
"Hallo?" sapa Arga ketika mendapat panggilan masuk ke hpnya. Amat jarang yang menghubunginya langsung seperti itu, apalagi menggunakan nomor rumah.
"Kak Arga," Suara itu amat arga kenali, dan Ia langsung menghirup napas dalam-dalam ketika akhirnya paham dengan gadis itu yang tak lain adalah istrinya sendiri.
"Kau menggunakan telepon Mansion?" tanya datar arga padanya. Suara yang ia keluarkan juga terdengar amat malas, Ia tak bisa mematikan telepon itu saat inu
"Kan Hp Hana kakak hancurin, jadi Hana pakai apa yang ada lah. Ngga boleh juga?"
"Jangan gunakan telepon itu untuk mengubungi yang lain, apalagi Sofi."
"He'em..." angguk Hana dari tempatnya. Lantas Arga bertanya untuk apa Ia ahan menghubunginya saat ini, tapi bukan hana namanya jika tak membuat Arga meradang lagi disiang hari yang terik begini.
"Kalau kau tak ada kegiatan, jangan mengganggu pekerjaanku! Aku sibuk,"
"Tapi Hana bosen."
"Lalu apa maumu?"
"Suami istri itu harusnya bulan madu, apalagi pasangan baru."
__ADS_1
""Bukankah kau sempat tak ingin menikah denganku? Kenapa kau minta bulan madu?"sergah Arga padanya.
Ucapan itu terdengar oleh zacky yang saat ini duduk ditempatnya. Zacky yang tengah makan siang itu sampai ternganga mendengar obrolan vulgar mereka disana, bahkan hingga menjatuhkan sendokm yang ia pegang.
"Kau kenapa?" tanya Arga masih dalam emosinya.
"Ti-tidak, hanya sendok ku jatuh tanpa sengaja." kilah Zacky padanya.
Perdebatan itu terus berlanjut antara kedua pasangan itu, terdengar sama sekali tak ada romanisnya dimata Zacky. Apalagi, jika orang lain mendengar itu, pasti akan mengira Arga tengah berbicara dnegn musuhnya.
Hana terus membujuk dengan berbagai cara. Ia yang selam ini kenal dengan arga, begitu yakin jika arga tak berubah sifat sepenuhnya. Pasti masih banyak sifat asli arga yang baik dan pengertian tertinggal disana, didalam hatinya yang terdalam. Hana ingin meraihnya kembali, Ia tak suka dengan arga yang seperti ini karena sejak dulu ia memang sudah menyukai pria itu.
Bertemu dengan arga saat ini ia anggap sebagai kebahagiaan, meski sempat kecewa dengan perubahan sikap arga padanya. Apalagi ketika membicarakan dendam pada Hans, yang sama sekali Hana masih tak mengerti maksudnya.
"Kau mau kemana?" tanya Arga, disambut sorak gembira oleh Hana yang masih menunggu jawaban darinya.
Meski awalanya benar-benar frustasi atas perlakuan Arga, tapi saat ini sofi berusaha untuk mendapatkan cintanya. Masalah arga dengan hans itu urusan mereka nanti, Hana akan berjuang meraih hati arga untuk menghilangkan ingatannya dari sofi.
"Kemana aja gitu, Kakak bawa hana bulan madu."
__ADS_1
"Kau fikir bulan madu kita akan indah? Kau memikirkan apa tentang itu semua?" tanya ketus Arga yang masih melayaninya.
"Pokoknya mau. Hana mau nginep dihotel yang ada ditepi pantai dengan suasana romantisnya, tiitk!!" jawab Hana. Masa bodoh jika akan dianggap plin plan atau yang lain, tapi ia hanya ingin menuruti kata hati dengan segala cintanya untuk arga.
Hana terus merayu dan merayu suaminya itu. Tak bosan dan tak lelah bibirnya untuk terus merayu hingga terlinga arga panas mendengarnya, hingga arga terpaksa meng'iyakan semua apa yang Ia minta saat ini.
"Akan ku minta Zack untuk mengurusnya," jawa Arga pada akhirnya.
"Okey, Hana mau siap-siap." jawab Hana, lalu tanpa aba-aba mematikan panggilan itu seenaknya tanpa pamit dengan arga.
"Haish... Gadis ini," geram Arga yang menatap layar ponselnya saat itu.
"Kenapa? Lupa kasih kissing dari kejauhan?" ledek Zacky padanya.
"Hey!!" sergah Arga, tapi Zacky hanya tertawa. Ia lantas mempersiapkan makan siang arga yang sejak tadi belum ia buka dari bungkusnya.
Selera arga masih sama meski sudah sekian lama, bahwa Ia masih suka gado-gado bibik yang selalu jualan didekat kantornya waktu itu. Sejak kantor tutup karena bangkrut, Bibik gado-gado berpindah jualan ditempat yang cukup jauh dari lokasi semula. Zacky sampai bingung mencari lokasi barunya.
"Hana minta apa?" tanya Zacky, meski ia sendiri sudah mendengarnya.
__ADS_1
"Bulan madu," jawab arga dengan mulut penuh makanan.