Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 77


__ADS_3

Degg!!!


Degup jantung arga terasa berdenyut begitu kuat saat ini hingga membuatnya


nyeri. Sakit, hingga ia meringis memegangi dadanya dan tak terasa air mata menetes


mebasahi pipinya.


“Hana?” lirih arga menyebut nama sang istri. Ia semakin penasaran


menunggu kabar dari sofi saat ini, hingga hp sama sekali tak lepas dari genggaman


tangannya.


“Arga, kau kenapa?” tanya Zacky padanya. Baru kali ini ia melihat sahabatnya


menangis sejak terakhir kejadian itu. Bahkan, ketika ibunya meninggal pun arga


tak sama sekali mengeluarkan air mata. Tapi dengan hana, air mata itu keluar


seketika entah bagaimana caranya.


“Entah, Zack. Aku sendiri tak tahu kenapa dia mengalir. Aku terfikir


hana disana,”


“Semoga Nyonya tak kenapa-napa, karena_”


Sreeekkk!! Tangan arga segera meraih lengan liska saat itu juga dan


memberikan tatapan tajam dengan matanya. Liska seketika tertunduk dan begitu


takut dengan tatapan  itu seumur hidupnya.


“Hana bukan gadis lemah. Dia tak akan kenapa-napa sampai aku datang


menjemputnya,” tegas arga padanya. Saat itu liska hanya mengangguk dan meng’iyakan


ucapan arga. Dengan tangan yang gemetar, dan wajahnya tampak begitu pucat.


Liska kemudian ditarik mia untuk Kembali ke kamarnya dan duduk diam


disana dengan segala nasehat yang keluar dari mulutnya.


“Kamu kenapa sih, Ka? Lagi tegang, malah kamu mancing amarah tuan aja,”


kesal mia padanya.


“Maaf, aku ngga sengaja. Aku hanya tahu mereka kejam dan tanpa ampun. Itu


saja,”


“Hans itu kakak hana, dan ada bu sofi disana. Aku tahu dari zacky jika


mereka sangat menyayangi hana. Jadi, ngga mungkin mereka menyakiti adiknya


sendiri.”

__ADS_1


“Iya, maaf.” Sesal liska dengan perkataannya.


Arga disana masih diam menggenggam hpnya, masih menunggu datangnya kode


dari sofi jika mereka telah sampai disana.


Sebenarnya sudah sampai, tapi saat ini sofi masih harus fokus mengurus


hana dengan lukanya. Ia tengah ada diruangan bawah tanah rumah tua hans dan Thomas,


begitu mengerikan dipandang matanya dengan suasana hening, bahkan ada sebuah freezer


penyimpanan daging disana.


“Kau tahu itu apa?” tanya Thomas dengan tatapan tajamnya.


“Kau menyimpannya disana?”


“Ya, kau tahu. Jangan sampai, beberapa bagian tubuhmu ada disana bersama


beberapa rekan lainnya. Kau hanya harus diam, dan  kunci mulutmu rapat-rapat.” Ancam Thomas padanya.


Mereka berdua tengah mengoperasi hana saat ini dengan alat yang ada. Cukup


lengkap, dan bahkan cukup bersih untuk ruangan illegal seperti itu menurutya,


mirip seperti ruangan operasi di Rumah sakit pada umumnya.


Untung saja hana juga dokter, dan ia amat mengerti bagian vital yang


akan membuatnya mati dan masih bisa untuk diselamatkan meski sulit untuk mengatasinya.


tahanan Thomas yang ada disana. Sofi belum melihat, dan bahkan rasanya tak


sabar untuk melepas mereka semua dari sana dengan tangannya sendiri.


Hampir satu jam berkutat dengan pergelangan tangan hana. Jahitan


terakhir telah sofi lakukan dan hanya tinggal membalut lukanya. Saat itu, Thomas


ia minta keluar untuk mempersiapkan kamar yang bagus untuk hana. Selain itu ia juga


akan segera memberi kode untuk arga.


“Kaluarlah. Aku akan membersihkan tubuh hana setelah ini,” pinta sofi


padanya. “Aku melihat penjagaan disini begitu ketat. Apa kau fikir aku akan


lari meninggalkan adik dan suamiku? Meski seperti itu, aku tetap istrinya.”


“Dan jika kau mencoba kabur, maka kau sendiri akan menjadi taruhannya.” Thomas


kemudian melangkahkan kaki untuk pergi dari sana. Ia melepaskan semua alat yang


terpasang dari tubuhnya, dan benar-benar meninggalkan sofi bersama hana.


Jujur saja, perasaan sofi tak karuan saat itu. Ia gemetar. Apalagi ketika

__ADS_1


ia ingin memotret beberapa bukti yang tersimpan difrezeer mereka. Dan benar


saja, isinya membuat sofi benar-benar lemas tak berdaya. Itu adalah hasil pekerjaan


mereka semalam, hanya tinggal menunggu dimasukkan ketubuh penerima yang lain


saja dan tak boleh terlalu lama.


Hana segera melakukan tugas, dan kembali pada tubuh hana setelah


sebelumnya menyalakan maps untuk arga. Tapi sofi tak memberitahukan perihal


hana. Ia takut akan mempengaruhi emosi arga dan merugikan mereka nantinya.


“Hati-hati, ga… Mereka bukan manusia,” gumam sofi yang telah selesai dengan


hana. Dan mereka membawa hana kedalam sebuah kamar, sofi menunggunya untuk control


istimewa pada adik iparya itu.


“Bagaimana hana?” tanya hans yang datang padanya.


“Bagaimana jika hana tak selamat? Perjanjian, bisnis, Rumah sakit. Apa


mereka akan selamat? Apakah kau lehga, jadi adik persembahanmu ini masih bisa mempertahankan


nyawanya?”


“Sofi_”


“Aku memafkanmu, Mas. Aku mencoba memaafkan kamu atas semua yang kamu lakukan


selama ini dibelakang aku. Aku hanya berharap, setelah ini kamu berubah dan


kita bahagia hidup bersama, bahkan dengan buah hati yang akan ada,” jujur sofi


pada akhirnya, jika ia sekarang tengah benar-benar mengandung anak mereka


berdua.


Sekarang sofi bingung. Ia harus apa dengan anak itu, yang akan lahir mungkin


tanpa ayahnya setelah kasus ini naik ke pengadilan. Dari kemungkinan yang ada,


hans mungkin akan dihukum seumur hidup atau bahkan dihukum mati setelah ini.


“Sofi… Kamu?” Hans melangkah pelan menghampiri sang istri. Ingin


memeluk, tapi sofi dengan segera menepis tangan yang mendarat dipundaknya saat


itu.


Sofi merasa menyesal, kenapa anak itu harus hadir disaat yang tak tepat


seperti ini padahal ia begitu menginginkannya. Tapi, untuk melihat dan mengakui


keberadaan ayah bayinya saja ia sudah enggan.

__ADS_1


“Apakah harus ku buang anak ini?” tanya sofi dengan tatapan kosongnya.


__ADS_2