada." bohong Hans padanya.


"Ya, ngga papa. Besok aku pamit mau ke lapas untuk mempertanyakan keberadaan arga disana. Boleh?"

__ADS_1


"Ya, berangkatlah. Jika ada sesuatu, segera hubungi aku." balas Hans.


Ia segera memanja istrinya dan meminta sofi segera tidur malam ini. Ia bertingkah seolah yang paling setia diantara para pria yang ada di dunia, lebih baik dari arga dan semuanya. Padahal, ketika Ia menimang Sofi, ia juga tengah memeluk dan mencumbu mesra ina disana.


Sofi perlahan memejamkan matanya. Ia mulai terlelap dan kemudian Hans mematikan teleponnya.


"Kayaknya sayang banget sama istri?" goda ina padanya..


"Ya sayanglah. Dia yang menemani aku bangkit hingga seperti ini. Bukan bangkit, tapi aku yang jadi pemimpin Rumah sakit milik ayahnya sekarang." bangga Hans padanya.


"Wah, hebat banget. Pantesan kaya raya, uangnya banyak. Itu aja bisnisnya?" tanya Ina yang mulai mengorek semua info darinya.


"Ini rahasia. Jika ada orang tahu darimu, maka kau yang akan jadi bahan selanjutnya. Meski sering dipakai, tapi organmu terasa masih amat bagus terutama jantung yang kau miliki. Apa karena kau rajin olahraga dan merawat diri?" goda Hans dengan jari jemari yang mulai menyusuri tubuh itu lagi.


" Iya, olahraga malam." jawab Ina, berusaha menahan semua debaran yang ada ditubuhnya saat ini.


" Lagipula, aku akan cerita dengan siapa? Mana mungkin aku menghancurkan bisnismu, yang sekarang jadi lahan uang untukku. Yang ada, aku seperti ingin mengabdi padamu. " Ina menggelendot manja padanya. Bertingkah seolah-olah tak pernah mau kehilangan Hans sejenakpun darinya.

__ADS_1


"Tuan... Informasi penting sudah ku dapatkan," gumam Ina dalam hati. Ia menyalakan perekam sejak tadi, hingga esok bisa ia berikan pada zacky.


Meski ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Ina juga ingin ikut menghentikan semua ini. Karena, adiknya sempat menjadi korban penculikan ini beberapa tahun lalu, dan bahkan ia tak tahu kabarnya lagi hingga saat ini.


**


Arga mulai berbaring diranjang usai mematikan Tabnya. Ia meraih selimut yang dikuasai hana darinya, berniat tidur disofa saja. Tapi, Hana seolah tak akan memberikannya kecuali arga ikut masuk kedalam sana bersamanya.


"Ayolah, kau sudah dapat kasurnya."


"Andai kakak mau, kita berdua bisa tidur dilantai malam ini, agar bisa besama, dingin lalu berpelukan." jawabnya tanpa membuka mata.


Arga yang kesal saat itu hanya pasrah. Ia bersandar, bersedekap lalu memejamkan matanya di dashboard ranjangnya. Hana tak tega melihat suaminya, ia berusaha memberi setengah selimut dan menutupi tubuh arga saat itu.


"Tapi ngga bisa hanya begini. Dia... Dia tampan sekali dalam keadaan diam begini. Aaaaaah!" gemas Hana, yang bahkan salah tingkah hanya karena ketampanan suaminya.


Ia lantas nekat, meraih wajah arga dan menciumnya bertubi-tubi diwajah tampan nan rupawan itu. Kemudian, ia kembali lagi menyembubyikan diri didalam selimutnya agar sang suami tak memarahinya kali ini.

__ADS_1


"Nakal," cicit arga dengan wajah datarnya.


__ADS_2