
Arga yang mulai terpancing, lalu terus saja mengobrak abrik inti tubuh dibawah sana. Semkin gila hana dibuatnya, memekik dan bahkan sesekali merintih perih dengan yang arga lakukan disana. Terasa amat kasar, padahal Hana benar-benar baru merasakan sentuhan yang seperti itu dari arga dan bukan yang lainnya.
Hana kini benar-benar polos dalam dekapan arga. Napasnya mulai tersengal lagi, bahkan tubuhnya terasa membeku, mencengkram lengan kekar arga dengan sekuat tenaga. Apalagi jika bukan hana telah mendapat pelepasan pertamanya.
"Aaaaaahhh!" lengkingan panjang begitu indah terdengar ditelinga arga saat ini.
Arga melirik tangannya sendiri yang masih ada dibawah sana. Basah, dan entah kenapa justru semakin memancing gai rahnya saat ini. Ia lantas membopong tubuh hana dan membawanya keranjang mereka.
Bruuughh! Arga menaruh tubuh itu sedikit kasar, dan Ia segera membuka kemeja yang ia pakai ditubuhnya. Tubuh hana yang tereksplore bebas itu membuatnya sesak, Ia lantas melakukan apapun yang spontan menuntunnya. Ia meraih pucuk indah itu dan kemudian memainkan dengan ibu jarinya, dan yang satu meraih untuk menyesapnya dengan penuh napsu.
Lagi-lagi hana hanya menggeliat dengan semua sensasi yang ia rasakan. Hingga akhirnya ia mulai merasakan sesuatu yang mulai menekan dan mendesak untuk membobol inti tubuhnya dibawah sana...
Hana menggigit bibirnya, dan sepray menjadi pelampiasannya saat ini untuk mencurahkan segala rasa sakur yang ia alami.
__ADS_1
"Kau sakit? Bukankan kau sudah biasa? Ayolah, jangan berpura-pura untuk_... Apa?" Arga terejut, Ia terdiam sejenak ketika melihat noda darah yang mengalir membasahi seprai putih yang Hana tiduri saat ini.
"Kau masih?"
"Bukankah Hana sudah bilang?" jawab Hana dengan tatapan sayunya, bahkan air mata mulai mengalir disana..
Seketika Arga merasa bersalah. Ia tak ingin seperti ini karena ia hanya akan memanfaatkan hana. Ini akan membuatnya terikat dengan gadis itu nantinya.
"Tidak... Aku juga sudah terlanjur seperti ini," balas Arga. Ia yang sudah terlanjur, lalu kembali mendorong miliknya masuk lebih dalam kesana.
Hana membusunkan tubuhnya, menggigit bibir dan lagi-lagi mende sah dibuatnya. "Aaaaah, Kak Arga!" Ia memekik sejadi-jadinya. Dan kali ini arga tak main-main, Ia bergerak mulai memacu dirinya pada Hana.
Permainan panas terjadi antara keduanya. Entah sejak kapan Hana mulai menikmati semua gerakan Arga ditubuhny. Bahkan Arga terus dengan gemas memainkan tubuh hana disetiap incinya tanpa jeda, meninggalkan jejak merah dimana-mana.
__ADS_1
"Kak Argaaaaaa!" rengek Hana yang mengalungkan lengan di leher arga, dan kakinya melingkar dipinggang arga saat ini.
Pria itu melakukannya begitu kuat dan dalam, bahkan untuk hana yang baru pertama melakukannya. Ia menangis, tapi ia juga merasakan kenikmatan yang luar biasa menjalar diseluruh tubuhnya.
Mereka hanya berdua di dalam sana, tapi begitu ramai hanya dengan suara keduanya.
Tanpa segan, Hana mengusap keringat yang mengalir dikening arga dengan tangannya. Hingga akhirnya mereka mendapatkan kepuasan bersama. Tubuh Arga ambruk diatas tubuh hana saat ini, peluh yang membasahi adalah bukti dari permainan panas mereka yang begitu lama.
"Kak..."
"Jangan berharap apapun, Hana. Kita sudah sepakat," tegur Arga yang langsung beralih dari tubuh Hana. Ia meraih sebuah handuk san pergi untuk membersihkan dirinya saaat ini.
"Bahkan hana belum bilang apa-apa,"
__ADS_1