
Arga secepat kilat kembali ke mansionnya. Iabenar-benar terkejut melihat keadaan yang begitu berantakan, bahkan beberapa penjaga yang terluka parah disana.
“Liska! Mia!” panggil zacky yang langsung berlari masuk kedalam rumah besar itu.
Dan disana, Liska tengah mencoba membangunkan mia dari pingsannya. Arga yang juga masuk langsung tercengan melihat semua keadaan yang ada, yang bahkan foto ayahnya begitu berantakan tak lagi ditempatnya.
“Tuan, maafkan saya. Nyonya memilih pergi agar mereka tak membunuh saya saat itu juga karena semua ancaman mereka. Maafkan saya,” sesal liska pada arga yang berdiri mematung disana.
Mendengar saat itu yang datang memang kedua musuhnya, arga hanya berfikir jika hana mungkin dibawa kerumah hans dan sofi. Dan hana pasti aman jika disana bersama kakak iparnya. Karena sofi pasti akan menjaga hana sebisanya hingga ia mempersiapkan semua serangan untuk mereka.
“Mungkinkan, aku menyerang disana?” lirih arga saat itu, karena disana adalah lingkungan dengan
banyak tetangga yang ramah, hingga ia tak ingin banyak korban lain dari keributan yang terjadi nantinya.
“Tidak, tak mungkin sekarang.” Lirihnya. Dan ia menunggu kabar hana dari sofi saat ini, dan ia mengerti benar bagaimana keadaan mereka yang pasti terus dijaga
“Bisakah, kau membawa mereka semua kesana agar aman?” lirih arga.
Anak buah arga yang lain dengan sigap membawa yang terluka segera ke Rumah sakit, tapi bukan milik sofi. Mereka semua mendapat perawatan intensif disana sesuai keparahan lukanya. Sedangkan mia, hanya
__ADS_1
dirawat dirumah bersama zacky dan beberapa lainnya.
Hingga akhirnya mia sadar, namun ia menangis karena tak bisa mempertahankan sang nyonya dengan kekuatannya. Ia lemash, yang tak bisa mengorbankan dirinya sendiri untuk orang sebaik dia.
“Hey, sudah lah, itu bukan sepenuhnya kesalahanmmu. Kau dipukul bersama liska saat itu,” Zacky mencoba menenangkan kekasihnya itu. Menggenggam tangannya dengan erat dan menegcupnya beberapa kali.
“Mereka mengancam akan membunuh saya jika nyonya tak ikut. Nyonya suruh kami pergi, tapi mereka memukul. Dan yang Bernama Thomas, sepertinya menyukai nyonya.” Terang liska dari tangkapan matanya. Tapi ia diam, ketika arga menatapnya dengan begitu tajam.
Arga meminta liska untuk membantu semua maid membersihkan rumah yang berantakan itu. Disana banyak ceceran darah dari para anak buah yang terluka. Untung saja mereka tak kemana-mana, dan berniat merampok rumah itu. Karena Thomas pasti tahu seluk beluk dari mansion yang sempat ia tinggali.
Arga menyerahkan penjagaan semua pada anak buah yang lain, sedangkan ia tengah menungfu kabar dari orang-orang mereka yang tengah mengawasi rumah sofi saat ini. Memang lingkugannya ramai, hingga tak mungkin ada baku tembak disana malam ini.
Sementara itu, sofi dan hana tengah makan malam bersama dirumah mereka. Saat itu Thomas juga terus disana, dan terus memberi perhatian untuk hana layaknya seorang pria sejati dengan penuh cinta. Hana dan sofi begitu risih sebenarnya, berharap mereka segera keluar bagaimanapun caranya. Bahkan mungkin jahat, jika sofi berdoa agar mereka ada proses pengambilan organ malam ini. Karena itu tandanya ia mendoakan akan ada satu orang yang akan mati.
“Aku pamit, sayang. Kita persiapkan pernikahan kita besok,” kecup Thomas dikening hana saat itu.
Ingin marah, dan ingin menampar wajah lancing itu sebenarnya, tapi masih harus ia tahan. Ia akhirnya hanya menganggukkan kepala, dan mencium tangan hans dan Thomas sebelum mereka pergi bersama.
“Arrrghh!!!” pekik hana, yang langsung pergi kekamar mandi untuk membasuh tangan, bibir dan keningnya. Ia jijik, bahkan ketika itu adalah bekas kakak kandungnya sendiri.
__ADS_1
“Hana, sayang. Tenang dulu, sayang.. Hana ngga boleh begini?” bujuk sofi yang langsung memeluk hana saat itu juga. Mereka berdua menangis bersama dengan segala kemalangan nasib yang ada. Namun, sofi yang merasa semua sudah aman kemudian mengajak hana untuk masuk kembali kedalam kamarnya.
“Kak hana mau apa?” tanya hana ketika sofi meraih hpnya.
Sofi hanya tersenyum, mengetik nomor arga kemudian menelponnya untuk hana.
“Arga?” panggil sofi saat itu, yang seketika membuat hana membulatkan matanya. Ia meraih hp itu dari sofi dan segera menjawab panggilan arga untuknya.
“Kak arga,” tangis hana seketika berhenti dengan suara arga ditelinganya.
“Hey, sayang. Maaf, kita tak bisa berlama-lama saat ini. Tapi, aku bahagia mendengar suaramu.” Ucap arga dengan suara seraknya.
Wajar saja, karena saat ini ia sedang cinta-cintanya dengan hana tapi harus berpisah dengan cara yang seperti ini. Arga kemudian meminta hana melounsdspeaker hp itu hingga sofi ikut mendengarnya. Arga mengutarakan sebuah rencana, yang saat itu harus melibatkan mereka berdua.
“Apapun, akan kami lakukan demi rencana ini, arga.” Ucap sofi dengan segala dukungannya, begitu juga dengan hana.
“Tapi ingat, bahwa aku tak ingin ada yang terluka diantara kalian.” Ucap arga para mereka.
Sofi terharu, karena arga masih perduli padanya dengan segala permasalahan yang ada. Ia awalnya takut, jika ia tak memiliki siapapun dalam keadaan ini, yang bahkan matipun tak ada yang menangisi. Saat itu, sofi hanya bisa memeluk hana sebagai rasa terimakasih atas keperdulian mereka padanya.
__ADS_1
“Kak sofi punya kita, dan kita akan berjuang sama-sama setelah ini.” Ucap hana padanya.
Usai panggilan itu dimatikan dan dihapus, sofi mengajak hana tidur bersama dikamarnya. Mereka harus tidur malam ini bagaimanapun caranya. Mereka harus kuat, dan harus mengumpulkan tenagan untuk esok hari demi semua misi yang ada.