Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 25


__ADS_3

Pencarian demi pencarian mulai Hans lakukan. Ia menyusuri semua teman Hana yang ia cari tahu melalui istrinya. Teman kost, teman kuliah, dan bahkan semua yang sempat berinteraksi dengan Hana menjelang kapan terakhir mereka bertemu.


Mereka semua menjawab dengan jujur, bahkan memberikan  pesan terakhir hana pada mereka beberapa hari sebelumnya pada Hans sebagai bukti.


"Hana bareng kami setelah ke club, Kak. Abis itu kami pulang, Hana masih ada perlu katanya." jawab cicha, salah satu sahabat Hana.


Namun salah seorang menyaut diantara mereka, Ia yang pulang telat karena kejadian malam itu dan segera menceritakan semuanya pada Hans. Kejadian dimana Hana bertengkar dengan beberapa pria dan bahkan merusak banyak barang disana, dan setelah itu Hana dibawa oleh mereka untuk mempertanggung jawabkan semuanya.


Tangan Hans langsung mengepal, namun Ia tak boleh tergesa-gesa untuk menjaga Image tenangnya saat ini pada mereka semua. Siapa yang tak tahu pasal Hans Handoyo, yang merupakan Direktur utama Rumah sakit ternama di kota mereka. Ia harus selalu tampak berwibawa dan tak boleh ada yang tahu sisi buruknya.


"Dimana club itu?" tanya Hans pada mereka. Dengan suara dibuat sedingin dan setenang mungkin didengarnya.


"Tiger club, yang ada di ujung jalan pusat kota." ucap gadis itu, didukung anggukan mereka semua yang ada disana.

__ADS_1


Hans hanya menghela napas panjangnya, lalu berterima kasih pada mereka semua. Ia beranjak lalu memulai kembali pencariannya menuju club yang mereka bicarakan bersama beberapa anak buah yang Ia bawa.


"Mas, gimana?" tanya Sofi yang menghubunginya. dan bahkan dalam pencarian itu sofi tak sama sekali ia izinkan untuk ikut dan keluar mencari adiknya.


"Belum... Aku akan ke club terakhir Hana berada malam itu,"


"Mas, kalau ada apa-apa kabarin." rengek Sofi dengan suara yang terdengar amat sedih dari sana.


"Kau tenang saja. Ia akan seger aku temukan dengan berbagai cara,"


Hans kini telah tiba di club itu. Memang amat megah dan ramai, bahkan siang seperti ini saja sudah banyak pengunjung yang datang kesana. Penjaga menyambutnya dengan ramah, dan Ia masuk kedalam sana  untuk mengecek semua keadaan yang ada. Hingga seorang pelayan datang dan Ia mempertanyakan mengenai pemilik club padanya.


"Club ini milik Tuan Dirga, namun Beliau sudah tak aktif dan club ini berjalan atas kepemimpinan putranya, Ara." jawab pelayan itu dengan jujur.

__ADS_1


"Arga?" Hans langsung tersentak mendengar nama itu ditelinganya. Ia juga seketika mengingat sahabatnya itu yang kemungkinan masih ada didalam penjara dengan segala hukuman untuknya. Jika ia ingat, memang arga seharusnya belum keluar dari penjara dengan segala masa hukuman yang ada.


"Siapa nama lengkap Arga?" tanya Hans.


"Wah, saya kurang tahu, Tuan. Hanya beliau baru saja pulang dari Luar negri dan langsung mengelola club ini." jawab pelayan itu padanya. Bahkan Hans juga menanyakan kejadian malam itu, yang kemungkinan bos mereka membawanya.


"Ini nomorku. Beritahu jika nanti ada info baru, aku sedang mencari adikku yang katanya terakhir disini." jawab Hans.  Dan Ia sempat minum bersama beberapa anak buahnya disana, sempat-sempatnya menikmati semua hiburan indah yang terpampang didepan mata apalagi banyak wanita menari disana.


"Disini juga disediakan kamar, Tuan." bisik pelayan itu padanya. Hans seketika semringah, Ia bahkan menunjuk satu wanita yang menjadi pusat perhatiannya saat itu, sekaan lupa akan tujuan awalnya.


"Tapi, Pak?"


"Ed... HIdup ini sudah terlalu tegang, biarkan aku bersantai sejenak disini menikmati keindahan yang ada."

__ADS_1


Hans kemudian berdiri dan berjalan mengikuti pelayan itu, menuju kamarnya. Ia duduk santai disana, menunggu wanitanya datang untuk menghabiskan waktu beberapa jam bersama. Apalagi ketika gadis itu masuk dengan mata indahnya yang penuh goda, seakan siap ia cengkram kapan saja.


"Lets play Baby. Kau pasti tahu, ada sesuatu yang sudah sesakd dibawah sana." ucap HAns dengan gadis ranum dengan wajah manis itu.


__ADS_2